1 day ago
8 mins read

Houthi di Tengah Konflik Yaman dan Arab Saudi: Dinamika Keamanan Regional, Konflik Proksi, dan Kapabilitas Aktor Non-Negara di Timur Tengah

Ilustrasi Kekuatan Houthi di tengah ketegangan Yaman vs. Arab Saudi dan konflik Kawasan Timur Tengah (Foto: Istimewa/ AFP/Reuters/ Getty Images/ Total Politik)

Houthi di Yaman dan Arab Saudi merupakan salah satu manifestasi penting dari kompleksitas keamanan regional di Timur Tengah. Sejak intervensi koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman pada 2015, Houthi mengembangkan pola serangan lintas batas terhadap wilayah Arab Saudi dengan memanfaatkan rudal balistik, rudal jelajah, serta uncrewed aerial vehicles (UAV). Serangan tersebut tidak hanya berdimensi militer, tetapi juga berkaitan dengan kompetisi geopolitik yang melibatkan Arab Saudi, Iran, Yaman, dan aktor eksternal lainnya.

Tulisan ini menganalisis serangan Houthi terhadap Arab Saudi melalui perspektif Hubungan Internasional, khususnya konsep regional security complex, konflik proksi, dankeamanan non-tradisional. Argumen utama tulisan ini adalah bahwa serangan Houthi telah mengubah karakter konflik Yaman dari konflik domestik yang mengalami internasionalisasi menjadi persoalan keamanan regional yang melibatkan infrastruktur energi, jalur perdagangan, dan stabilitas politik kawasan.

Pada saat yang sama, kemampuan Houthi untuk melakukan serangan jarak jauh menunjukkan bahwa aktor non-negara dapat memperoleh kapasitas power projection yang sebelumnya lebih identik dengan negara. Perkembangan terbaru pada 2026 kembali menunjukkan bahwa konflik tersebut memiliki potensi menghasilkan efek spillover terhadap keamanan regional dan arus energi internasional.

Konflik Yaman merupakan salah satu konflik bersenjata paling kompleks di Timur Tengah. Konflik tersebut pada awalnya memiliki dimensi domestik yang kuat, terutama berkaitan dengan perebutan kekuasaan antara kelompok Houthi, pemerintah Yaman, dan berbagai aktor politik serta militer lainnya. Namun, keterlibatan Arab Saudi dan negara-negaraanggota koalisi pada 2015 mengubah konfigurasi konflik menjadi persoalan yang memiliki dimensi regional yang semakin kuat.

Salah satu konsekuensi utama internasionalisasi konflik tersebut adalah munculnya serangan Houthi terhadap wilayah Arab Saudi. Serangan dilakukan dengan berbagai instrumen, mulai dari rudal balistik hingga UAV. Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa serangan udara Houthi terhadap Arab Saudi mengalami peningkatan, termasuk penggunaan rudal balistik.

Pada periode tertentu, serangan bahkan mencapai target ekonomi di wilayah Arab Saudi dengan jarak sekitar 1.000 kilometer dari wilayah Yaman. Dalam perspektif hubungan internasional (HI), perkembangan tersebut menarik karena menunjukkan perubahan pola hubungan antara negara dan aktor bersenjata non-negara. Houthi tidak memiliki karakteristik negara berdaulat, tetapi memiliki kemampuan untuk melakukan serangan terhadap wilayah negara lain dan memengaruhi kalkulasikeamanan regional. Persoalan tersebut menjadi semakin kompleks karena konflik Houthi–Arab Saudi juga berkaitan dengan kompetisi strategis antara Arab Saudi dan Iran.

Milisi Houthi dan persenjataannya (Foto: Mohammed Hamoud/ Getty Images)

Tulisan ini membahas tiga pertanyaan utama. Pertama, apa faktor yang mendorong serangan Houthi terhadap Arab Saudi? Kedua, bagaimana serangan tersebut dapat dipahami melalui perspektif keamanan regional dan konflik proksi? Ketiga, bagaimana perkembangan kapabilitas Houthi memengaruhi konfigurasi keamanan TimurTengah?

