JAKARTA — Zulfan Lindan menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan keluarga besar Bung Karno terkait pernyataannya dalam dua konten Total Politik yang tayang pada 9 Februari 2026.
Permintaan maaf itu disampaikan Zulfan dalam tayangan “Hak Jawab PDI Perjuangan dan Klarifikasi Zulfan Lindan” sebagai bagian dari pemenuhan hak jawab PDIP.
“Apabila video tersebut memang menyinggung perasaan Ibu Mega dan dianggap kurang benar atau tidak benar, maka saya tentu minta maaf kepada Ibu Megawati,” ujar Zulfan.
Ia juga meminta maaf kepada keluarga besar Bung Karno di dalam maupun luar negeri. Zulfan menyebut Megawati pernah menjadi ketua umum sekaligus pemimpinnya saat masih berada di PDI Perjuangan.
Dalam tayangan yang sama, Total Politik turut menyampaikan permohonan maaf kepada Megawati dan keluarga besar Bung Karno.
“Kami atas nama Total Politik juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden kelima RI, Ibu Megawati Soekarnoputri serta keluarga besar Bung Karno bila ada hal-hal yang tidak berkenan dalam penyuguhan konten yang kami sudah tayangkan,” kata Host Total Politik, Arie Putra.
Total Politik menyebut permintaan maaf tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab dan komitmen untuk menjaga prinsip keberimbangan.
Total Politik juga mengakui adanya kemungkinan aspek jurnalistik yang terabaikan atau lalai ketika konten tersebut ditayangkan. Hal itu disebut menjadi evaluasi, terutama dalam menghadapi isu-isu sensitif.
“Untuk ke depannya ini juga akan menjadi sebuah evaluasi dan pelajaran buat kami. Ketika ada sebuah isu yang sensitif mungkin kami lebih mengedepankan verifikasi,” sambung Arie.
Sementara itu, PDIP dalam hak jawabnya menyatakan sejumlah pernyataan Zulfan tidak sesuai fakta, menyesatkan, serta berpotensi merugikan nama baik partai.
Total Politik menyatakan memilih menyelesaikan persoalan tersebut melalui mekanisme jurnalistik dan mengapresiasi PDIP yang menempuh jalur tersebut.
Hak jawab dan permintaan maaf itu disebut sebagai bagian dari tanggung jawab Total Politik untuk menjaga keberimbangan serta berkontribusi dalam mewujudkan ekosistem media yang sehat.*
