2 months ago
5 mins read

Air Mata di Atas Laut Ancol

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Mimpi tentang Masjid Apung pun terhenti. Tetapi idenya tidak mati. Semangatnya juga tidak mati. Hanya saja, uangnya tidak ada.

Saya kemudian menghubungi M. Taufik, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ketika itu. Saya meminta bertemu, bercerita, berkeluh kesah, dan meminta bantuan mencari jalan keluar agar Masjid Apung tetap bisa dibangun.

Taufik, seperti biasa, menjawab dengan enteng: “Gampang. Lu minta sama Anies agar dana KLB dipindahkan ke Masjid Apung.”

Saya gembira mendengarnya. Saya kemudian mendatangi pejabat Asisten Perekonomian Pemprov DKI dan menyampaikan gagasan yang diberikan sahabat saya itu. Jawabannya sederhana: “Tak semudah itu.”

Ada birokrasi yang harus dilewati. Ancol kemudian mengalami pergantian sebagian direksi. Situasi pandemi masih berat. Saya kembali mencari jalan lain.

Seorang teman yang menjadi direksi Bank DKI saya hubungi untuk bertemu. Saya tahu ketika itu Bank DKI mendapatkan suntikan dana sekitar Rp2 triliun. Saya bertanya apakah mungkin Ancol mendapatkan kredit untuk membiayai pembangunan Masjid Apung. Jawabannya: “Bisa.”

Saya kembali ke Ancol. Saya berbicara dengan Pak Hary, yang saat itu menjadi Direktur Keuangan yang baru. Tetapi lagi lagi ada proses yang harus dilewati. Proses itu menjadi lamban. Kemudian semakin lamban. Lalu terkatung katung. 

Sampai akhirnya saya marah. Tetapi saya tidak marah kepada direksi Ancol. Saya tidak memarahi aparat Pemprov DKI. Saya datang membawa kemarahan itu kepada Gubernur Anies Baswedan.

Saya ceritakan kebuntuan yang saya hadapi. Saya ceritakan proses yang seolah olah tidak pernah menemukan ujung. Saya katakan bahwa kalau keadaan seperti ini terus berlangsung, proyek yang sudah dimulai itu akan kehilangan harapan.

Saya tidak tahu persis apa yang dilakukan Anies. Saya tidak tahu langkah apa yang dia ambil. Saya hanya tahu bahwa tidak lama kemudian Pak Teuku Sahir Syahali, Direktur Utama Ancol, menghubungi saya. “Pak Geis, ada kabar gembira.”

“Kabar apa?”

“Masjid Apung akan tetap dibangun. Pak Anies sudah perintahkan.”

Saya spontan menjawab: “Alhamdulillah.”

Bagi saya, itu adalah titik balik. Saya memahami satu hal: waktu Anies sebagai Gubernur tinggal beberapa bulan. Karena itu, pembangunan harus segera mendapatkan kepastian.

Lokasinya kemudian berubah. Maka harus ada ground breaking kembali. Nama masjid juga harus segera ditegaskan agar proyek tersebut memiliki identitas dan tidak mudah dihentikan oleh pemerintahan berikutnya.

Nama “Masjid Apung Jakarta” diberikan oleh Anies karena sudah melekat dalam perjalanan gagasan ini sejak awal dan diperkenalkan dalam rangkaian pembangunan pada era Anies.

Hari ini, perjalanan itu sudah sampai pada babak yang berbeda. Masjid Apung Ancol akhirnya benar benar dibangun. Bagi saya, selesainya pembangunan ini bukan hanya tentang berdirinya sebuah bangunan di atas laut.

Ini adalah tentang sebuah gagasan yang pernah hampir berhenti, tetapi akhirnya menemukan jalan untuk diwujudkan. Karena itu saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno yang telah menuntaskan perjalanan panjang ini.

Saya tahu sebuah proyek tidak pernah selesai hanya karena satu orang. Ada banyak orang yang bekerja, banyak keputusan yang diambil, banyak proses yang harus dilewati, dan banyak pihak yang ikut menjaga agar gagasan ini tidak mati di tengah jalan.

Tetapi pada akhirnya ada orang yang harus memastikan bahwa pekerjaan yang sudah dimulai dapat diselesaikan. Untuk itu, kepada Pak Pramono Anung dan Bang Rano Karno, saya menyampaikan terima kasih.

Masjid Apung Jakarta akhirnya bukan lagi sekadar gagasan yang saya ceritakan dari satu ruang ke ruang lainnya. Ia telah menjadi kenyataan.

Sebentar lagi masjid ini akan diresmikan. Memang masjid ini belum digunakan untuk sholat, belum diresmikan, tetapi ketika saya melihat masjid itu berdiri gagah di atas air, saya tidak mampu menahan perasaan.

Airmata saya jatuh. Mungkin karena saya teringat bagaimana semuanya bermula. Sebuah iklan kulkas Sharp di sebuah bioskop. Sebuah pertanyaan sederhana tentang sertifikat halal. Lalu sebuah gagasan yang saya bawa dari satu orang ke orang lainnya.

Gagasan yang sempat diketuk dalam rapat, kemudian dibangun, terhenti oleh pandemi, hampir mati karena ketiadaan dana, tersendat oleh birokrasi, lalu akhirnya menemukan jalan kembali.

Dan sekarang saya bisa melihat wujudnya. Masjid Apung Jakarta berdiri gagah. Bagi saya, airmata itu bukan hanya karena melihat sebuah masjid. Tetapi karena melihat sebuah gagasan yang hampir hilang akhirnya menjadi kenyataan.

Kalau hari ini orang melihat sebuah masjid berdiri di atas laut, mungkin yang terlihat hanyalah sebuah bangunan. Bagi saya, yang terlihat jauh lebih panjang. Saya melihat sebuah iklan kulkas Sharp di bioskop. Saya melihat sebuah pertanyaan kecil di kepala saya:

Apa hubungan kulkas dengan sertifikat halal? Dari pertanyaan kecil itu, pikiran saya kemudian berjalan ke pasar kelas menengah Muslim. Dari sana saya berpikir tentang wisata religi. Dari wisata religi saya berpikir tentang Ancol. Dari Ancol lahir gagasan Masjid Apung.

Kemudian ada rapat direksi, diskusi dengan komisaris, sejarawan, arsitek, anggaran Rp50 miliar, groundbreaking, pandemi, kebuntuan birokrasi, M. Taufik, Bank DKI, Anies Baswedan, pergantian direksi, Pramono Anung, Rano Karno, dan perjalanan panjang yang hampir membuat semuanya berhenti.

Begitulah perjalanan sebuah gagasan. Tidak selalu berjalan lurus. Tidak selalu seindah dongeng. Tetapi selama gagasan itu tidak mati, selalu ada kemungkinan ia menemukan jalannya. Dan hari ini, ketika Masjid Apung itu akhirnya berdiri, saya hanya bisa mengatakan: Alhamdulillah.*

Geisz Chalifah, Produser Jakarta Melayu Festival.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Jakarta Makin Keren

JAKARTA – Sesuatu yang dulu tak pernah terbayangkan. esuatu yang

Geisz Chalifah: Menjaga Nyala Melayu yang Nyaris Padam

Sebelum Jakarta Melayu Festival, Anda juga pernah membuat festival musik
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88