Regional Security Complex

Konsep Regional Security Complex yang dikembangkan Barry Buzan dan Ole Wæver menempatkan keamanan negara bukan sebagai fenomena yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari jaringan hubungan keamanan yang saling bergantung di suatu kawasan.

Dalam konteks Timur Tengah, keamanan Arab Saudi tidak dapat dipisahkan dari dinamika Yaman, Iran, Teluk Persia, Laut Merah, dan Selat Bab al-Mandeb. Dengan demikian, serangan Houthi terhadap Arab Saudi tidak hanya merupakan persoalan bilateral Saudi–Houthi. Serangan tersebut memiliki implikasi terhadap keamanan energi, perdagangan maritim, hubungan Saudi–Iran, serta keterlibatan negara-negara besar.

Pendekatan ini memungkinkan konflik Yaman dipahami sebagai bagian dari struktur keamanan regional yang lebih luas. Ketika Houthi menyerang fasilitas militer atau infrastruktur ekonomi Arab Saudi, dampaknya tidak berhenti pada hubungan kedua aktor tersebut, tetapi dapat menghasilkan spilloverterhadap aktor dan kepentingan lain.

Konflik Proksi

Konsep konflik proksi digunakan untuk menjelaskan situasi ketika persaingan antarnegara berlangsung melalui dukungan terhadap aktor lokal atau non-negara. Dalam kasus Yaman, Iran memberikan dukungan kepada Houthi, sementara Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman dan kelompok-kelompok yang berseberangan dengan Houthi.

Namun, konsep “proksi” perlu digunakan secara hati-hati. Menyebut Houthi sebagai sekadar instrumen Iran dapat mengabaikan kepentingan politik dan strategis internal Houthi sendiri. Perserikatan Bangsa-Bangsa mendokumentasikan keberadaan jaringan pasokan persenjataan dan komponen senjata yang berhubungan dengan kemampuan militer Houthi, sementara Houthi sendiri mempertahankan agenda politik yang berakar pada dinamika domestik Yaman.

Karena itu, hubungan Iran–Houthi lebih tepat dipahami sebagai hubungan yang mengandung kombinasi antara kepentingan lokal, dukungan eksternal, dan kepentingan strategis regional.

Latar belakang konflik Houthi–Arab Saudi

Houthi atau Ansar Allah, berasal dari gerakan politik dan keagamaan Zaydi di Yaman utara. Gerakan tersebut berkembang menjadi aktor politik dan militer yang signifikan dalam konflik Yaman. Krisis politik Yaman semakin memburuk setelah Houthi mengambil alih Sanaa pada 2014.

Anggota Milisi Houthi (Foto: Reuters)

Perkembangan tersebut mendorong Arab Saudi membentuk koalisi militer dan melakukan intervensi pada Maret 2015 dengan tujuan mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Intervensi tersebut menghasilkan perubahan penting dalam struktur konflik. Bagi Arab Saudi, stabilitas Yaman berkaitan langsung dengan keamanan perbatasan selatan dan stabilitas kawasan Teluk.

Bagi Houthi, kehadiran militer Saudi di Yaman menjadi salah satu dasar legitimasi bagi perlawanan bersenjata terhadap koalisi. Dengan demikian, terdapat hubungan sebab-akibat antara intervensi eksternal dan peningkatan internasionalisasi konflik. Houthi kemudian memperluas kemampuan militernya sehingga konflik tidak hanya berlangsung di wilayah Yaman, tetapi juga melintasi perbatasan internasional.

Evolusi Serangan Houthi terhadap Arab Saudi

Serangan Houthi terhadap Arab Saudi mengalami perkembangan baik dari segi frekuensi maupun teknologi. Pada fase awal, serangan terutama berkaitan dengan wilayah perbatasan Saudi–Yaman. Namun, seiring perkembangan kemampuan rudal dan UAV, jangkauan serangan semakin jauh.

