2 months ago
26 mins read

Andi Mallarangeng: Bebas Aktif Tidak Berarti Pasif

Ketua Dewan Pakar Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng. (Foto: Chairul Akhmad)

Saat ini Indonesia bisa disebut kehilangan leadership regional?
Saya harap sih tidak. Saya harap kita terus berupaya untuk membuat kita tetap menjadi big brother di ASEAN. Karena kita negara paling besar di ASEAN. Total GDP kita, bukan per kapita, kita paling besar. Dalam konteks teritori geografis, posisi kita sangat strategis. Kalau bicara tentang choke points, itu kan sekarang ini Selat Hormuz itu choke point. Ada selat lagi yang dikuasai Houthi juga itu di Bab el-Mandeb. Kita ada banyak choke points yang bisa menjadi leverage dalam konteks geopolitik dunia. Ada Selat Malaka kita dengan Malaysia, ada Singapura juga. Jangan lupa Selat Makassar, kemudian Selat Sunda, kemudian juga di sekitar Papua itu juga jalur-jalur. Ada Selat Timor. Choke point semua itu. 

Bukan kita mau tiru-tiru apa yang terjadi di Selat Hormuz dengan Iran dan Amerika Serikat. Tapi mengatakan bahwa posisi strategis Indonesia itu memang perlu kita pertahankan untuk menjadi leverage bagi kepemimpinan kita di ASEAN. Tapi memang hal yang begitu kan tidak datang begitu saja. Harus ada upaya diplomasi. Seperti misalnya waktu dulu Pak SBY, terjadi konflik antara Kamboja dengan Thailand, waktu itu tentang kuil. Waktu itu Pak SBY langsung bertemu bertiga. Antara Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva, kemudian Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Dulu bertiga. Bagaimana kita selesaikan dengan baik? Akhirnya setelah itu selesai, damai di kuil itu. Empat belas tahun baru kemudian muncul lagi.

Kayaknya bukan di kuil itu lagi. Tempat bergeser sedikit, tapi di perbatasan juga. Perbatasannya panjang sekali. Tapi yang jelas ribut lagi. Akhirnya waktu itu Trump ikut intervensi. Mestinya waktu itu kita juga bisa lebih aktif untuk kembali mendamaikan dalam ASEAN. Karena ini urusannya urusan perbatasan yang sama juga. Zaman dulu yang dulu juga itu. Tetapi bagaimana di lapangan supaya semuanya bisa saling menghargai dan ada toleransi sedikit, ada zona-zona yang bisa dianggap netral sehingga tidak perlu selalu pakai kekerasan. Ada masalah, kita sama-sama selesaikan dalam ASEAN. Indonesia bisa mengambil peran lebih besar di situ. Dulu, sekarang maupun ke depan. 

Dalam konteks geopolitik global, ASEAN saat ini masih relevan?
Oh, relevan sekali. Ketika dunia ini yang lebih condong adalah unilateralisme, justru kita mempertahankan ASEAN sebagai cermin multilateralisme. Regional, kawasan damai regional, kawasan pertumbuhan regional, di mana kita di ASEAN dianggap sebagai big brother. Kalau di tempat lain kan kita enggak dianggap. Artinya ya bukan siapa-siapalah kita di tempat lain. Tapi kita di sini. G20 yang tadinya kita ada di situ, tapi G20 boleh kata sudah mati suri. Yang ada sekarang ini PBB mati suri juga. 

Jadi yang ada sekarang ini yang kita punya ASEAN. Dan di ASEAN kita ada partner dialog dengan China, partner dengan Amerika, partner dialog dengan Rusia, juga dengan Eropa. Sehingga ASEAN bisa karena semua orang mau ke ASEAN. Bbaik itu untuk memasarkan produknya, berhubungan secara ekonomi maupun pariwisata dan segala macam. Asia menjadi kawasan pertumbuhan dunia, menjadi salah satu lokomotif ketika banyak di belahan dunia ekonomi lagi susah. 

Jika rivalitas Amerika dan China makin membesar sampai terjadi konflik bersenjata, bagaimana masa depan ASEAN?
Pasti ASEAN ikut susah. Karena sekarang volume perdagangan ASEAN dengan China cukup besar, volume perdagangan dengan Amerika juga besar. Kalau mereka perang dan perangnya itu pasti dekat-dekat sini. Laut China Selatan, Taiwan. Itu pasti daerah rawan. Kalau China mengambil alih Taiwan secara militer, pasti Amerika turun tangan. Kalau China menggunakan kekuatan militer di Laut China Selatan, Amerika mungkin juga bisa turun tangan. Karena jangan lupa, Amerika ada faktor pertahanan dengan Australia, dengan Filipina, mungkin dengan Singapura, dengan Australia. Kita juga belum tahu. Pasti susahlah, lebih ruwetlah ini. Kita harapkan tidak terjadi. 

