2 years ago
32 mins read

Bersimpuh di Raudah, Sudut Sunyi Taman Surga

Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. (Foto: Chairul Akhmad)

Raudah

Satu taman di antara taman-taman surga
Tempat Mukmin berburu kemustajaban doa
Tak pernah sepi dari pencinta dan pemburu syafaat Baginda

Tempat terindah untuk meneteskan air mata
Tempat termagis untuk merasakan kedekatan dengan insan mulia
Tempat kehambaan dan kepasrahan ubudiyah
menemukan jalinan tererat
Tempat segala keluh dan pengharapan ditumpahkan
di mana hamba berharap ridha terbesar dari Tuhan-Nya.

Ya, inilah Raudah
Beberapa jengkal jarak
yang memisahkan ruang sang Rasul dan mimbarnya
Di mana dirimu dan jutaan manusia
berupaya mencari peruntungan untuk berkhalwat di dalamnya
Berharap dapat mengetuk aras Tuhan dengan untaian doa-doa.

Sempatkanlah, wahai sobat
Sempatkanlah dirimu bermunajat di sana;
melangutkan kidung-kidung puja,
dengan asa terbaik yang kau punya.

Moga Allah memudahkan jalan bagimu,
menyesap aroma taman kekasih-Nya
Satu taman di antara taman-taman surga;
Raudah.

Seorang jemaah tengah sujud di Raudah Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. (Foto: Chairul Akhmad)

Tempat ini selalu menggoda untuk didatangi. Alhamdulillah, selama puluhan hari bertugas di Madinah, aku berhasil memasuki Raudah hingga tiga kali. Dua kali di waktu Subuh dan sekali di waktu Ashar. Perjuanganku memasuki Raudah yang kedua kali itu dimulai sejak usai salat Zuhur. 

Sekitar jam dua siang, aku telah masuk antrean. Setelah menunggu berjam-jam di lorong yang bak labirin, akhirnya berhasil jua memasuki salah satu taman di antara taman surga. Kebetulan aku mendapatkan posisi tepat di bawah mihrab yang terdapat di Raudah. Mihrab yang biasanya digunakan imam untuk memimpin salat berjamaah.

Begitu hendak bertakbir untuk salat sunah, tiba-tiba azan Ashar berkumandang. Jadilah aku berdiri mengikuti kumandang azan dan menunda salat sunah. “Alhamdulillah,” ucapku penuh syukur. “Aku bisa saat Ashar berjamaah di Raudah. Moga waktunya (berada di Raudah) agak panjang kali ini.”

Sebab, saat pertama kali memasuki Raudah usai Subuh itu, aku tak bisa berlama-lama karena terbatasnya waktu. Dan kini, tak hanya berdoa dan salat sunah seperti yang lalu, aku bahkan bisa saat Ashar berjamaah di tempat ini. Di bawah mihrab pula. Subhanallah, nikmat Tuhan manakah yang kudustakan?

Kunjungan terakhir ke Raudah usai Subuh bermula sejak dini hari. Malam itu adalah malam terakhirku di Madinah. Aku sudah berniat masuk Raudah usai Subuh nanti. Kebetulan seluruh kegiatan pemulangan jemaah di bandara berakhir pada Kamis, 5 Oktober 2017. Keesokan harinya, Jumat, 6 Oktober 2017, kami yang bertugas di Daker Bandara harus berangkat ke Jeddah. 

Usai pulang bertugas di Bandara AMAA, aku begadang semalaman di ruang MCH di Kantor Daker Madinah karena harus menyelesaikan editing video kegiatan Daker Bandara. Video ini rencananya bakal ditayangkan saat acara penutupan resmi kegiatan operasional Daker Bandara di Hotel Al-Aseel, Jeddah.

Sebelumnya, aku dan Rusydi—salah seorang pejabat Humas Kemenag—berjanji akan berangkat bareng ke Masjid Nabawi. Menjelang pukul 03.00 WAS, aku membangunkan lelaki berbadan tambun itu di kamarnya. Kami lantas berangkat bersama menuju Nabawi. Mungkin karena malam Jumat, suasana di Nabawi begitu padat. “Padahal seluruh jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air, kenapa Masjid Nabawi masih ramai?” pikiranku mereka-reka.

Aku dan Rusydi segera bergerak ke bagian depan masjid, mendekati Raudah yang dikhususkan bagi jemaah wanita. Sayang, area karpet hijau telah dipadati jemaah. Tiada ruang kosong sedikit pun. Kami berdiri persis di belakang karpet hijau, hanya terpisah satu karpet. Enggan berdiri terlalu lama dan menunggu dalam ketakpastian, aku mundur ke belakang. Mencari tempat kosong. Rusydi tetap bertahan di tempatnya berdiri.

Usai Subuh berjamaah, aku segera mencari Rusydi, dan menemukannya tak jauh dari tempat tadi. Akhirnya, kami berdua berhasil masuk Raudah tanpa kendala. Sejurus kemudian petugas masjid menutup tirai pembatas. Hanya segelintir jemaah yang masuk Raudah, menyisakan ruang kosong yang cukup lapang. Bahkan sebagian jemaah dari India atau Bangladesh—aku tak tahu pasti—asyik tidur-tiduran di tempat mustajab ini.

Aku tenggelam dalam doa dan pengharapan. Memperbanyak salat sunah, tadarus Al-Quran, dan istigfar. Inilah rekor terlamaku berada di Raudah. Hampir satu jam. Sejak berakhirnya salat Subuh hingga menjelang pukul 07.00 WAS, waktu berkunjung bagi jemaah wanita. Aku berharap jalan berliku yang kutempuh hingga tiba di Tanah Suci ini mendapat balasan setimpal; sebuah pengampunan. Semoga Allah SWT berkenan mengampuni segala dosaku, memudahkan urusanku. Itu saja. Aku tak berani berharap banyak. 

Keluar dari Raudah, aku berjalan menuju Pintu As-Salam, ke arah makam Rasulullah. Hendak ‘pamitan’ pada Kanjeng Nabi, sebelum kembali ke Tanah Air.*

Chairul Akhmad

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88