JAKARTA – Penerima penghargaan Nobel, Muhammad Yunus, akan menjadi kepala pemerintahan sementara Bangladesh yang dibentuk setelah Perdana Menteri (PM), Sheikh Hasina, mundur dari kekuasaan dan melarikan diri ke luar negeri di tengah-tengah demonstrasi massal yang terjadi di negara itu.
Kabar tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pers Presiden Bangladesh, Mohammed Shahabuddin, Joynal Abedin, pada Hari Rabu (7/8/2024) lalu.
Adapun Yunus sendiri merupakan seorang ekonom dan bankir. Ia memperoleh penghargaan Nobel untuk kiprahnya mengembangkan pasar kredit mikro pada tahun 2006 silam.
Yunus dipuji karena mengangkat ribuan orang dari kemiskinan melalui Grameen Bank yang ia dirikan pada1983. Lembaga tersebut memberikan pinjaman-pinjaman kecil kepada pengusaha-pengusaha yang tidak bisa mendapatkan pinjaman dari bank-bank biasanya.
Semasa Hasina berkuasa, ia menghadapi tuduhan-tuduhan korupsi yang diyakini punya motif politik di baliknya.
Sekarang, Yunus setuju untuk memimpin pemerintahan sementara di Bangladesh setelah Hasina melarikan diri ke India dengan menggunakan helikopter.
Bangladesh menanti Yunus
Terkini, Yunus sudah dalam perjalanan untuk kembali ke Bangladesh dari Prancis. Yunus berjanji akan memerhatikan perkembangan situasi dan kondisi di Bangladesh. Dan mencari cara untuk membawa Bangladesh keluar dari masalah-masalah yang ada.
“Saya menantikan untuk kembali ke rumah, melihat apa yang terjadi dan bagaimana kita dapat mengatur diri kita sendiri untuk keluar dari masalah yang kita hadapi,” ujar Yunus sebelum naik ke pesawat di Bandara Charles de Gaulle, Paris, Prancis.
Yunus berpesan kepada semua pihak di Bangladesh untuk menjaga ketenangan. “Saya dengan sungguh-sungguh mengimbau semua orang untuk tetap tenang. Mohon menahan diri dari segala bentuk kekerasan,” katanya.
Kepala tentara Bangladesh menyatakan pemerintahan sementara yang nantinya dikepalai oleh Yunus akan dilantik pada Hari Kamis (8/8/2024) malam setelah sang peraih Nobel pulang ke Bangladesh.
Sementara itu, Jenderal Waker-uz-Zaman mengatakan semua pihak yang bertanggungjawab atas kekerasan-kekerasan setelah pengunduran diri Hasina akan dihukum.
Ia berharap kalau Yunus bisa mengubah situasi yang ada di Bangladesh menjadi proses demokratis yang ‘indah’ nantinya.* (Bayu Muhammad)
Baca juga: Ukraina Terima Pesawat Tempur F-16