Saya kok melihat di China ini melihat Taiwan mau dibuat solusi seperti Hong Kong dan Makau. Damai kembali menjadi bagian dari China secara damai, balik ke mainland. Mungkin dikasih otonomi khusus yang sangat luas dan sebagainya selama berapa tahun. Dalam pikiran China, itulah the best scenario untuk Taiwan. Tapi apakah orang Taiwan siap untuk itu? Saya rasa orang China juga di Tiongkok pikirannya, kalau harus menunggu beberapa puluh tahun, mereka siap menunggu 20 tahun. Kita harap China tidak ada ketergesa-gesaan untuk mengambil alih Taiwan sehingga dilakukan secara militer. 

Secara diplomasi memang harus sabar, sampai orang Taiwan sendiri melihat bahwa masa depan mereka jauh lebih baik kalau bergabung dengan China. Sama dengan di Hong Kong. Karena itu juga China harus memberikan contoh yang baik di dalam pengelolaan Hong Kong dan Makau. Kalau orang Taiwan melihat Hong Kong dan Makau lebih makmur di bawah China, mereka atau mayoritas mereka juga akan berpikir, wah kalau begitu ya udahlah kita damai-damai saja bergabung kembali dengan China. Pada titik tertentu, Taiwan memang harus bergabung kembali dengan China, tapi kita harap prosesnya damai. 

Jika ASEAN harus memilih antara dua negara besar, Amerika dan China, bagaimana?
Tidak perlu kita memilih. Kita ini negara bebas aktif, nonblok. Untuk apa memilih? Kita netral saja. Memang ASEAN juga begitu, netral saja. Kita tak perlu memilih dan ngapain harus memilih? Kita bersahabat dengan semua. Kita berkawan dengan Amerika, kita berkawan dengan China. Kalau memang ada konflik di antara mereka, kalau perlu kita menawarkan jadi mediator. Daripada kita ikut. 

Kalau negara-negara ASEAN lain mau berpihak, bagaimana?
Ya, kebijakan luar negeri masing-masing. Tapi dalam konteks ASEAN, ASEAN netral dong. Masing-masing negara silakan ada kedekatan masing-masing. 

Jadi ASEAN tetap dengan dirinya sendiri?
Iya, gitu loh. Indonesia sebagai anchor-nya, jangkar di ASEAN. Kita tetap bebas aktif, nonblok. Cuma bebas aktif itu tidak berarti kemudian kita pasif.  Ya, bebas dan aktif.

Jangan bebas pasif?
Bebas aktif. 

Kita kembali ke politik domestik Indonesia. Bagaimana Anda melihat kondisi demokrasi di Indonesia saat ini?
Indonesia kita harapkan begini, demokrasi Indonesia ini baru berumur berapa? Dua puluhan tahun. Jadi memang enggak bisa di-compare dengan demokrasi di Amerika yang sudah 200 tahun lebih. Kita masih dalam proses konsolidasi reformasi demokrasi, jadi pasti ada up and down. Indeks demokrasi kita misalnya juga kan up and down. Penguasa bisa silih berganti, partai juga silih berganti, tetapi cita-cita demokrasi Indonesia tidak boleh padam.

Dan upaya untuk terus memperbaiki demokrasi di Indonesia itu harus terus kita lakukan. Siapapun jadi presiden, siapa pun berkuasa. Kecuali kalau ada yang memang mau dengan sengaja mematikan demokrasi. Pak Prabowo kan masih bicara tentang demokrasi dan segala macam. Jadi paling tidak masih ada komitmen untuk memperbarui. Cuma memang gaya pemerintahan masing-masing bisa berbeda-beda dan kepentingan-kepentingan politik bisa berbeda-beda.

Tapi saya sih melihat demokrasi Indonesia sudah semakin establish. Semakin bukan berarti sudah established, tapi semakin semakin terkonsolidasikan. Sehingga siapapun yang berusaha merusak demokrasi kita, pasti akan mendapatkan perlawanan. Dari rakyat, dari publik, dari berbagai macam elemen bangsa. Karena saya tidak melihat ada sistem lain yang lebih baik dari demokrasi untuk mengelola bangsa dan negara yang besar semacam ini. 

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Saat Rakyat Sulit Jangan Bagi-Bagi Jabatan!

JAKARTA – Ada ironi besar dalam kehidupan bernegara kita. Ketika rakyat

Di Balik Rumor Agustus: Menguji Kapasitas Ketahanan Rezim Prabowo

Ujian Substantif Welfare State Penguatan program strategis Presiden Prabowo menunjukkan pergeseran
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88