3 years ago
3 mins read

Laksamana Sukardi (2): ‘Pancasalah’, Salah Lihat

Politikus Senior Laksamana Sukardi. (Foto: Totalpolitik.com)

JAKARTA – Sebagai politikus senior, Laksamana Sukardi, tentunya mengikuti dinamika politik yang bergulir. Ia juga menyoroti jalannya sidang Mahkamah Konstitusi (MK) yang tengah memeriksa perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

 Menurutnya, orang-orang saat ini hanya berkutat pada symptom (gejala), bukan penyebabnya.

“Penyebabnya nggak ada yang mau benerin. Misalnya, Undang-Undang Politik nggak mau diubah. Coba diubah, nggak akan terjadi kayak Gibran tiba-tiba nyelonong. Itu memang memungkinkan karena undang-undang politiknya. Tapi nggak ada yang mau ubah,” papar Laks.

Belum lagi soal-soal lain, kata Laks. Menurutnya, demokrasi Indonesia adalah demokrasi kapitalistik, bukan Pancasila. “Zaman modern ini semua menyembah berhala uang dan jabatan. Demokrasi uang dan jabatan berkedok Pancasila,” tegasnya.  

Memang, lanjut Laks, ‘setting’-nya untuk memungkinkan kecurangan. Orang-orang sekarang ribut mempermasalahkan bantuan sosial (bansos). “Larang saja bansos menjelang pemilu. Bikin undang-undangnya. Wong, nggak ada undang-undangnya. Siapa yang salah?”

Berikut lanjutan perbincangan Totalpolitik.com dengan mantan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P ini.

Bagaimana Anda melihat lolosnya Gibran jadi cawapres dan pelanggaran etika Ketua MK?

Masalah Gibran. Saya sih nggak kenal Gibran. Jokowi juga nggak pernah ketemu. Tapi kalau kita lihat hakimnya, pamannya Gibran, ya nggak ada undang-undang melarang itu. Hanya conflict of interest.

Kita ini diatur oleh norm (norma). Normatik aja, bukan undang-undang. Norm-nya itu harus dijadikan undang-undang. Maksudnya, etikalah. Etika nggak ada undang-undang. Misalnya, presiden bagi-bagi bansos menjelang pemilu, itu masalah etika. Tapi undang-undangnya, dia berhak menyalurkan.

Di Prancis, pernah dibuat undang-undang, (yang mengatur) dua minggu menjelang pemilu, nggak boleh ada keluar survei polling report. Karena itu memengaruhi pemilih, membangun persepsi.

Salah satunya dari ‘salah’ Pancasalah itu ‘salah lihat.’ Orang jelek jadi kelihatan bagus, orang bagus jadi kelihatan jelek. Karena apa? Ada buzzer-lah, podcast macam-macam, ya kan? Sekarang nggak usah di Indonesia. Donald Trump aja jadi kelihatan bagus kok. Di sana, di Amerika.

Donald Trump itu pintar. American govern by the norm. Dia break the norm. Nggak bisa orang tangkap dia. ‘Gua nggak peduli, pokoknya gua lakuin’. Kan nggak ada undang-undang. Di kita itu, harus lihat permasalahannya. Sekarang, elite-elite politik, pemimpin benar mau benerin atau hanya karena kalah jadi ribut.

Oke, sekarang kita bicara tentang aktivitas Bapak di dunia politik praktis. Apa peran Anda di Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)?

Saya nggak terlalu banyak terlibat. Kemarin saya bantuin PKN sama Mas Anas—mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Supaya saya tahu apa yang terjadi di dinamika politik. Jadi, memang harus independen juga sih. Tapi, itu kan partai kecil. Saya mau lihat partai kecil mungkin nggak bisa masuk parlemen. Prinsip demokrasi itu, aspirasi itu harus dinamis. Generasi dia (Anas) muncul.

