5 months ago
3 mins read

Iran Tetap Jadi Penghalang Proyek ‘Israel Raya’

Serdadu Israel. (Foto: Politico)

Israel ingin memperluas pengaruhnya di Timur Tengah. Kegagalannya mengalahkan Iran menjadi pukulan besar bagi ambisi hegemoniknya.

Menjelang tenggat yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Iran pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan panggilan mendesak ke Gedung Putih. Ia memperingatkan presiden agar tidak menempuh gencatan senjata dengan Teheran.

Setelah gencatan senjata sementara diumumkan, Netanyahu dengan cepat menegaskan bahwa militer Israel tidak akan menghentikan operasinya di Lebanon. Banyak pihak melihat langkah tersebut sebagai upaya mempertahankan kelangsungan politiknya dengan memperpanjang perang.

Namun, bukan hanya Netanyahu dan sekutunya yang ingin Amerika Serikat melanjutkan perang dengan Iran; para oposannya pun memiliki pandangan serupa. Hal ini karena kekalahan Iran dipandang oleh elite politik dan keamanan Israel sebagai langkah kunci untuk mewujudkan proyek “Israel Raya”.

“Israel Raya” telah berkembang menjadi strategi politik Zionis yang melampaui visi Talmud tentang negara Yahudi antara Sungai Efrat dan Nil. Untuk mewujudkannya, Israel tidak hanya mengejar pendudukan wilayah baru, tetapi juga dominasi militer di sebagian besar Timur Tengah serta perluasan pengaruh. Iran menjadi penghalang bagi semua tujuan tersebut.

Ekspansi Wilayah

Di jantung visi “Israel Raya” adalah ekspansi teritorial. Selama beberapa dekade, Israel melakukan kolonisasi wilayah Palestina yang didudukinya sejak 1967, yang kini dianggap sebagai aneksasi de facto. Penduduk Palestina di wilayah tersebut menghadapi ancaman pemindahan paksa.

Setelah mengamankan kendali atas wilayah Palestina, Israel kini berupaya memperluas wilayah ke utara, timur, dan selatan. Ambisi ini sejalan dengan rencana World Zionist Organisation pada 1919, yang mencakup sebagian Lebanon selatan dan Suriah, tepi kiri Sungai Yordan (di wilayah Yordania saat ini), serta sebagian Semenanjung Sinai di Mesir.

Israel telah menduduki dan mengkolonisasi Dataran Tinggi Golan di Suriah selama hampir 60 tahun, dan dalam dua tahun terakhir berupaya memperluas penguasaan wilayah tersebut. Ekspansi di sekitar Golan akan meningkatkan akses terhadap sumber air serta memperkuat posisi strategis yang menghadap Damaskus, memberi tekanan militer berkelanjutan pada ibu kota Suriah.

Lebanon selatan juga menjadi target lama Israel. Wilayah ini saat ini diduduki militer Israel, yang menghancurkan desa-desa untuk mencegah kembalinya penduduk. Selain faktor geografis pegunungan, wilayah ini juga penting karena sumber airnya.

Israel juga mengincar wilayah tepi timur Sungai Yordan karena nilai ekonomi dan strategisnya. Penguasaan wilayah ini akan memperluas akses lahan subur sekaligus memberikan kedalaman strategis terhadap ancaman dari timur, terutama yang dikaitkan dengan Irak dan Iran. Selain itu, jalur transit regional penting akan berada di bawah pengaruh Israel.

Jika skenario ekspansi ini terwujud, Israel akan memperoleh akses lebih besar ke jalur strategis seperti Laut Merah serta kedekatan dengan sumber energi utama, yang akan memperkuat posisi geopolitiknya di kawasan.

Dominasi Militer

Proyek “Israel Raya” tidak hanya soal wilayah, tetapi juga dominasi militer regional. Tujuannya adalah memastikan kebebasan operasi militer dengan hambatan minimal.

Dalam konteks ini, dominasi berarti kemampuan bertindak sepihak dan memproyeksikan kekuatan lintas batas. Israel menginginkan kebebasan operasi tidak hanya di negara tetangga seperti Yordania, Suriah, dan Lebanon, tetapi juga di Mesir, Irak, Iran, Yaman, negara Teluk, hingga sebagian Afrika Timur seperti Somalia.

Israel telah membuat kemajuan melalui penggunaan kekuatan militer dan berbagai perjanjian keamanan dengan negara-negara di Mediterania Timur. Salah satu langkah penting adalah keberhasilannya masuk ke dalam yurisdiksi Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), yang mencakup Timur Tengah.

