2 years ago
3 mins read

Hepatitis C Hantui Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Ebrahim adalah seorang relawan promotor kesehatan komunitas yang bekerja di klinik Jamtoli MSF. Dia membagikan informasi tentang Hepatitis C kepada pengungsi Rohingya. (Foto: Dok. MSF)

JAKARTA – Kajian oleh organisasi Medecins Sans Frontieres (MSF) menemukan hampir 20 persen pengungsi Rohingya yang diuji di kamp-kamp pengungsian Cox’s Bazar, Bangladesh, menderita infeksi hepatitis C aktif.

Adapun hepatitis C sendiri merupakan virus yang menular lewat darah. Virus itu bisa tidak aktif untuk waktu yang lama dalam tubuh seseorang.

Tapi jika tidak diobati, maka berisiko menyerang hati dan menyebabkan komplikasi yang serius. Beberapa di antaranya fatal, seperti sirosis dan kanker hati.

Selain penyakit-penyakit itu, hepatitis C juga bisa mengakibatkan gejala-gejala seperti diabetes, depresi, dan kelelahan berat.

Di kamp-kamp Bangladesh tempat pengungsi-pengungsi Rohingya mencari suaka, mereka memiliki sedikit pilihan diagnosis dan perawatan.

Oleh karena itu, MSF mendesak dilakukannya upaya kemanusiaan bersama untuk memerangi penyakit itu. Terlebih, orang-orang Rohingya telah kehilangan hak-hak dasar mereka sebagai warga negara dan sangat bergantung kepada bantuan untuk bertahan hidup.

Lonjakan kasus

Pusat epidemiologi dan penelitian MSF, Epicentre, melakukan survei terhadap 680 rumah tangga di tujuh kamp pengungsi Rohingya, Bangladesh, antara Mei dan Juni 2023.

Hasilnya sangat miris. Sepertiga dari orang dewasa di sana telah terpapar oleh hepatitis C. Sementara itu, 20 persen di antaranya mengidap hepatitis C aktif.

Kepala Misi MSF Bangladesh, Sophie Baylac, menduga hepatitis C itu ditularkan kepada mereka dari akses mereka terhadap layanan-layanan kesehatan yang tidak memadai selama ini.

“Sebagai salah satu kelompok etnis paling teraniaya di dunia, populasi Rohingya membayar harga untuk puluhan tahun tidak mendapatkan akses ke layanan kesehatan dan praktik medis yang aman di negara asal mereka,” katanya.

Penggunaan peralatan kesehatan yang tidak didesinfeksi, seperti jarum suntik, yang banyak digunakan dalam praktik kesehatan alternatif di komunitas pengungsi, bisa menjelaskan potensi transmisi yang berkelanjutan dan tingginya prevalensi hepatitis C di antara populasi yang tinggal di kamp-kamp yang padat penduduk,” sambungnya.

Kurang lebih, terdapat seperlima atau 86.000 individu yang kini menderita infeksi hepatitis C. Mereka membutuhkan pengobatan untuk tetap hidup.

Baylac menjelaskan kalau kapasitas MSF kurang untuk menangani kasus-kasus hepatitis C yang tinggi di sana. Sehingga, mereka harus menolak beberapa pasien hepatitis C yang ingin mendapatkan pengobatan.

“Tim kami harus menolak pasien hepatitis C setiap hari, karena kebutuhan perawatan melebihi kapasitas organisasi kami sendiri. Hampir tidak ada alternatif lain yang tersedia dan terjangkau bagi pasien-pasien ini di luar klinik kami di kamp,” ungkapnya.

“Ini adalah jalan buntu bagi populasi tanpa negara yang kehilangan hak-hak dasar, yang sudah menghadapi jalan buntu dalam semua aspek kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Penanganan sulit

MSF menjelaskan kalau pengobatan untuk hepatitis C sulit di negara-negara yang berpenghasilan rendah dan menengah.

Kamp-kamp di Cox’s Bazar, Bangladesh, menjadi salah satu tempat di mana pengobatan untuk hepatitis C sulit untuk dilakukan. Mereka jadi pihak satu-satunya yang menawarkan perawatan untuk hepatitis C di wilayah yang telah disinggung.

Menariknya, ada obat antiviral yang langsung bisa menyembuhkan lebih dari 95 persen pasien yang terinfeksi.

Bagi para pengungsi Rohingya, keadaannya makin parah dengan adanya larangan untuk bekerja dan meninggalkan kamp-kamp mereka.

Mereka jadi tidak bisa membayar tes diagnostik dan obat-obatan yang perlu untuk menyembuhkan hepatitis C.

Bagi yang tidak bisa mendapatkan pelayanan dari MSF dan juga pengobatan lainnya, mereka mencari opsi-opsi alternatif.

“Sebagian besar pengungsi tidak dapat disembuhkan dan beralih ke metode perawatan alternatif, yang tidak efektif dan berisiko bagi kesehatan mereka,” ujar Baylac.

Oleh karena itu, MSF merespons baik pengumuman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), dan Save The Children untuk menangani pasien-pasien pengidap hepatitis C.

“Kami menyambut baik pengumuman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), dan Save The Children bahwa 900 pasien hepatitis C akan diobati di dua pusat kesehatan di kamp,” lanjutnya.

Baylac mengatakan pengumuman WHO, IOM, dan Save The Children merupakan langkah yang baik. Tapi masih ada banyak hal yang perlu dilakukan.

“Ini adalah langkah penting ke arah yang benar. Namun, kampanye pencegahan ‘tes dan obati’ skala besar diperlukan untuk membatasi penularan virus secara efektif dan menghindari komplikasi hati yang parah dan kematian,” sambungnya.

Dalam rangka mewujudkan itu, ia menyinggung perlunya kerja sama koordinasi di lokasi yang orang-orangnya terjangkit penyakit hepatitis C.

“Untuk ini, keterlibatan dan tekad mereka yang mengkoordinasikan respons kemanusiaan di kamp-kamp Cox’s Bazar akan diperlukan,” ujarnya.

Baylac mengkhawatirkan keselamatan dari pengungsi-pengungsi Rohingya yang terancam mengidap penyakit hepatitis C dari generasi ke generasi jika tidak diobati.

Padahal, sudah ada obat untuk hepatitis C yang efektif, aman untuk dikonsumsi, dan berpotensi untuk diberikan secara murah.

“Setiap generasi pengungsi yang tinggal di kamp terpengaruh oleh hepatitis C. Mereka berisiko mengalami komplikasi hati yang parah—yang tidak dapat diobati di lingkungan kamp—dan mungkin mati karenanya meskipun ada pengobatan yang sangat efektif, dapat ditoleransi dengan baik, dan ramah pasien (satu tablet per hari selama tiga bulan) yang bisa murah,” tandasnya.* (Bayu Muhammad)

Baca juga:

MSF: Menyelamatkan Nyawa Bukanlah Kejahatan

‘Obituary’ untuk Jalur Gaza

Layanan Kesehatan Gaza Kewalahan

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Muhammad Yunus Dilantik jadi Pemimpin Sementara Bangladesh

JAKARTA – Pemenang hadiah Nobel, Muhammad Yunus, dilantik menjadi kepala

Muhammad Yunus Pemenang Nobel akan Pimpin Bangladesh

JAKARTA – Penerima penghargaan Nobel, Muhammad Yunus, akan menjadi kepala
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88