10 hours ago
18 mins read

Ni Komang Rasminiati: Jalan Tol Harus Menggerakkan Ekonomi Daerah

Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati (paling kanan), bersama Anggota BPJT Sony Sulaksono Wibowo (tengah) dan Tulus Abadi (kiri). (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Pembangunan jalan tol di Indonesia terus berkembang. Namun, bertambahnya panjang jalan tol tidak serta-merta menjamin konektivitas yang merata atau pertumbuhan ekonomi yang optimal. 

Di balik infrastruktur yang membentang, ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan: menyambungkan koridor-koridor utama, membenahi jalan penghubung, dan memastikan kawasan industri, sentra produksi, serta pusat-pusat ekonomi ikut tumbuh.

Bagi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), tantangan pembangunan jalan tol ke depan bukan sekadar membangun ruas baru, melainkan memastikan setiap ruas menjadi bagian dari ekosistem transportasi yang terintegrasi. Koordinasi dengan pemerintah daerah, kelayakan investasi, hingga kemampuan jalan tol mendorong aktivitas ekonomi menjadi faktor penting yang menentukan manfaat infrastruktur bagi masyarakat.

Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati, bersama Anggota BPJT Sony Sulaksono Wibowo dan Tulus Abadi, berbicara mengenai arah pengembangan jaringan jalan tol, persoalan konektivitas yang belum tuntas, hingga polemik tarif dan standar pelayanan minimum. Mereka juga mengulas ruas tol yang lalu lintasnya belum optimal karena kawasan di sekitarnya masih dalam tahap berkembang. 

Dalam wawancara bersama Total Politik ini, ketiganya memaparkan tantangan membangun jalan tol yang tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Kalau kita bicara tentang infrastruktur Indonesia hari ini, terutama di jalan tol, apakah ia masih menjadi prioritas utama? 
Kalau dari perspektif kami ya, pembangunan maupun pengembangan jalan tol itu tetap masih menjadi prioritas pemerintah. Dalam rangka tentunya memperkuat konektivitas nasional dan juga pertumbuhan ekonomi nasional. Ini sejalan dengan Asta Cita pemerintahan Bapak Presiden Prabowo, yaitu Asta Cita ketiga, keberlanjutan pembangunan infrastruktur. Dan juga Asta Cita kedua, bahwa di sana pemerintah akan terus mendukung kemandirian bangsa dalam konteks ketahanan pangan, energi, air, dan lain sebagainya. 

Jadi pembangunan jalan tol saya kira tidak berorientasi hanya menambah panjang ruas jalan tolnya, tidak. Tapi sesuai amanat peraturan perundang-undangan, memang jalan tol ini dibangun itu untuk pertama, pemerataan pembangunan.Sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperlancar distribusi arus orang dan barang. Dan yang paling penting juga bagaimana mendukung pengembangan sentra-sentra kegiatan ekonomi dengan terciptanya konektivitas yang berkelanjutan seperti itu. 

Tapi saya kira untuk ke depan pengembangan jaringan jalan tol memang harus dilaksanakan secara terencana dan juga selektif, tentunya dengan mempertimbangkan prioritas kebutuhan konektivitas. Kemudian manfaat ekonominya, dan juga kelayakan investasi, dan juga kemampuan pembiayaannya untuk pengembangan jaringan jalan tol ke depannya.

Kita sudah punya banyak jaringan jalan tol di Indonesia. Apakah masih ada yang kurang untuk ke depannya? 
Memang dalam satu dekade terakhir, pengembangan jalan tol itu sangat besar. Saat ini saja jalan tol yang beroperasi itu sudah sekitar 3.151,8 kilometer. Itu dikelola oleh 55  Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Itu terdiri dari 77 ruas. Ini tersebar dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan  Sulawesi. Tapi betul, memang pengembangan jaringan jalan tol ini menghadapi beberapa tantangan ya, yang memang harus dicari solusinya, dicari jalan keluarnya. Mungkin pertama itu sejumlah koridor utama ini belum nyambung secara utuh. Misalkan contohnya, di jalan tol Trans Sumatera. Ini kan masih terputus sampai Palembang-Betung, Jambi-Rengat, Rengat-Pekan Baru, ini masih terputus. Dan juga di Aceh-Lhokseumawe juga masih terputus. 

Jadi koridor utama di jalan tol trans Sumatera (JTTS) ini memang belum tersambung secara utuh. Itu tantangannya ke depan bagaimana menyambungkan koridor-koridor utama tersebut. Yang kedua juga tantangannya adalah konektivitas jalan tol sendiri itu dengan simpul-simpul transportasi. Seperti bandara, pelabuhan, dan juga pusat-pusat kegiatan ekonomi, sentra-sentra produksi. Ini memang menjadi tantangan tersendiri bagaimana mewujudkan konektivitas yang terintegrasi.

Terus yang ketiga ini juga tantangannya adalah jalan tol ini jaringannya sudah terbentuk. Dan jaringan jalan-jalan di luar jalan tol, baik jalan nasional maupun jalan daerah, namanya ini jalan provinsi, kabupaten, dan kota. Ini kan juga harus selaras. Kadang-kadang kapasitas di jalan tolnya sudah besar, sudah cukup—karena memang melayani lalu lintas jarak jauh—tapi tidak didukung oleh jaringan-jaringan penghubungnya, akses-aksesnya. Ini menjadi tantangan tersendiri juga bagaimana menyelaraskan satu ekosistem jaringan jalan ini. Tidak hanya jalan tol, tapi dengan juga jalan nasional dan jalan daerah. 

Berarti istilahnya kalau satu jalan tol dibangun harus ada juga yang ikut dibenahi, supaya benar-benar bermanfaat, termasuk itu jalan arteri segala macam? 
Ya, jalan arteri, jalan kolektor, segala macam. 

Sekarang misalnya kalau kita bicara jalan tol. Begitu kita keluar tol, jalannya tiba-tiba kecil atau rusak. Apa yang masih kurang dalam ini? 
Kondisi itu memang faktual terjadi di lapangan. Ini mungkin salah satu faktornya karena kalau jaringan jalan itu sekarang seluruhnya itu memang memiliki fungsinya sendiri, karakteristiknya sendiri . Dan juga kewenangan penyelenggaraannya ini berbeda-beda. Nah, kalau jalan tol kan memang dirancang untuk melayani lalu lintas. dengan kapasitas yang besar seperti itu ya, jarak jauh. Dan juga dengan standar pelayanan tertentu. 

Tapi sementara jalan-jalan di luar gerbang tol, masuk jalan akses, jalan penghubung ke jalan arteri tadi atau jalan kolektor. Ini memang memiliki kapasitas, kelas jalannya juga berbeda. Terus kewenangan penanganannya juga berbeda. Jadi kalau jalan nasional, jalan tol itu penyelenggaraannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dalam hal ini. Tapi kalau jalan provinsi oleh pemerintah provinsi, kemudian kota oleh pemerintah kota seperti itu. 

Maksudnya harus ada semacam koordinasi atau komunikasi? 
Tulus: Ketika jalan tol sudah terbangun, idealnya pemerintah pusat dan daerah bersama-sama menyiapkan jalan penghubung dengan kapasitas yang memadai, agar manfaat yang optimal.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Dedy Gunawan: Infrastruktur Bukan Sekadar Membangun Jalan

JAKARTA – Pembangunan infrastruktur tak cukup diukur dari panjang jalan yang

PLN Transisi

JAKARTA – Ketika beberapa bulan lalu Rapat Umum Pemegang Saham
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88