1 month ago
8 mins read

Kisah Petugas Haji: Lelaki yang ‘Menjaga Madinah’ dari Belakang Layar

Mohammad Tohir, tenaga pendukung PPIH Arab Saudi 2026 Daker Madinah. (Foto: Chairul Akhmad/MCH 2026)

MADINAH — Setiap pagi, sebelum rapat dimulai, sebelum Kepala Daerah Kerja (Kadaker), para kepala Kepala Seksi (Kasi), duduk membicarakan pergerakan jemaah, sebelum petugas hilir-mudik membawa kabar dari sektor, ada satu hal yang lebih dulu dipastikan Mohammad Tohir: kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah harus sudah siap.

Lantai harus bersih. Gelas-gelas harus tertata. Air minum harus tersedia. Pengharum ruangan harus terpasang. Ruang rapat harus rapi. Kamar petugas yang baru datang atau baru ditinggalkan harus dipastikan bersih. Jika ada belanjaan, ia ikut mengangkatnya. Jika ada kebutuhan mendadak, ia harus siap turun tangan. Jika ada rapat yang waktunya berhimpitan, ia dan tim harus bergerak lebih cepat daripada jadwal.

Pekerjaan itu nyaris tak pernah masuk sorotan. Tak ada kamera yang menunggu ketika ia memeriksa kebersihan halaman depan dan belakang kantor Daker Madinah. Tak ada tepuk tangan ketika ia memastikan ruang rapat siap dipakai atau ketika ia menyiapkan minuman untuk petugas yang sedang bergulat dengan tumpukan persoalan jemaah. Bahkan, sebagian besar jemaah mungkin tidak pernah mengenal namanya.

Namun justru di sanalah Mohammad Tohir berdiri selama bertahun-tahun: di belakang layar, menjaga agar mesin pelayanan haji tetap bergerak.

Pria asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, itu adalah tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)  Arab Saudi 2026 di Daker Madinah. Tugas resminya terdengar sederhana: pramusaji dan kebersihan. Tetapi dalam operasional haji, kesederhanaan itu sering kali menipu. Sebab di balik pekerjaan yang tampak sepele, ada satu tanggung jawab yang tak kecil: memastikan para petugas yang berada di garis depan pelayanan bisa bekerja dalam keadaan siap, nyaman, dan tertopang.

Tohir sudah menjadi bagian dari PPIH Arab Saudi sejak 2015. Tahun ini adalah musim haji kesembilannya.

Menjaga kantor, menjaga pelayanan
Tohir bukan petugas yang bersentuhan langsung dengan jemaah setiap hari seperti petugas sektor, transportasi, perlindungan, atau layanan lansia. Ia juga bukan pengambil kebijakan yang duduk di ruang rapat, memutuskan langkah-langkah besar untuk mengurai kepadatan, mengatur pergerakan kloter, atau menyelesaikan masalah operasional.

Ia bekerja di tempat yang lebih sunyi: di jantung pendukung operasional. Setiap hari, pekerjaannya dimulai dengan memeriksa kantor Daker Madinah. Kebersihan ruangan, ketersediaan air minum dan makanan ringan, kondisi ruang sekretariat, halaman luar, hingga kamar-kamar petugas yang akan ditempati atau baru saja ditinggalkan—semuanya harus dicek. Tidak boleh ada yang tampak berantakan. Tidak boleh ada sudut yang membuat tamu atau petugas merasa tidak nyaman.

“Yang utama kebersihan. Kemudian menyiapkan makanan ringan atau minuman kepada para petugas, terutama Kadaker, Sekretaris, para Kasi, dan semua petugas yang ada di kantor Daker Madinah,” tuturnya.

Dari luar, tugas itu mungkin tampak seperti rutinitas hotel atau pekerjaan rumah tangga yang diperbesar skalanya. Tapi Tohir memandangnya dengan cara yang berbeda. Baginya, kebersihan dan kesiapan ruang kerja bukan urusan kosmetik. Itu bagian dari pelayanan.

Sebab di kantor itulah keputusan-keputusan penting untuk jemaah diambil. Di meja-meja itulah rapat berlangsung. Di ruang-ruang itu para petugas merumuskan langkah, membahas masalah, dan mencari jalan keluar bagi puluhan ribu jemaah Indonesia yang tersebar di Madinah.

Karena itu, Tohir meyakini satu hal: jika petugas yang mengambil keputusan bisa bekerja dengan nyaman, jernih, dan tertopang, maka jemaah pun akan ikut merasakan dampaknya.

“Walaupun kami tidak bersentuhan langsung dengan jemaah, kami yakin apa yang kami lakukan ini sama saja dengan melayani jemaah,” katanya. “Kalau kami melayani bapak-bapak dan ibu-ibu petugas reguler dengan baik, otomatis mereka bisa mengambil keputusan terbaik bagi jemaah.”

Di titik itulah pekerjaan Tohir menemukan maknanya. Ia memang tidak selalu berada di depan jemaah, tetapi ia berdiri di belakang orang-orang yang setiap hari memikirkan jemaah. Dan bagi Tohir, itu sudah cukup untuk membuat pekerjaannya bernilai ibadah.

Bekerja tanpa tegang
Tohir masih ingat masa awal ketika pertama kali bergabung sebagai tenaga pendukung pada 2015. Bagi orang luar, masuk ke lingkungan operasional haji di Arab Saudi mungkin terasa menegangkan. Ada ritme kerja yang cepat, banyak orang baru, banyak istilah, banyak aturan, dan banyak tuntutan yang tak bisa ditunda.

Namun Tohir beruntung. Ia datang ke lingkungan yang sudah diisi banyak wajah lama. “Proses adaptasi cukup mudah. Kami banyak berkomunikasi, banyak bertanya kepada senior-senior tentang tugas-tugas yang dibebankan kepada kami,” katanya.

Para senior itu bukan hanya mengajari hal-hal teknis, tetapi juga memperlihatkan cara menjaga ritme kerja selama musim haji. Tohir belajar bahwa di tengah padatnya operasional, ketegangan justru harus dikelola. Kadang caranya sederhana: bercanda, saling menyapa, menjaga komunikasi agar suasana tetap cair.

Barangkali itulah salah satu alasan mengapa ia bisa bertahan sembilan musim haji. Karena ia tak datang sebagai orang yang ingin menonjol sendiri. Ia datang sebagai bagian dari tim. Ia tahu kapan harus bertanya, kapan harus membantu, kapan harus diam, dan kapan harus bergerak lebih cepat.

Mohammad Tohir saat melaksanakan tugas di Daker Madinah. (Foto: Dok. Pribadi)

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Perkuat Kemitraan Rantai Pasok Haji dengan Saudi

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan kemitraan strategis

Kemenhaj Teguhkan Nasionalisme Lewat Doa Kebangsaan

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Doa dan Zikir
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88