Laporan PBB mencatat peningkatan penggunaan rudal balistik dalam serangan terhadap Arab Saudi. Perkembangan tersebut menunjukkan adanya transformasi dalam kapasitas militer Houthi. Houthi tidak lagi hanya mengandalkan perang darat konvensional atau guerrilla warfare, tetapi mulai mengembangkan kemampuan stand-off attack, yaitu menyerang sasaranpada jarak yang relatif jauh tanpa harus menguasai wilayah di sekitar target.

Salah satu perkembangan penting terjadi pada Desember 2021 dan Januari 2022. Menurut Panel Ahli PBB, pada 7 Desember 2021 Houthi mengumumkan operasi yang menargetkan Riyadh, Jeddah, Jazan, Najran, dan Asir dengan kombinasi rudal balistik serta UAV. Pada Januari 2022, serangkaian serangan juga diarahkan terhadap Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Serangan tersebut memiliki dua dimensi strategis. Pertama, dimensi militer, yaitu memberikan tekanan terhadap kapasitas pertahanan lawan. Kedua, dimensi politik, yaitu meningkatkan biaya yang harus ditanggung Arab Saudi akibat keterlibatannya dalam konflik Yaman.

Infrastruktur Energi sebagai Sasaran Strategis

Salah satu karakteristik penting konflik Houthi–Arab Saudi adalah munculnya infrastruktur ekonomi dan energi sebagai bagian dari kalkulasi strategis. Arab Saudi merupakan salah satu aktor utama dalam sistem energi internasional. Oleh karena itu, ancaman terhadap fasilitas minyak Saudi memiliki implikasi yang lebih luas daripada kerusakan terhadap objek militer.

Kapal Tanker MV Sounion alami kebakaran setelah diserang rudal-rudal Milisi Houthi pada Agustus 2024 (Foto: Reuters/ Robert Greenall/BBC News)

Dalam perspektif keamanan non-tradisional, fasilitas energi dapat dipahami sebagai critical infrastructure. Gangguan terhadap infrastruktur tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi, pasar energi, dan hubungan ekonomi internasional.

Strategi semacam ini juga memperlihatkan bagaimana aktor non-negara dapat menggunakan instrumen militer untuk menghasilkan efek politik dan ekonomi yang jauh lebih besar daripada ukuran material mereka. Dengan menyerang objek yang memiliki nilai strategis tinggi, Houthi dapat meningkatkan cost of conflict bagi Arab Saudi.

Dimensi Iran–Arab Saudi

Konflik Houthi–Arab Saudi juga tidak dapat dipisahkan dari hubungan kompetitif Iran Dan Arab Saudi. Iran dan Arab Saudi merupakan dua kekuatan regional utama yang memiliki kepentingan strategis berbeda di Timur Tengah. Kompetisi keduanya berlangsung dalam berbagai arena, termasuk Irak, Suriah, Lebanon, Bahrain, dan Yaman.

Dalam konteks tersebut, dukungan Iran terhadap Houthi meningkatkan kemampuan kelompok tersebut untuk menghadapi tekanan militer dari koalisi yang dipimpin Saudi. PBB juga mencatat bahwa peningkatan serangan Houthi berkaitan dengan aliran senjata dan komponen senjata yang melanggar embargo senjata yang ditargetkan.

Akan tetapi, menjelaskan konflik semata-matasebagai “perang Iran melawan Arab Saudi” akan terlalu menyederhanakan persoalan. Houthi mempunyai kepentingan dan agenda domestiknya sendiri. Dengan demikian, hubungan Iran–Houthi dapat dipahami sebagai hubungan yang memungkinkan terjadinya konvergensi kepentingan, bukan sematamata hubungan komando langsung.

Serangan Houthi dan Keamanan Regional

Dari perspektif Regional Security ComplexTheory, konflik Houthi–Saudi menunjukkan bagaimana konflik lokal dapat menghasilkankonsekuensi regional. Pertama, konflik meningkatkan ketegangan antara Iran dan negara-negara Arab Teluk. Kedua, perkembangan kemampuan rudal dan UAV Houthi meningkatkan persepsi ancaman terhadap infrastruktur strategis negara-negara kawasan. Ketiga, konflik memiliki dimensi maritim karenaposisi Yaman berdekatan dengan Selat Bab al-Mandeb, salah satu jalur perdagangan lauts trategis dunia.

