2 years ago
2 mins read

PNI Galang Kekuatan Agamis dan Komunis Melawan Masyumi

Lambang PNI. (Foto: Wikipedia)

JAKARTA – Persekutuan antara pihak-pihak yang sulit dibayangkan bersatu merupakan fitur dalam politik Indonesia. Dan tidak hanya belakangan ini, melainkan sejak dahulu kala waktu Indonesia baru saja meraih kemerdekaannya.

Pada pertengahan 1953, Partai Nasionalis Indonesia (PNI) yang berhaluan nasionalis, Nahdlatul Ulama (NU) yang berideologi agamis-tradisional, dan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berpaham komunisme menyatukan diri.

Terbentuknya aliansi tiga partai tersebut dilatarbelakangi oleh tiga hal. Pertama, kabinet PNI-Masyumi yang dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Wilopo jatuh karena perbedaan sudut pandang ideologis dan teknokratis yang ada di dalamnya.

Kemudian, NU juga baru saja menarik diri dari Partai Masyumi. Keluarnya NU membawa 8 kursi dari partai tempat sebelumnya mereka bernaung.

Sementara itu, PKI juga memperhalus pertentangannya terhadap kelompok-kelompok nasionalis dengan mengusung garis politik ‘rezim nasional.’

Dalam kasus ini, PKI juga ingin membuka kesempatan bergabung menjadi satu kekuatan dengan PNI dalam parlemen. Sebab, PKI dengan sendirinya masih lemah waktu itu untuk menjadi kekuatan sendiri di kancah politik nasional.

Pada 1953, mereka dipersatukan oleh kepentingan bersama melawan Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia (PSI) di parlemen yang dianggap melenceng dari jalur revolusi Indonesia.

Seperti dalam kasus perebutan Irian Barat, kepemimpinan PNI yang dikepalai oleh Sidik Djojosukarto ingin agar pemerintah terus menekan Belanda hingga mereka menyerah. Mereka juga menuntut pemerintah merundingkan kembali hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) yang dianggap terlalu menguntungkan Belanda.

Tapi, Kabinet Wilopo memutuskan mengikuti garis-garis Wakil Presiden (Wapres) Mohammad Hatta berdiplomasi dengan kesabaran dan kehati-hatian. Hatta sendiri diafiliasikan oleh kubu nasionalis yang radikal dengan Masyumi dan PSI.

Demikian, ketika Kabinet Wilopo jatuh digantikan oleh PM Ali Sastroamidjojo dari PNI pada 1953, kekuatan-kekuatan yang lebih radikal dalam politik Indonesia, terutama PNI dan PKI menggumpalkan diri untuk membangun kekuatan melawan Masyumi dan PSI.

Sebenarnya, baik PNI, PKI, maupun NU bertentangan satu sama lain. Terutama dalam aspek ideologi yang dianut oleh masing-masing pihak.

Seperti dalam rumusan ideologi yang disepakati Kongres Ketiga PNI pada 1948, partai itu mengkritik ‘materialisme historis’, unsur penting dalam ideologi PKI.

Kemudian, partai tersebut juga menolak segala bentuk kediktatoran. Konsep ‘kediktatoran proletariat’ yang lekat dengan ideologi komunis tidak menjadi pengecualian.

“PNI menolak semua bentuk kediktatoran. Dalam perjuangannya, PNI dipandu oleh suatu pemahaman tentang demokrasi yang bersifat menyeluruh,” bunyi dalam Keterangan Azas dan Anggaran Dasar PNI yang keluar dari kongres ketiga partai itu.

Jose Eliseo Rocamora dalam bukunya yang berjudul Nasionalisme Mencari Ideologi: Bangkit dan Runtuhnya PNI 1946-1965 mencatat persatuan antara PNI, PKI, dan NU yang sarat akan kompromi itu.

Dalam perintah rahasia yang dimuat di buku itu, PNI memerintahkan kader-kadernya untuk menjalin ‘hubungan kerja sama yang sebaik mungkin dengan PKI dan NU’.

Awalnya, perintah itu sempat mendatangkan pertentangan dari internal PNI sendiri. Menanggapi itu, Sidik selaku pimpinan partai langsung mengirimkan surat susulan.

Berjudul “Pendjelasan Instruksi Rahasia”, Sidik menerangkan bahwa persekutuan dengan PKI tidak membahayakan PNI.

“Pada saat ini belum perlu menganggap PKI sebagai musuh, selama partai itu tidak mengganggu kita atau menganggap kita sebagai musuhnya,” tulis Sidik seperti yang dikutip oleh Rocamora.

Kemudian, ia juga menerangkan bahwa NU merupakan partai yang berhaluan nasionalis, seperti halnya PNI.

Meskipun NU berlandaskan Islam, partai ini dianggap berakar dalam nasionalisme. Partai tersebut selalu mempertahankan kemerdekaan nasional Indonesia.

Seperti pada masa kini, kepentingan politik menyatukan kelompok-kelompok yang berbeda pandangan, sekalipun perbedaan itu terletak di aspek-aspek yang fundamental seperti ideologi.

Dan para pemimpin partai akan melakukan serangkaian kompromi supaya dapat membenarkan aliansi yang telah mereka buat.* (Bayu Muhammad)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Pemilu Tanpa Sirkulasi Elit

JAKARTA – Indonesia telah melaksanakan 6 kali pemilihan umum sejak

Ahmad Ali: Semua Ketua Umum Partai Politik Punya Mimpi Jadi Presiden dan itu Normal

JAKARTA – Batas kekuasaan dan masa depan politik adalah sesuatu
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88