17 hours ago
5 mins read

Air Mata di Atas Laut Ancol

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Saya pernah menonton sebuah film di bioskop. Judul dan ceritanya sudah lama saya lupa. Tetapi ada satu hal yang justru saya ingat sampai sekarang: iklan sebelum film dimulai.

Iklan itu adalah iklan kulkas Sharp. Yang menarik, iklan tersebut tidak menjual lamanya waktu pemakaian, bukan pula soal efisiensi listrik atau harga murah. Yang ditonjolkan justru sertifikat halal.

Saya kemudian berpikir: apa hubungan kulkas dengan sertifikat halal?

Iklan itu diputar di bioskop yang tentu saja bukan tempat murah untuk beriklan. Berarti ada perhitungan mengenai siapa yang menjadi sasaran. Saya kemudian menarik kesimpulan sederhana: ada pasar kelas menengah Muslim yang besar, dan mereka adalah konsumen yang menarik untuk dibidik.

Pikiran saya kemudian berjalan lebih jauh. Saya teringat demonstrasi 212. Hotel hotel di sepanjang Sudirman Thamrin penuh. Kawasan sekitar Monas juga dipenuhi orang. Saya teringat Masjid Kubah Emas di Cinere yang selalu ramai dikunjungi.

Lalu saya berpikir tentang Ancol. Kalau Ancol memiliki sebuah ikon wisata religi berupa masjid apung, bukankah itu bisa menjadi sumber pemasukan sekaligus daya tarik baru yang nilainya bahkan mungkin melampaui sejumlah wahana yang selama ini menjadi ikon Ancol?

Jakarta dan Jabodetabek memiliki puluhan juta penduduk. Di dalamnya ada kelompok perempuan, ibu ibu pengajian, kelompok arisan, komunitas keluarga, yang setiap bulan mencari tempat baru untuk dikunjungi. Mereka mencari destinasi, berfoto, makan bersama, berkumpul, sekaligus menjalankan kegiatan keagamaan.

Mengapa tidak Ancol menangkap pasar itu? Malam itu saya berpikir: bagaimana menjelaskan gagasan ini kepada direksi Ancol? Saya tidak ingin gagasan ini masuk ke ruang rapat sebagai semangat keagamaan. Saya ingin membicarakannya sebagai gagasan bisnis.

Ancol adalah perusahaan. Karena itu saya harus berbicara dengan bahasa perusahaan. Saya tidak menyampaikannya sekaligus dalam rapat. Saya mendatangi para direksi satu per satu agar kami bisa berbicara lebih panjang dan terbuka.

Saya mulai dari Pak Paul Tehusijarana, ketika beliau menjabat sebagai Direktur Utama. Saya jelaskan gagasan saya: Ancol perlu memiliki sebuah ikon baru. Bukan sekadar masjid, tetapi destinasi wisata religi yang mempunyai cerita, desain, pengalaman, dan nilai ekonomi.

Pak Paul mengatakan kurang lebih begini: “Saya setuju. Mari kita masukkan dalam agenda rapat direksi dan komisaris.”

Setelah itu saya berbicara dengan Pak Daniel Nainggolan, Direktur Keuangan. Sebagai orang keuangan, pertanyaan Pak Daniel tentu berbeda. “Berapa angkanya?”

Saya menjawab dengan yakin: “Tidak lebih dari Rp50 miliar.”

Pak Daniel heran. “Lho, kok bisa? Di Bandung saja membangun masjid sampai Rp1 triliun.”

Saya tertawa. “Pak Daniel, di Jakarta ini sudah ada sejuta masjid. Kita tidak sedang membangun masjid besar besaran. Kita sedang membangun masjid sebagai wisata religi.”

Saya membayangkan masjid itu cukup untuk sekitar 2.000 orang. Yang penting bukan ukurannya. Yang penting adalah cerita dan pengalaman yang ditawarkan.

Saya tidak ingin membangun sebuah masjid tanpa konteks. Saya ingin ada cerita tentang sejarah Jakarta, terutama sejarah Islam di utara Jakarta. Ada sejarah pelabuhan, perdagangan, perjumpaan berbagai bangsa dan kebudayaan. Ada cerita tentang Laksamana Cheng Ho, jalur perdagangan, Turki Usmani, dan perjalanan Islam yang berhubungan dengan sejarah Jakarta.

Masjid itu harus menjadi pintu masuk untuk memahami sejarah. Karena itu saya meminta Syamsuddin Ch. Haesy, seorang sejarawan, untuk menulis sejarah Islam di Jakarta sebagai bagian dari gagasan tersebut. Dari gagasan dan narasi sejarah itulah kemudian Andra Matin menerjemahkannya ke dalam desain arsitektur.

Saya ingin masjid itu indah. Bukan indah karena kemegahan yang berlebihan, tetapi indah karena gagasannya. Pada 27 Maret 2019, pukul 11.35, keputusan pembangunan Masjid Apung di Ancol akhirnya diketuk.

Bagi saya, itu bukan sekadar keputusan pembangunan sebuah gedung. Itu adalah kemenangan sebuah gagasan. Setelah keputusan tersebut, saya terus mengikuti prosesnya. Saya berbicara dengan direksi lainnya satu per satu. Saya juga berbicara dengan para komisaris. Sengaja saya lakukan terpisah agar pembicaraannya benar benar menjadi diskusi, bukan sekadar persetujuan formal.

Pada November 2019, pembangunan Masjid Apung memasuki tahap ground breaking. Ketika itu semuanya terasa semakin nyata. Saya gembira. Saya mengikuti proses demi proses.  Saya membayangkan sebentar lagi bangunan itu akan berdiri di atas laut.

Tetapi kemudian datang sesuatu yang tidak pernah kami perhitungkan. Pandemi Covid-19. Ancol ditutup. Pendapatan tergerus. Perusahaan harus bertahan hidup. Proyek-proyek yang sebelumnya berjalan harus dihitung ulang.

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius
Go toTop

Jangan Lewatkan

Geisz Chalifah: Menjaga Nyala Melayu yang Nyaris Padam

JAKARTA – Publik lebih mengenal Geisz Chalifah sebagai sosok yang kerap

Membunuh Reputasi Tanpa Menuduh

JAKARTA – Mengapa juru bicara lembaga penegak hukum wajib menyampaikan
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88