Keempat, konflik memiliki konsekuensi terhadap keamanan energi internasional. Dengan demikian, Yaman memiliki posisi strategis yang tidak sebanding dengan kapasitas ekonominya. Lokasinya memungkinkan perkembangan konflik domestik menghasilkan efek terhadap jalur perdagangan dan keamanan regional.

Dimensi Hukum dan Keamanan Internasional

Serangan lintas batas Houthi terhadap Arab Saudi juga menimbulkan persoalan dalam hukum internasional, khususnya berkaitan dengan perlindungan penduduk sipil dan infrastruktur sipil. Dewan Keamanan PBB menyatakan bahwa Houthi telah melakukan serangan lintas batas terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab serta mengancam situs sipil. PBB juga memasukkan Houthi dalam rezim sanksi tertentu berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 2624 (2022).

Dari perspektif hukum humaniter internasional, persoalan utama tidak hanya berkaitan dengan identitas pelaku, tetapi juga sifat sasaran,metode serangan, prinsip distinction, proportionality, dan kewajiban untuk melindungi penduduk sipil.

Karena itu, serangan terhadap objek sipil atau serangan yang dilakukan tanpa membedakan sasaran militer dan sipil dapat menimbulkan persoalan hukum internasional, terlepas dari legitimasi politik yang diklaim oleh pihak yang melakukan serangan.

Gencatan Senjata dan Perubahan Konflik

Salah satu perkembangan penting adalah gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022. Panel Ahli PBB mencatat bahwa serangan udara Houthi terhadap Arab Saudidan Uni Emirat Arab meningkat pada kuartal pertama 2022, tetapi kemudian hampir sepenuhnya berhenti setelah dimulainya gencatan senjata dan tidak kembali pada tingkat sebelumnya setelah masa berlaku gencatan berakhir pada Oktober 2022.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa intensitas serangan tidak sepenuhnya bersifat otomatis atau tidak terkendali. Perubahan konfigurasi politik dan diplomatik dapat menghasilkan perubahan perilaku militer. Namun, berhentinya sebagian besar serangan lintas batas tidak berarti konflik Yaman telah diselesaikan. Struktur konflik, fragmentasi aktor, dan persaingan politik tetap menjadi faktor penting.

Eskalasi Terbaru pada 2026

Perkembangan pada 2026 menunjukkan bahwa konflik Houthi–Saudi kembali memperoleh dimensi regional yang signifikan. PBB padaAgustus 2026 menyatakan keprihatinan terhadap serangan Houthi terhadap target di Arab Saudi dan memperingatkan bahwa eskalasi tersebut berpotensi menyeret Yaman lebih jauh ke dalam konfrontasi regional.

Pada September 2026, PBB kembali melaporkan adanya serangan Houthi terhadap Arab Saudi bersamaan dengan meningkatnya pertempuran di pesisir Laut Merah Yaman. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara konflik domestik Yaman dan keamanan regional semakin sulit dipisahkan.

Pada saat yang sama, PBB menekankan pentingnya proses politik yang inklusif dan penyelesaian yang dimiliki oleh aktor-aktor Yaman sendiri. Dengan demikian, eskalasi terbaru dapat dipahami bukan hanya sebagai kelanjutan konflik Saudi–Houthi, tetapi sebagai bagian dari dinamika keamanan Timur Tengah yang lebih luas.

Analisis: Houthi sebagaiAktor Non-Negara dengan Kapabilitas Power Projection

Fenomena paling penting dalam konflik ini adalah transformasi Houthi menjadi aktor bersenjata non-negara yang mampu melakukan power projection lintas batas. Dalam teori tradisional HI, kemampuan menyerang wilayah negara lain pada jarak jauh biasanya diasosiasikan dengan negara yang memiliki angkatan udara, rudal jarak jauh, dan sistem militer berteknologi tinggi.

