3 years ago
32 mins read

Bersimpuh di Raudah, Sudut Sunyi Taman Surga

Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. (Foto: Chairul Akhmad)

Beberapa meter di depan terlihat makam Rasulullah dan dua sahabat utama; Abu Bakar dan Umar. Hatiku tiba-tiba bergetar ketika langkah kaki mendekati makam ketiga manusia paling mulia itu. Perasaan gugup, takut, dan ngeri menjalari sekujur tubuh. Aku merasa seolah-olah akan berhadapan langsung Rasulullah, Sang Kekasih Allah. Aku yang berlumur dosa ini ‘bertemu’ Rasulullah? Nikmat Tuhan mana lagi yang lebih baik dari ini?

Begitu langkah kakiku terhenti persis di depan lubang kecil yang terdapat di dinding makam Nabi, yang terlihat sekilas hanyalah siluet abstrak di kejauhan. Refleks kutundukkan muka seraya berucap, “Assalamu alaika ya Rasulallah, assalamu alaika ya Nabiyallah.” Kalimat ini terus-menerus keluar dari bibirku bersamaan dengan air mata  yang tak lagi menetes, tapi bercucuran.

Ketika tiba di depan makam Abu Bakar, yang ditandai tulisan namanya, aku mengucap, “Assalamu alaika ya Aba Bakr.” Begitu pula ketika melewati dinding yang terdapat tulisan Umar, kata-kata ‘assalamu alaika ya Umar’ menjadi salam dan doaku pada sosok yang dikenal tegas, keras namun adil itu. Keluar melewati Pintu Baqi’, aku menyeka muka yang sembab dan basah dengan lengan baju.

Aku terus melangkah mengikuti arus jemaah yang baru keluar dari makam Rasulullah. Ketika langkah kaki hampir mendekati tembok area Makam Baqi’, aku baru sadar, “Oh ya, tadi aku disuruh masuk ke Raudah, kenapa malah kutolak.” Subuh pertama di Masjid Nabawi berlalu tanpa sempat mencium aroma surgawi di atas hamparan karpet hijau.

Sebagai salah satu anggota Tim MCH 2017, aku bersama Sarmoko ditugaskan di Daker Madinah-Jeddah. Bertindak selaku Kepala Seksi MCH Daker Bandara adalah Abdul Basyir, dan Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat. Mereka berdua adalah pejabat di Kemenag. Kawan-kawan MCH lain sebagian bertugas di Daker Mekkah, sebagian lagi di Daker Madinah. Jadi, seluruh pemberitaan seputar haji dipusatkan di tiga Daker ini.

Selain tugas utama melakukan reportase dan mensuplai berita kepada teman-teman MCH di Mekkah-Madinah, tugas lain yang kami lakoni di bandara adalah membantu petugas PPIH melayani jemaah haji Indonesia. Kadang tugas-tugas melayani ini malah lebih sering kami lakukan. Mengingat terbatasnya jumlah petugas PPIH, sementara kuota jemaah haji kembali ke angka normal.

Tak semua jemaah tiba dalam kondisi fisik prima sebagaimana sebelum keberangkatan mereka dari Tanah Air. Banyak di antara jemaah yang tiba-tiba sakit begitu menginjakkan kaki di Tanah Suci. Belum lagi jemaah lansia dan risiko tinggi (risti), cukup dominan dan rentan mengalami gangguan kesehatan. Tak hanya soal fisik, kadang beberapa jemaah juga mengalami gangguan mental begitu mendarat di bandara.

Gangguan psikis yang disebut demensia (disorientasi) ini kerap kami temukan terjadi pada jemaah lansia. Banyak faktor yang memengaruhi terjadinya demensia pada seorang jemaah. Berdasarkan data Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sebagian besar faktor pemicunya adalah penyakit bawaan dan kekagetan saat berhadapan dengan kondisi atau lingkungan baru. Walau begitu, banyak juga jemaah yang tetap sehat dan bugar saat tiba di Madinah. Padahal, mereka dalam kondisi kurang fit saat berangkat dari rumah.

“Inilah keajaiban Tanah Suci,” begitu biasanya kata-kata yang terdengar di kalangan petugas, mengomentari ragam rupa dan kondisi jemaah saat tiba di Arab Saudi.

