4 weeks ago
3 mins read

Perang Bikin Iran Gelap Gulita

Koridor yang gelap gulita dan fasilitas yang tidak berlampu telah menjadi kenyataan sehari-hari di Iran karena pemadaman bergilir membuat infrastruktur sipil gelap gulita. (Foto: Aljazeera)

TEHERAN – Di dalam gerbong kereta bawah tanah Teheran, dua mahasiswa Universitas Teknologi Sharif duduk berdampingan tanpa banyak bicara. Mata mereka tertuju pada layar ponsel yang memutar berulang-ulang sebuah video viral. 

Seorang pedagang es krim terlihat mengamuk. Bukan karena dagangannya sepi, melainkan karena sekitar 180 kilogram es krim yang ia simpan mencair begitu saja setelah listrik kembali padam.

Bagi banyak orang, video itu mungkin hanya potongan kemarahan seorang pedagang kecil. Namun bagi Kamran, mahasiswa berusia 22 tahun yang ikut menontonnya, video tersebut adalah potret keseharian yang kini dialami jutaan warga Iran.

Beberapa hari sebelumnya, listrik juga padam di kampusnya. Server universitas mati ketika ujian akhir sedang berlangsung. Platform ujian elektronik tak lagi bisa diakses. Sebanyak 38 mata kuliah akhirnya ditunda hingga bulan depan.

“Pemadaman listrik telah mengacaukan semua rencana kami,” kata Kamran kepada Aljazeera.

Baginya, persoalannya bukan sekadar ujian yang tertunda, tetapi hilangnya kepastian. Ia bisa menghabiskan semalaman untuk belajar, hanya untuk bangun keesokan hari dan mendapati seluruh ujian dibatalkan karena listrik kembali mati.

Di sebelahnya, Moein memandang persoalan itu dari sudut yang lebih kelam. Menurut mahasiswa berusia 24 tahun tersebut, korban sesungguhnya bukanlah mahasiswa yang kehilangan jadwal ujian.

“Tanyakan kepada pasien yang bergantung pada ventilator di rumah atau mereka yang harus menyimpan obat-obatan penting di lemari pendingin. Bagi mereka, pemadaman listrik bukan soal ujian yang tertunda. Ini soal hidup dan mati,” ujarnya.

Para pemilik usaha kecil semakin bergantung pada generator portabel yang berisik di trotoar kota untuk menyelamatkan barang-barang yang mudah rusak agar tidak busuk selama pemadaman listrik mendadak. (Foto: Aljazeera)

Janji yang pupus dan infrastruktur yang dibom
Ironisnya, semua ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintah Iran menjanjikan musim panas tanpa pemadaman listrik.

Sebelum pecah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada Februari lalu, Presiden Masoud Pezeshkian bersama Menteri Energi Abbas Aliabadi meyakinkan masyarakat bahwa pasokan listrik akan aman sepanjang musim panas.

Janji itu kini tinggal kenangan. Gelombang panas yang menyelimuti Iran datang bersamaan dengan serangan militer baru Amerika Serikat ke wilayah selatan negara tersebut. Pemadaman yang sebelumnya hanya sesekali kini berubah menjadi rutinitas harian.

Ketika seorang jurnalis bertanya mengenai pemadaman listrik mendadak tanpa pemberitahuan, Ketua Dewan Kota Teheran Mehdi Chamran menjawab singkat.

“Kalau Anda tahu berapa banyak fasilitas listrik yang dibom dua hari lalu, Anda tidak akan menanyakan hal ini.”

Pernyataan itu diperkuat Direktur Utama perusahaan listrik nasional Iran, Mohammad Allahdad. Ia mengungkapkan kapasitas jaringan listrik nasional turun hingga 4.200 megawatt setelah lebih dari 2.000 titik jaringan mengalami kerusakan.

Media lokal melaporkan pembangkit listrik di Pulau Kish ikut menjadi sasaran serangan. Jaringan distribusi di Bandar Abbas, Jask, dan Chabahar juga mengalami kerusakan berat, memperburuk kondisi yang sebelumnya sudah tertekan oleh cuaca ekstrem.

