2 months ago
2 mins read

Jemaah Disabilitas Sampaikan Masukan untuk Haji 2027

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, beraudiensi dengan sejumlah jemaah haji penyandang disabilitas di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah. (Foto: MCH 2026)

MADINAH  Sejumlah jemaah haji penyandang disabilitas menyampaikan apresiasi sekaligus masukan kepada Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Arab Saudi, Selasa (2/6/2026).

Audiensi dihadiri perwakilan penyandang disabilitas fisik, netra, dan autisme yang berasal dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI), serta orang tua jemaah penyandang autisme. Mereka didampingi Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia, Deka Kurniawan.

Deka mengatakan keterlibatan penyandang disabilitas dalam evaluasi penyelenggaraan haji merupakan bagian dari prinsip partisipasi yang menempatkan kelompok disabilitas sebagai pihak yang paling memahami kebutuhannya sendiri.

Menurutnya, audiensi tersebut bertujuan menyampaikan apresiasi atas komitmen penyelenggaraan Haji Inklusif 2026 sekaligus memberikan masukan untuk perbaikan layanan pada musim haji mendatang.

“Kemenhaj juga menunjukkan konsistensinya dalam mewujudkan misi ketiga penyelenggaraan haji 2026, yaitu sukses peradaban dan keadaban. Peradaban yang maju diukur dari sejauh mana kelompok rentan memperoleh perlakuan setara, serta hak-haknya dihormati, dilindungi, dan dipenuhi,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan jemaah menyampaikan sejumlah catatan terkait aksesibilitas layanan bagi penyandang disabilitas.

Ketua PPDI, Siswadi, menyoroti perlunya peningkatan aksesibilitas di berbagai titik layanan, mulai dari hotel di Makkah dan Madinah, transportasi ramah disabilitas, hingga fasilitas pendukung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Ia juga mengusulkan agar materi sensitivitas disabilitas dimasukkan dalam pelatihan petugas haji dan bimbingan manasik jemaah.

Menurut Siswadi, keberpihakan pemerintah terhadap penyandang disabilitas dan lansia sudah terlihat dalam kebijakan yang ada, namun implementasi di lapangan masih perlu diperkuat.

Sementara itu, perwakilan ITMI, Ipan Hidayatulloh, menilai sosialisasi mengenai kuota afirmasi bagi penyandang disabilitas perlu ditingkatkan agar lebih banyak calon jemaah memahami hak dan mekanisme yang tersedia.

“Di lapangan kami menemukan beberapa penyandang disabilitas yang sudah mendaftar lebih dari lima tahun belum dapat berangkat karena kurangnya informasi mengenai kebijakan tersebut,” ujarnya.

Masukan juga datang dari Lilis Arofianti yang mendampingi anaknya sebagai jemaah haji penyandang autisme. Ia berharap penyandang autisme yang memenuhi syarat istitha’ah tetap dapat memperoleh kesempatan berhaji dengan pendamping keluarga.

“Alhamdulillah anak saya memenuhi syarat istitha’ah, memiliki pengalaman bepergian dengan pesawat, dan didampingi keluarga sehingga lolos proses skrining,” katanya.

Komnas Disabilitas bersama organisasi penyandang disabilitas juga mendorong adanya regulasi kuota afirmasi khusus bagi penyandang disabilitas. Menurut mereka, kebijakan tersebut dapat memberikan kepastian keberangkatan bagi penyandang disabilitas yang telah memenuhi syarat istitha’ah di tengah panjangnya antrean haji reguler.

Menhaj sambut masukan
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan dalam audiensi tersebut. Ia menegaskan komitmen Kementerian Haji dan Umrah untuk terus memperkuat layanan yang inklusif bagi seluruh jemaah.

“Terima kasih sudah berkenan hadir. Mudah-mudahan kerja sama ini dapat terus dilanjutkan,” ujarnya.

Menhaj juga mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi terkait pemahaman mengenai syarat istitha’ah bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Menurutnya, pada awalnya terdapat pandangan bahwa jemaah berusia di atas 70 tahun maupun pengguna kursi roda tidak perlu berhaji. Namun Indonesia terus memberikan penjelasan mengenai prinsip istitha’ah yang diterapkan.

“Tetapi kami terus meyakinkan mereka, dan alhamdulillah mereka dapat memahami,” ujar Gus Irfan.

Terkait fasilitas di Armuzna, Irfan mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dirasakan jemaah, termasuk penyandang disabilitas. Namun ia menegaskan pemerintah Indonesia terus menyampaikan berbagai masukan kepada pihak Arab Saudi agar kualitas layanan dapat terus ditingkatkan.

“Hal itu memang berada di luar kewenangan kami. Kami terus menyampaikan permintaan dan imbauan, tetapi pelaksanaannya tetap menjadi kewenangan penyelenggara Armuzna,” tandasnya.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan haji 2026 sekaligus upaya merumuskan perbaikan layanan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas pada musim haji 2027.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Perkuat Kemitraan Rantai Pasok Haji dengan Saudi

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan kemitraan strategis

Kemenhaj Teguhkan Nasionalisme Lewat Doa Kebangsaan

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Doa dan Zikir
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88