1 week ago
14 mins read

Geisz Chalifah: Menjaga Nyala Melayu yang Nyaris Padam

Produser Jakarta Melayu Festival, Geisz Chalifah. (Foto: Istimewa)

Publik mengenal Geisz bukan hanya karena Jakarta Melayu Festival. Namanya juga lekat dengan Anies Baswedan. Dalam Pemilihan Presiden 2024, Geisz menjadi salah satu pendukung Anies yang paling vokal. Hampir setiap hari ia menyampaikan pandangan politiknya melalui media sosial maupun berbagai forum diskusi. 

Menurut Geisz, kedekatannya dengan Anies bukan sesuatu yang lahir menjelang Pilpres, melainkan sudah terjalin jauh sebelumnya, termasuk ketika membangun Jakarta Melayu Festival bersama sejumlah sahabat.

Geisz lantas bercerita tentang awal mula istilah “Anak Abah”, pengalamannya mengikuti Pilpres 2024, hingga alasan mengapa ia menilai persoalan terbesar pemilu bukan terletak pada hasil, melainkan prosesnya.

Anda dikenal sebagai salah satu pendukung Anies Baswedan yang paling konsisten. Dari mana sebenarnya kedekatan itu bermula?
Hubungan kami sudah lama. Bahkan sejak awal Jakarta Melayu Festival, Pak Anies sudah ikut terlibat bersama teman-teman. Kami sama-sama membangun festival itu. Jadi kedekatan kami bukan karena Pilpres, tetapi sudah jauh sebelumnya. 

Salah satu istilah yang sangat melekat pada Pilpres 2024 adalah “Anak Abah”. Banyak orang menganggap itu bagian dari strategi politik. Benarkah?
Sama sekali tidak. Istilah itu muncul sangat natural. Tidak dibuat-buat dan tidak direkayasa. Waktu itu Pak Anies sedang siaran langsung di TikTok bersama putrinya. Ada seseorang yang bertanya, “Pak Anies, saya sudah tidak punya ayah. Bolehkah saya memanggil Bapak sebagai Abah?” Pak Anies menjawab, “Boleh.” Hanya sesederhana itu. Setelah itu percakapan tersebut viral. Potongan videonya beredar ke mana-mana, ditonton jutaan orang, lalu orang-orang mulai menyebut diri mereka “Anak Abah”. Jadi bukan kami yang menciptakan istilah itu. Ia lahir sendiri di media sosial. 

Berarti tidak pernah ada rapat atau strategi komunikasi untuk melahirkan istilah itu?
Tidak ada sama sekali. Justru waktu itu kami belum mengenal TikTok. Pak Anies belum punya akun. Saya juga belum punya. Karena pengguna TikTok sangat banyak, akhirnya muncul usulan agar Pak Anies mencoba siaran langsung. Salah satu pertanyaan yang muncul saat itu ya pertanyaan tentang “Abah” tadi. Suasananya malam hari dan sangat emosional. Banyak orang ikut terharu. Setelah itu videonya dipotong-potong dan menyebar ke mana-mana. Dari situlah istilah “Anak Abah” hidup sendiri. 

Jadi “Anak Abah” lebih merupakan label sosial daripada gerakan politik?
Iya. Menurut saya itu hanya label. Sama seperti istilah-istilah lain yang sering muncul dalam politik. Orang kemudian menyematkan label itu kepada para pendukung Pak Anies. Lucunya, umur saya lebih tua daripada Pak Anies, tetapi saya juga disebut Anak Abah. Itu menunjukkan bahwa media sosial memang penuh kejutan. 

Seberapa besar keyakinan Anda bahwa Anies akan memenangkan Pilpres 2024 lalu?
Sangat yakin. Kami benar-benar yakin. Pak Anies punya rekam jejak yang baik selama menjadi Gubernur Jakarta. Selain itu, setiap kali kami datang ke daerah, sambutan masyarakat luar biasa. Bahkan ketika saya datang tanpa Pak Anies sekalipun, acaranya tetap ramai. Saya melihat sendiri antusiasme masyarakat di Medan, Makassar, Jawa Timur, Jawa Barat, dan berbagai daerah lain. Karena itu kami yakin akan menang. 

Kapan keyakinan itu mulai berubah?
Menjelang akhir masa kampanye. Saya mulai mendengar banyak keluhan dari masyarakat. Di Sumatera Utara misalnya, ada warga yang mengatakan kepada saya bahwa mereka sebenarnya mendukung Pak Anies, tetapi aparat desa dipanggil dan diminta mengarahkan dukungan.

Ada juga cerita mengenai bansos dan pengumpulan KTP. Cerita seperti itu saya dengar di banyak tempat. Tentu kalau diminta menunjukkan bukti satu per satu, itu tidak mudah. Tetapi saya mengalami sendiri bagaimana cerita-cerita seperti itu muncul berulang kali selama berkeliling ke berbagai daerah. Karena itu saya selalu mengatakan, persoalannya bukan pada hasil akhirnya. Persoalannya ada pada prosesnya. 

Maksud Anda, persoalannya bukan pada perolehan suara?
Betul. Kalau kita bicara angka, mungkin orang akan melihat hasil akhirnya. Tetapi saya melihat prosesnya. Kalau prosesnya tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka di situlah persoalannya. Karena itu saya mengatakan, kami bukan kalah pada saat penghitungan suara. Yang saya persoalkan adalah proses sebelum masyarakat datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara). 

Setelah Pilpres selesai, Anda juga jarang mengomentari pemerintahan sekarang. Kenapa?
Karena sejak awal posisi saya sudah jelas. Saya mengatakan, kalau prosesnya bermasalah, maka saya memilih berhenti di situ. Sampai hari ini saya hampir tidak pernah mengomentari kinerja pemerintahan. Yang saya komentari sejak awal adalah proses politiknya. Karena menurut saya, persoalan utamanya memang ada di sana. Pemilu telah usai. Hiruk-pikuk kampanye juga berlalu. 

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius
Go toTop

Jangan Lewatkan

Air Mata di Atas Laut Ancol

Mimpi tentang Masjid Apung pun terhenti. Tetapi idenya tidak mati.

Membunuh Reputasi Tanpa Menuduh

JAKARTA – Mengapa juru bicara lembaga penegak hukum wajib menyampaikan
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88