Teheran perlahan belajar hidup dalam kegelapan. Generator portabel yang mengeluarkan suara bising kini menjadi penyelamat toko-toko kecil agar makanan tidak membusuk. Papan reklame digital yang biasanya menerangi jalan utama berubah gelap. Di sejumlah persimpangan, polisi kembali mengatur lalu lintas secara manual karena lampu pengatur kendaraan tak lagi berfungsi.

Hanya rumah sakit yang masih bertahan. Sistem listrik cadangan membuat ruang perawatan intensif tetap menyala ketika lingkungan di sekitarnya tenggelam dalam gelap.

Papan reklame digital tampak gelap di seluruh Teheran karena jaringan listrik nasional yang kewalahan berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar. (Foto: Aljazeera)

Paradoks Energi
Di balik semua itu tersimpan sebuah paradoks. Profesor ekonomi Universitas Teheran Bahman Arman menjelaskan bahwa dua konsumen listrik terbesar Iran, Mobarakeh Steel Company dan Khouzestan Steel, praktis berhenti menggunakan listrik setelah terkena serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Secara teori, berhentinya dua industri raksasa tersebut seharusnya mengembalikan sekitar 2.000 megawatt listrik ke jaringan nasional.

Namun kenyataannya tidak demikian. Kompleks petrokimia Mahshahr yang sebelumnya justru menyuplai listrik ke jaringan nasional ikut dibom. Kini fasilitas tersebut berubah menjadi pengguna listrik, bukan lagi pemasok.

“Sumber surplus berubah menjadi sumber defisit,” kata Arman.

Baginya, perang bukan penyebab utama krisis energi Iran. Menurut Arman, akar persoalan sudah lama tumbuh: investasi yang minim, jaringan transmisi yang menua, tingginya kehilangan energi, serta lambatnya pembangunan pembangkit baru.

“Perang hanyalah jerami terakhir yang mematahkan punggung unta,” ujarnya.

Kurangnya investasi kronis, kehilangan energi yang sangat besar dalam jaringan listrik, dan jaringan transmisi yang sudah tua tetap menjadi akar penyebab defisit energi yang parah di Iran. (Foto: Aljazeera)

Dampaknya kini mulai merambat ke sektor industri. Kawasan industri di berbagai wilayah mengalami pemadaman listrik selama empat hingga enam jam setiap hari.

Mantan Ketua Kamar Dagang, Industri, Pertambangan, dan Pertanian Iran, Hossein Selahvarzi, memperingatkan bahwa pembatasan listrik telah memangkas produksi, meningkatkan biaya, menunda pesanan, hingga menghentikan ekspor.

Ketika infrastruktur rusak akibat perang dan listrik tak lagi dapat diandalkan, mesin penggerak ekspor nonmigas Iran ikut tersendat. Sementara solusi cepat hampir tidak tersedia.

Meningkatkan kapasitas pembangkit lama mungkin bisa menjadi jalan keluar sementara. Namun proyek-proyek besar seperti Bendungan Bakhtiari yang diperkirakan mampu menghasilkan 2.600 megawatt membutuhkan investasi sekitar 500 juta dolar AS dan waktu hingga lima tahun untuk selesai.

Waktu adalah sesuatu yang kini tidak lagi dimiliki Iran. Musim dingin bahkan belum tiba. Ancaman kekurangan gas yang setiap tahun menghantui Iran diperkirakan akan kembali datang. Artinya, krisis energi belum benar-benar mencapai puncaknya.

Di jalan-jalan Teheran yang semakin sering tenggelam dalam gelap, pertanyaan yang kini menggantung bukan lagi kapan listrik akan menyala. Melainkan, berapa lama lagi warga Iran mampu bertahan ketika luka akibat perang bertemu dengan infrastruktur yang telah lama rapuh, sementara solusi masih terasa begitu jauh.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius
Go toTop

Jangan Lewatkan

Ekonomi Iran Belum Bangkit Pascaperang

TEHERAN – Berakhirnya perang belum berarti berakhirnya krisis bagi Iran. Tiga

Iran-AS Sepakat Damai, Ini Isi Kesepakatan yang Bikin Israel Waswas

SWISS – Swiss menjadi saksi terobosan besar dalam hubungan Amerika
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88