Terkapar di Arafah
Puncak haji adalah wukuf. Sebagai petugas PPIH yang juga berkesempatan melaksanakan ibadah haji, Tim MCH juga bertolak ke Arafah pada tanggal 8 Dzulhijjah 1438 H/30 Agustus 2017 M. Berangkat dari Kantor Daker Mekkah, mobil yang kami tumpangi bergerak lambat. Jalanan Kota Mekkah macet total. Beruntung Pak Sopir cukup paham anatomi jalanan kota ini, sehingga kami tak terlalu lama terjebak kemacetan. 

Di dalam bus, suara serak sang ‘Jenderal’ MCH, Khoeron, terus memandu kami melafalkan kalimat-kalimat talbiyah. Bayangkan, dari pintu kantor Daker hingga Padang Arafah. Sungguh luar biasa! Tak peduli suaranya hampir habis, lelaki ramah ini tiada henti mengucapkan talbiyah. Dan terus diikuti teman-teman MCH hingga mobil berhenti di depan tenda.

Padang Arafah yang disebut-sebut sebagai tempat pertemuan manusia terluas dan terbanyak di muka bumi, merupakan daerah terbuka di sebelah timur Kota Suci Mekkah. Di sinilah umat Islam melaksanakan wukuf, yang merupakan salah satu rukun haji. Tak sah haji seseorang jika ia tidak mengikuti wukuf. 

Di padang ini pula terdapat sebuah tempat bernama Jabal Rahmah, yang diyakini sebagai tempat pertemuan Nabi Adam AS dan istrinya (Hawa), setelah terpisah selama puluhan tahun. Konon Adam dan Hawa memohon ampun pada Sang Khalik di tempat ini selama bertahun-tahun, hingga permohonan mereka dikabulkan Allah.

Wukuf berarti berhenti, diam, tak bergerak. Dimulai sejak matahari tergelincir hingga senja menjelang. Di bawah terik mentari yang menyengat, jutaan jemaah haji melangitkan doa dan istigfar dalam balutan kain putih. Drama kolosal pertemuan manusia di Arafah juga disebut miniatur hari pembalasan nanti di Padang Mahsyar, kala manusia berhadapan dengan Tuhan-nya. Sebagaimana jemaah haji, kami di sini lebih banyak memfokuskan diri untuk ibadah. Melupakan sejenak tugas-tugas sebagai jurnalis atau petugas haji.

Kesempatan langka yang hanya setahun sekali dan di tempat khusus tentu saja takkan kusia-siakan. Usai meliput prosesi wukuf yang dipusatkan di masjid berbentuk tenda kotak, aku pun tenggelam dalam munajat pada Tuhan. Memusatkan hati dan pikiran agar dapat mengetuk Arasy, memohon ampunan atas segala dosa. 

Memohon ampun atas dosa-dosa kedua orang tua, istri dan anak-anakku, mertua, saudara kandung, saudara ipar, kerabat, dan seluruh kaum Muslimin. Air mataku sudah tak terbendung lagi, terus bercucuran di antara ratap dan tangis. Tumpah ruah, terhenti, kembali tumpah, begitu seterusnya. Hingga kuterkapar tak sadarkan diri di lantai karpet.

Menjelang Magrib, aku terbangun karena sentuhan tangan seseorang di pahaku. Samar kulihat sosok di depanku ini bak malaikat pencabut nyawa dalam balutan cahaya putih di sekujur tubuhnya. Wajahnya tak tampak jelas, hanya berupa goresan sketsa di atas kanvas. 

Aku mengucek kedua mataku, memusatkan pandangan ke sosok yang didominasi warna putih itu. Semakin lama, seiring dengan kesadaran yang mulai pulih dan pandangan yang menemukan titik fokusnya, ternyata yang menunduk di depanku itu adalah seorang pria berkain ihram. “Mas, Bangun. Sudah sore!” sapanya seraya menepuk-nepuk paha kiriku.

Entahlah, aku tak tahu berapa lama tertidur di masjid tenda ini? Yang kuingat hanyalah, tangis dan air mata, doa dan istigfar. Aku duduk sebentar, mengumpulkan seluruh pikiran dan energi di otak agar mengalir lancar bersama oksigen ke seluruh tubuh. Berdiri tegak, lalu melangkah meninggalkan masjid menuju tenda.

Tenda jemaah haji di Arafah, Mekkah, Arab Saudi. (Foto: Chairul Akhmad)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88