1 month ago
3 mins read

Ekonomi Iran Belum Bangkit Pascaperang

Warga Iran berbelanja di Pasar Tajrish di bagian utara Teheran. (Foto: Aljazeera)

TEHERAN – Berakhirnya perang belum berarti berakhirnya krisis bagi Iran. Tiga pekan setelah Teheran dan Washington menyepakati perpanjangan gencatan senjata, ekonomi negara itu justru menghadapi ujian yang jauh lebih berat.

Di tengah rencana dimulainya kembali perundingan damai pekan depan, situasi keamanan masih jauh dari stabil. Dalam dua hari terakhir, tiga kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz. 

Sebelumnya, militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah provinsi di selatan Iran yang dibalas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan militer Iran dengan rudal serta drone ke kepentingan AS di Bahrain dan Kuwait. Kedua negara saling menuding telah melanggar nota kesepahaman yang ditandatangani bulan lalu. 

Namun di luar dinamika militer tersebut, tantangan terbesar Iran justru berada di dalam negeri. Bertahun-tahun diterpa sanksi internasional, salah urus pemerintahan, korupsi, hingga dua perang dalam setahun terakhir membuat fondasi ekonomi negeri itu berada di titik terlemah dalam beberapa dekade.

Para ekonom menilai, sekalipun sanksi Barat nantinya dicabut dan konflik benar-benar berakhir, proses pemulihan ekonomi Iran tidak akan berlangsung dalam waktu singkat.

Inflasi tertinggi sejak Perang Dunia II
Tekanan paling nyata dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga kebutuhan pokok.  Pusat Statistik Iran melaporkan inflasi pada bulan Khordad—yang berakhir 21 Juni—mencapai 88,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dibandingkan bulan sebelumnya saja, inflasi meningkat hampir enam persen.

Harga pangan mengalami lonjakan yang lebih ekstrem. Minyak goreng dan berbagai produk lemak naik lebih dari 278 persen, daging merah dan unggas meningkat lebih dari 178 persen, sedangkan harga roti dan produk serealia melonjak hampir 139 persen.

Kondisi tersebut disebut sebagai tingkat inflasi tertinggi sejak Perang Dunia II, ketika Iran diduduki pasukan Sekutu dan mengalami krisis pangan yang memicu kelaparan besar. Akibatnya, daya beli masyarakat terus melemah dan jutaan warga terdorong masuk ke jurang kemiskinan.

Tekanan juga terlihat di sektor ketenagakerjaan. Secara resmi tingkat pengangguran memang berada di angka 7,5 persen, tetapi tingkat partisipasi angkatan kerja hanya sekitar 40 persen. Artinya, sebagian besar penduduk usia produktif tidak tercatat dalam pasar kerja formal.

Sementara itu, lebih dari 38 persen pekerja formal bekerja lebih dari 49 jam setiap pekan. Tingkat pengangguran usia muda bahkan telah melampaui 20 persen.

Di sisi lain, nilai tukar rial terus melemah hingga sekitar 1,75 juta riyal per dolar Amerika Serikat, mendekati rekor terendah sepanjang sejarah. Dengan kurs tersebut, upah minimum bulanan di Iran kini hanya setara sekitar 95 dolar AS, atau sekitar Rp1,5 juta.

Pemerintah kehabisan ruang fiskal
Kesulitan ekonomi membuat pemerintah Iran memiliki ruang gerak yang sangat terbatas. Bantuan yang mampu diberikan hanya berupa subsidi tunai bulanan bernilai beberapa dolar serta kupon elektronik untuk membeli kebutuhan pokok.

Data Bank Sentral Iran menunjukkan produk domestik bruto (PDB) tahun kalender sebelumnya mengalami kontraksi 0,7 persen. Pembentukan modal tetap bruto—indikator utama investasi dan kapasitas produksi—bahkan turun hampir 12 persen. 

Impor menyusut 16,6 persen, sementara ekspor turun hampir lima persen. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan kondisi tersebut masih akan memburuk. Lembaga itu memproyeksikan ekonomi Iran akan kembali menyusut 6,1 persen sepanjang 2026.

