4 months ago
1 min read

Yerusalem Terancam Rencana Israel Bangun Permukiman Baru

Permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. (Foto: Antara/Anadolu)

YERUSALEM – Rencana Israel untuk membangun 9.000 unit permukiman di Tepi Barat bagian tengah mengancam wilayah Yerusalem.

“Otoritas pendudukan Israel berupaya mewujudkan rencana permukiman berbahaya di atas lahan Bandara Internasional Yerusalem dan kawasan sekitarnya,” kata pemerintah kegubernuran Yerusalem dalam sebuah pernyataan, Senin (15/12/2025).

Rencana tersebut dinilai menjadi ancaman langsung terhadap keterkaitan geografis dan demografis antara Yerusalem dan Kota Ramallah.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa Israel berencana mendirikan permukiman di kawasan Palestina yang padat penduduk seperti Kafr Aqab, Qalandia, Al-Ram, Beit Hanina, dan Bir Nabala.

Rencana itu dianggap memperkuat kebijakan Israel untuk memisahkan dan mengisolasi Yerusalem dan daerah sekitarnya, serta merusak setiap cakrawala politik yang didasarkan pada Solusi Dua Negara.

Sebuah komite Israel dijadwalkan bertemu pada Rabu (17/12/2025) untuk membahas percepatan rencana itu, termasuk kemungkinan mengalokasikan sejumlah kawasan bagi proyek tersebut.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan Israel baru-baru ini meminta pengalihan dana sebesar 16 juta shekel (sekitar Rp83 miliar) untuk rehabilitasi lahan yang tercemar, termasuk Bandara Internasional Yerusalem, agar proyek dapat segera dilaksanakan.

Pemerintah kegubernuran itu memperingatkan bahwa pelaksanaan rencana itu akan mengarah pada pembentukan kantong permukiman yang memisahkan Yerusalem utara dari lingkungan Palestina di sekitarnya.

Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok, sebuah badan resmi Palestina, sebelumnya menyatakan bahwa Israel telah menyita lahan seluas 2.800 dunam (sekitar 2,8 juta meter persegi) di Tepi Barat November lalu lewat pendudukan dan perintah perampasan serta perubahan batas lahan negara.

PBB telah berkali-kali menegaskan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki melanggar hukum internasional dan merusak kemungkinan tercapainya Solusi Dua Negara.

Pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) mengeluarkan pendapat penting yang menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina sebagai tindakan ilegal dan menyerukan pengosongan seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.*

Sumber: Antara/Anadolu.

Komentar

Your email address will not be published.

Go toTop

Jangan Lewatkan

Iran Tetap Jadi Penghalang Proyek ‘Israel Raya’

Israel ingin memperluas pengaruhnya di Timur Tengah. Kegagalannya mengalahkan Iran

Serangan Israel terhadap UNRWA Jadi Bagian Sentral Genosida Palestina

Serangan Israel terhadap badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) merupakan
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88