1 week ago
14 mins read

Geisz Chalifah: Menjaga Nyala Melayu yang Nyaris Padam

Produser Jakarta Melayu Festival, Geisz Chalifah. (Foto: Istimewa)

Sebelum Jakarta Melayu Festival, Anda juga pernah membuat festival musik lain?
Iya. Waktu kuliah saya bersama Bambang Soesatyo membuat Festival Jazz Mahasiswa. Itu sebelum ada Friday Jazz Night di Ancol. Festival kami waktu itu cukup ramai. Setelah itu Ancol mengambil idenya dan lahirlah Friday Jazz Night

Kenapa memilih nama Jakarta Melayu Festival?
Karena Jakarta adalah pusat perhatian. Kalau memakai nama Jakarta, spotlight-nya lebih kuat. Jakarta menjadi semacam pusat sehingga orang lebih mudah memberi perhatian. 

Kegiatan utamanya tetap konser tahunan?
Iya, konser tahunan setiap bulan Agustus. Sekarang kami masih melihat situasi. Kondisi ekonomi memang sedang berat, jadi kami terus mempertimbangkan bagaimana penyelenggaraannya nanti. 

Selain festival tahunan, apakah ada kegiatan lain untuk menjaga musik Melayu tetap hidup?
Ada. Saya membentuk grup musik Seroja Band. Mereka tampil membawakan lagu-lagu Melayu di kafe dan restoran yang selama ini tidak pernah dibayangkan menjadi tempat musik Melayu dimainkan. Sampai sekarang mereka masih tampil di kawasan Kemang, Menteng, dan beberapa tempat lain. Coba bayangkan, orang datang ke sebuah restoran di Menteng atau Kemang, lalu yang mereka dengar justru musik Melayu. Ternyata diterima. Pengunjungnya tetap banyak. Artinya, musik Melayu sebenarnya masih memiliki penikmat. 

Tetapi kesannya anak muda sekarang kurang akrab dengan musik Melayu?
Saya justru tidak melihat persoalannya di situ. Bukan karena anak muda tidak menyukai Melayu. Persoalannya ada pada kampanye dan sosialisasi. Melayu telanjur diberi kesan sebagai musik orang tua. Padahal musik itu melintasi batas usia dan budaya. Yang perlu dilakukan adalah mencari cara agar musik Melayu bisa masuk ke ruang-ruang yang dekat dengan generasi muda. 

Dalam pandangan Anda, bagaimana posisi dangdut terhadap musik Melayu?
Rhoma Irama melakukan revolusi terhadap musik Melayu dan melahirkan dangdut. Nuansanya kemudian banyak dipengaruhi musik India, terutama dari penggunaan tabla dan warna musik film-film India yang pada era 1950-an sangat populer di Indonesia. Saya membaca sejarahnya seperti itu. Musisi-musisi Melayu waktu itu tidak ingin tertinggal oleh tren. Mereka mulai memasukkan unsur-unsur India ke dalam musik Melayu. Rhoma kemudian membawa perubahan yang lebih besar lagi lewat Soneta. Dari situlah lahir warna baru yang sekarang kita kenal sebagai dangdut. 

Siapa saja yang sejak awal terlibat dalam Jakarta Melayu Festival?
Promotornya memang saya. Tetapi banyak teman ikut membantu. Di antaranya Anies Baswedan. Dari awal beliau sudah terlibat bersama teman-teman lain. Waktu itu juga ada kawan-kawan dari berbagai latar belakang. Kami sama-sama membangun festival ini karena punya perhatian yang sama terhadap budaya Melayu. 

Kalau tidak melibatkan pemerintah, dari mana pendanaan festival berasal?
Dari swasta dan teman-teman yang punya perhatian terhadap budaya Melayu. Tetapi terus terang, sebagian besar berasal dari saya sendiri. Makanya saya selalu bilang, pekerjaan ini lebih banyak digerakkan oleh idealisme daripada kepentingan komersial. Saya pernah berdiskusi dengan beberapa orang yang mengelola industri pertunjukan. Mereka juga heran kenapa festival ini terus berjalan. Jawaban saya sederhana: karena saya memang suka mengerjakannya. 

Anda juga penikmat musik jazz?
Iya. Saya memang menikmati jazz, tetapi bukan jazz yang terlalu berat atau terlalu eksperimental. Saya lebih suka jazz yang masih mudah dinikmati pendengar umum. Musik yang terlalu rumit kadang hanya bisa dipahami oleh pemainnya sendiri. Sementara saya lebih senang musik yang tetap bisa berkomunikasi dengan pendengarnya. 

Dulu budaya Melayu cukup sering tampil di TVRI. Sekarang justru terasa semakin jarang. Kenapa?
Dulu Melayu bahkan menjadi musik istana pada masa Presiden Soekarno. Belakangan memang ada upaya menghidupkannya lagi di TVRI. Tetapi menurut saya kesannya seperti dipaksakan karena dukungan anggarannya lemah. Musik Melayu tidak bisa diproduksi secara asal-asalan. Kalau melihat Jakarta Melayu Festival, saya selalu berusaha memberikan kualitas terbaik. Sebagian pertunjukan bahkan menggunakan orkestra. Karena kalau dikerjakan setengah-setengah, hasilnya tidak akan memuaskan. Saya pernah melihat ada yang mencoba membuat acara serupa. Tetapi tidak sampai setahun sudah berhenti. 

Apa yang membuat generasi muda sekarang semakin jauh dari budaya Melayu?
Salah satunya karena pendidikan. Budaya Melayu nyaris tidak mendapat ruang dalam kurikulum. Padahal bahasa Indonesia sendiri berakar dari bahasa Melayu. Tetapi akar itu seperti ingin dipisahkan, seolah-olah bahasa Indonesia berdiri sendiri tanpa sejarah. Saya juga punya kecurigaan pribadi—dan ini tentu sangat subjektif—bahwa identitas Melayu sering dikaitkan dengan Islam. Mungkin karena itu pembahasannya menjadi tidak terlalu menonjol. Bisa saja saya keliru, tetapi itu prasangka saya sebagai orang yang mengikuti perkembangan ini. 

Kalau begitu, apa yang harus dilakukan agar Melayu kembali dekat dengan generasi muda?
Kolaborasi. Saya sudah mencoba berkolaborasi dengan musik jazz, dengan berbagai musisi, dan hasilnya bagus. Ke depan harus lebih banyak kolaborasi lagi. Berikan ruang kepada musisi-musisi Melayu untuk berkarya. Dorong mereka membuat lagu baru. Berikan panggung. Kalau tidak diberi ruang, bagaimana orang bisa mengenal mereka? Saya sendiri masih terus membuat rekaman. Biayanya memang mahal dan tidak selalu menghasilkan keuntungan. Tetapi ikhtiarnya harus tetap berjalan.

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius
Go toTop

Jangan Lewatkan

Air Mata di Atas Laut Ancol

Mimpi tentang Masjid Apung pun terhenti. Tetapi idenya tidak mati.

Membunuh Reputasi Tanpa Menuduh

JAKARTA – Mengapa juru bicara lembaga penegak hukum wajib menyampaikan
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88