Ekonom senior Vienna Institute for International Economic Studies, Mahdi Ghodsi, menilai sebagian aktivitas ekonomi sebenarnya dapat pulih apabila eskalasi militer benar-benar berhenti.

“Dalam kondisi itu, sebagian pemutusan hubungan kerja sementara di sektor jasa, perdagangan, transportasi, konstruksi, dan usaha kecil dapat dipulihkan relatif cepat karena sektor-sektor tersebut lebih sensitif terhadap ketidakpastian dibanding kerusakan kapasitas produksi,” kata Ghodsi kepada Aljazeera, Rabu (8/7/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kerusakan pada sektor industri jauh lebih sulit dipulihkan. 

“Ketika pabrik kehilangan mesin, persediaan, bahan baku impor, tenaga kerja, modal kerja, atau akses energi, pembukaan kembali operasional tidak sekadar kembali ke kondisi normal,” ujarnya.

Menurut Ghodsi, dalam banyak kasus proses pemulihan membutuhkan waktu bertahun-tahun serta investasi dalam jumlah besar, termasuk pembiayaan dari luar negeri.

Infrastruktur strategis rusak
Perang juga meninggalkan kerusakan besar terhadap berbagai fasilitas strategis Iran. Selain instalasi militer dan fasilitas nuklir, serangan Amerika Serikat dan Israel menghantam kilang minyak dan gas, industri petrokimia, pabrik baja, jaringan listrik, pelabuhan, bandara, jalan raya, jembatan, hingga kawasan permukiman.

Pekan lalu, penyedia citra satelit Planet Labs kembali membuka akses terhadap hampir 800 lokasi di Iran yang terdampak perang. Sejumlah citra menunjukkan kerusakan besar, termasuk di kompleks Iran Electronics Industries (SAIran), salah satu perusahaan teknologi pertahanan terbesar milik pemerintah Iran.

Pemerintah telah memulai rehabilitasi sejumlah fasilitas. Beberapa bandara dan kawasan industri dilaporkan kembali beroperasi.

Namun ancaman belum benar-benar hilang. Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali memperingatkan akan kembali menyerang jaringan listrik dan infrastruktur Iran apabila perang kembali pecah.

Kekhawatiran munculnya gelombang demonstrasi
Di tengah tekanan ekonomi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui pemerintah menghadapi tantangan besar menjaga stabilitas sosial.

Dalam sebuah acara pemerintah di Teheran bulan lalu, ia mengaku lebih khawatir terhadap ketidakpuasan rakyat dibanding ancaman dari luar negeri.

“Kekuatan terbesar kita adalah persatuan rakyat. Yang saya khawatirkan adalah jika kita gagal melayani rakyat dengan baik sehingga mereka tidak puas dan turun ke jalan untuk memprotes. Saat itulah kekuatan kita runtuh,” kata Pezeshkian.

Pemerintah Iran meyakini perundingan dengan Washington merupakan jalan paling realistis untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang membebani masyarakat. Namun pandangan itu tidak sepenuhnya diterima di dalam negeri.

Kelompok garis keras yang merasa Iran telah memenangkan perang justru menolak segala bentuk kompromi dengan Amerika Serikat. Penolakan itu terlihat saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran awal pekan ini.

Presiden Pezeshkian sempat dicemooh sebagian pelayat yang menuntut pembalasan atas kematian Khamenei. Mereka meneriakkan slogan “Death to the compromiser” dan “Death to the traitorous homeland-seller”, sebagai bentuk penolakan terhadap setiap upaya kesepakatan damai.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa tantangan Iran bukan hanya membangun kembali ekonomi yang porak-poranda akibat perang, tetapi juga menjembatani perbedaan pandangan politik di dalam negeri. Tanpa stabilitas politik dan keamanan, pemulihan ekonomi diperkirakan masih akan menjadi pekerjaan panjang bagi pemerintah Teheran.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius
Go toTop

Jangan Lewatkan

Perang Bikin Iran Gelap Gulita

TEHERAN – Di dalam gerbong kereta bawah tanah Teheran, dua

Lebanon-Israel Berunding di Roma

LEBANON – Lebanon dan Israel kembali duduk di meja perundingan. Kali
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88