Di Amerika, their founding fathers mengatakan ‘kopi itu harus hangat, baru enak diminum.’ Supaya hangat kan ada air panas baru (dituangkan). Saya sih bukannya mencontoh Amerika. Ini prinsipnya saja.

Saya juga nggak semua setuju dengan Amerika. Jadi anggota senat enam tahun, kongres dua tahun. Terus masuk baru, masuk baru. Jadi hangat terus. Supaya apa? Kan pemilu buat apa? Kalau nggak sekali aja terus, suruh terus aja seumur hidup yang dipilih kan.

Di sini nggak ada by-election (pemilu sela). Tapi pemilu lima tahunan itu artinya untuk memperbarui, menangkap aspirasi yang dinamis dan baru. Aspirasi ini kan berubah, karena generasinya berubah. Tapi pemimpinnya nggak mau tahu, nggak berubah.

Aspirasi yang dinamis ini harus ditangkap oleh partai politik dan perwakilan. Sekarang, kalau wakil kita nggak ganti-ganti, kan nggak benar juga. Walaupun kita jelek, kan banyak juga tokoh-tokoh yang nggakkepilih lagi. Itu bagian dari proses masyarakat.

Posisi Pak Laks di PKN sebagai apa?

Saya masuk dewan pembina saja.

Apa yang menarik dari seorang Anas sehingga Anda mau gabung?

Saya itu dukung Anas karena saya kan juga pernah mengalami penzaliman. Saya itu setelah jadi menteri, bolak-balik ke kejaksaan, juga KPK. Malah pernah jadi tersangka. Saya lihat Anas sudah dipenjara sembilan tahun. Dan dari pengamatan saya, dia itu nggak salah. Hanya karena posisinya sebagai ketua umum mau diambil.

Biasanya yang mau menzalimi itu dari lawan politik, bukan dari dalam. Bukannya ditolongin. Saya berpikir pemimpin itu harus menghargai hukum. Dan tidak zalim menggunakan hukum untuk naluri dan hajat kekuasaannya saja.

Itu syarat bagi pemimpin. Nggak boleh hukum dipakai untuk nafsu birahi kekuasaan. Menggunakan hukum menghantam lawannya. Itu makanya kalau Anas naik, dia udah ngalamin. Dan tidak akan mungkin zalim seperti itu. Itu saja.

Siapa saja yang terlibat di PKN?

Kebanyakan orang-orang Partai Demokrat. Kawan-kawan Anas itu. Saya cuma lihat Anas saja. Supaya dia lebih berani lagi, kita dukung.

Bagaimana intensitas komunikasi Anda dengan Anas?

Kenal profesional saja. Dia kan tumbuh dari HMI. Saya kan bukan HMI. Tapi kita waktu dia di Demokrat, ya suka berinteraksi. Saya hanya melihat keinginan saya, seorang pemimpin itu harus sudah diuji coba. Sudah pernah dizalimi. Supaya nanti kalau dia jadi pemimpin nggak (niru) zalim lagi.

Dulu Anas terlihat sangat potensial sebelum diterpa kasus?

Ya itu, habis dia punya karier disikat. Kasihan lho anak muda, dan punya potensi. Bukan dipeluk, malah dipotong lehernya. Nah, ini sistem yang salah.

 Malah Demokrat kini jadi ‘Partai Keluarga’?

Semuanya partai keluarga. Kalau saya mau ngomong, marah-marah, ngehina politik dinasti. Siapa yang nggak dinasti? (bersambung)

 

 

 

 

 

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Penuhi Hak Jawab PDIP, Zulfan Lindan dan Total Politik Sampaikan Permintaan Maaf

JAKARTA — Zulfan Lindan menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Umum PDI

Ketika Demokrasi Diperjuangkan: Membaca Indonesia Melalui Autobiografi Erros Djarot

“Sebuah bangsa tidak kehilangan demokrasinya dalam satu malam. Demokrasi mulai
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88