Houthi menunjukkan bahwa perkembangan teknologi relatif murah dan akses terhadap jaringan persenjataan dapat mengurangi sebagian kesenjangan kemampuan antara negara dan aktor non-negara.Hal tersebut menciptakan tiga implikasi.

Pertama, perubahan konsep deterrence. Arab Saudi memiliki superioritas Militer konvensional yang jauh lebih besar, tetapi superioritas tersebut tidak otomatis menghilangkan kemampuan Houthi untuk menimbulkan kerugian. Kedua, perubahan karakter konflik asimetris. Houthi dapat mengeksploitasi kelemahan struktural lawan dengan memilih target bernilai tinggi seperti infrastruktur energi. Ketiga, perluasan medan konflik.

Perbatasan geografis menjadi semakin kurang relevan ketika rudal dan UAV memungkinkan serangan terhadap sasaran yang berada jauh dari medan perang utama. Dengan demikian, konflik Houthi–Saudi memberikan ilustrasi bahwa asymmetric warfare kontemporer tidak hanya berlangsung melalui perang gerilya, tetapi juga melalui penggunaan teknologi untuk menghasilkan efek strategis.

Serangan Houthi terhadap Arab Saudi merupakan bagian dari transformasi konflik Yaman dari konflik domestik menjadi persoalan keamanan regional. Internasionalisasi konflik sejak 2015 menciptakan kondisi yang memungkinkan Houthi mengembangkan kemampuan serangan lintas batas, sementara keterlibatan Iran memberikan dimensi geopolitik yang lebih luas.

Perekerutan anggota baru Houthi (Foto: AP/Osamah Abdulrahman/ Fox News/Greg Wehner/Liz Friden )

Dari perspektif Hubungan Internasional, fenomena tersebut dapat dianalisis melalui tiga aspek utama. Pertama, Regional Security Complex Theory menjelaskan bahwa konflik Yaman tidak dapat dipisahkan dari struktur keamanan Timur Tengah, khususnya hubungan Saudi–Iran dan keamanan Laut Merah. Kedua, konsep konflik proksi menjelaskan bagaimana persaingan negara dapat berlangsung melalui aktor bersenjata non-negara, meskipun hubungan Houthi–Iran tidak dapat direduksi menjadi hubungan subordinasi memperlihatkan perubahan karakter perang asimetris.

Kemampuan menggunakan rudal dan UAV memungkinkan aktor non-negara melakukan serangan terhadap target strategisdi luar wilayah operasional utamanya. Dampaknya tidak sederhana. Ketiga, perspektif keamanan non-tradisional menunjukkan bahwa infrastruktur energi, perdagangan maritim, dan stabilitas ekonomi menjadi bagian integral dari konflik kontemporer.

Evolusi kapabilitas Houthi juga memperlihatkan perubahan karakter perang asimetris. Kemampuan menggunakan rudal dan UAVmemungkinkan aktor non-negara melakukan serangan terhadap target strategis di luar wilayah operasional utamanya. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Arab Saudi, tetapi juga dapat memengaruhi keamanan energi dan jalur perdagangan internasional.

Perkembangan kembali pada 2026 memperlihatkan bahwa struktur konflik belum sepenuhnya terselesaikan. Eskalasi di sekitar Yaman, Arab Saudi, dan Laut Merah menunjukkan adanya keterkaitan erat antara konflik domestik, kompetisi geopolitik, dan keamanan maritim. Oleh karena itu, penyelesaian jangka panjang tidak hanya bergantung pada kemampuan militer untuk menekan Houthi, tetapi juga pada terciptanya mekanisme politik yang mampu mengakomodasi kepentingan aktor-aktor Yaman sekaligus mengurangi kompetisi regional yang menjadi salah satu faktor eksternal konflik.

Muhamad Adnan Hafiz. Mahasiswa HI Fenerbahçe University Turki

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Perang Bikin Iran Gelap Gulita

TEHERAN – Di dalam gerbong kereta bawah tanah Teheran, dua

Ekonomi Iran Belum Bangkit Pascaperang

TEHERAN – Berakhirnya perang belum berarti berakhirnya krisis bagi Iran. Tiga
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88