Dengan bergabung ke CENTCOM, Israel memperoleh akses ke sistem identifikasi militer yang memungkinkan pesawat tempurnya beroperasi di kawasan tersebut.

Ke depan, dominasi militer dapat diperluas melalui perjanjian normalisasi yang mencakup kerja sama militer, termasuk kemungkinan penggunaan pangkalan militer Amerika Serikat dan Inggris di kawasan, bahkan pembentukan pangkalan sendiri di negara-negara Arab.

Pengaturan ini dapat dibenarkan atas nama keamanan, termasuk pembentukan zona demiliterisasi, sistem peringatan dini, dan fasilitas intelijen. Model serupa telah diterapkan di Semenanjung Sinai melalui Perjanjian Camp David.

Lingkar Pengaruh

Elemen ketiga dari proyek “Israel Raya” adalah pembentukan lingkar pengaruh geopolitik. Dalam strategi ini, Israel berupaya menjadi aktor utama dalam membentuk politik domestik negara-negara yang berada dalam orbit pengaruhnya.

Pendekatan ini meniru kekuatan kolonial seperti Inggris di masa lalu. Dalam dua tahun terakhir, Israel telah menguji strategi ini di Lebanon dengan memanfaatkan tekanan militer untuk memengaruhi dinamika politik dan pembentukan pemerintahan.

Israel juga memperluas pengaruhnya dengan memanfaatkan kekuatan Amerika Serikat, baik secara militer maupun politik. Lobi pro-Israel di Washington berhasil memasukkan kepentingan Israel dalam kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah.

Bantuan militer dan finansial AS kepada sejumlah negara juga kerap dikaitkan dengan penerimaan terhadap kepentingan Israel. Selain itu, organisasi internasional dan jaringan keuangan global turut menjadi instrumen tekanan agar negara-negara mengikuti arah kebijakan yang sejalan dengan kepentingan strategis Israel.

Iran sebagai Penghalang

Selama beberapa dekade, Israel secara bertahap menyingkirkan berbagai hambatan terhadap proyek “Israel Raya”. Iran menjadi salah satu penghalang terakhir.

Laporan media AS yang menyebut Israel berperan dalam mendorong AS memulai perang dengan Iran tidak mengejutkan. Namun, yang tidak terduga adalah ketahanan Iran yang ternyata lebih kuat dari perkiraan Israel.

Dalam satu setengah bulan konflik, Iran justru mengukuhkan diri sebagai kekuatan regional dominan, termasuk dengan memperkuat kendali atas Selat Hormuz—jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Kegagalan Israel mengalahkan Iran, bahkan dengan dukungan penuh AS, menjadi kemunduran besar bagi strategi “Israel Raya”. Konflik ini juga mengungkap ketergantungan Israel pada dukungan eksternal, terutama dalam menghadapi serangan rudal Iran.

Dampak perang ini meluas ke seluruh kawasan. Tindakan agresif Israel berpotensi mengubah kalkulasi strategis negara-negara lain, bahkan yang sebelumnya menjadi rival Iran. Alih-alih membuka jalan menuju hegemoni, Israel justru bisa menghadapi perlawanan regional yang lebih luas.

Di sisi lain, dukungan AS juga tidak lagi sepenuhnya solid. Opini publik di Amerika menunjukkan peningkatan sikap negatif terhadap Israel. Pemilu sela 2026 serta pemilu presiden dan legislatif 2028 berpotensi menghadirkan lebih banyak kritikus Israel di parlemen AS.

Kondisi ini dapat melemahkan pengaruh lobi Israel di Washington dan membatasi dukungan AS, terutama untuk aksi militer ofensif.

Dengan demikian, peluang mewujudkan proyek “Israel Raya” dengan dukungan penuh Amerika Serikat semakin menyempit—yang berpotensi mendorong langkah Israel menjadi lebih agresif dan berisiko dalam waktu dekat.*

Samer Jaber, Peneliti PhD dalam ekonomi politik di Royal Holloway, Universitas London.
*Artikel ini bersumber dari Aljazeera.com.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

‘Kudeta’ Netanyahu Ancam Perang Gaza Tanpa Akhir

Penolakan pemimpin Israel terhadap peta jalan yang dipimpin AS akan

Perang Bikin Iran Gelap Gulita

TEHERAN – Di dalam gerbong kereta bawah tanah Teheran, dua
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88