1 day ago
5 mins read

Di Balik Rumor Agustus: Menguji Kapasitas Ketahanan Rezim Prabowo

Muh Jusrianto. (Foto: Istimewa)

Sejak dilantik pada Oktober 2024, Presiden Prabowo menapaki arena kekuasaan secara meyakinkan, dengan mengantongi dukungan elektoral sebesar 58 persen serta kekuatan mayoritas partai politik di Parlemen. Modal ini menjustifikasi rezim Prabowo merancang kabinet hipertrofik sebagai instrumen politik akomodasi sekaligus menguatkan eksekusi kebijakan (Seskab, 2024).

Konfigurasi ini secara teoritis, menghasilkan stabilitas formal yang secara politis kontras dengan gagasan ketahanan rezim. Gagasan tersebut tidak hanya soal modalitas elektoral dan konsolidasi elite, melainkan harus diuji melalui tekanan sosial, ekonomi, dan politik. Di sinilah legalitas mandat mesti diterjemahkan menjadi kapasitas rezim dalam menjaga public trust dengan kinerja.

Dalam konteks inilah konsep performance legitimacy menjadi relevan, dimana legitimasi mensyaratkan kemampuan rezim untuk memenuhi ekspektasi kesejahteraan, keamanan dan keadilan (Weatherley, 1997). Konsekuensi politis dari prasyarat ini, pada akhirnya, diuji ketika realitas sosial-ekonomi bergejolak, sebagaimana tercermin pada gelombang demonstrasi Agustus 2025 dan 2026.

Protes publik yang berkecamuk selama periode tersebut merupakan konsekuensi logis dari berbagai persoalan kompleks yang terakumulasi, seperti ketidakpuasan publik atas  kinerja elite, kontroversi kebijakan, tekanan ekonomi, hingga depresiasi nilai rupiah dan terkoreksinya pasar saham. Titik kulminasi dari semua indikator ini adalah menurunnya approval rating di angka 51,1 persen (SMRC, 2026).

Meskipun rezim Prabowo relatif stabil secara institusional, namun resiliensi sosial tidak sepenuhnya kokoh. Retakan yang terjadi pada level kinerja dan persepsi publik semakin diperburuk dengan munculnya spekulasi politik di lingkaran elite bahwa rezim Prabowo tidak akan bertahan hingga Agustus 2026. Spekulasi ini tentu tidak dapat diperlakukan sebagai fakta politik.

Hanya saja, secara analitis, spekulasi ini mencerminkan keretakan stabilitas formal yang bersumber pada lemahnya institusi dan defisit kepercayaan. Apalagi, degradasi berbagai indikator jelas mengindikasikan kemunduran substantif pondasi performance legitimacy (Huntington, 1991). Hal ini diperburuk dengan bencana Karhutla 2026 yang membakar hangus 202.000 hektar lahan.

Krisis ini memaksa rezim menghadapi dilema ganda untuk memulihkan kondisi materil masyarakat, sekaligus memulihkan kepercayaan publik melalui penanganan akar krisis. Dengan demikian, panggung politik pasca Agustus 2026 telah bergeser menjadi medium kontestasi legitimasi. Sehingga konsolidasi nasional harus berorientasi melampaui logika  politik bagi-jatah kuasa menuju reinforcement ketahanan rezim dengan memutus cakar kapitalisme ekstraktif dan restorasi keadilan ekologis.

Dekonstruksi Cengkeraman Oligarki
Narasi konfrontatif Presiden Prabowo tampak melampaui retorika politik di permukaan saat berhadapan langsung dengan kelompok yang dikonstruksi sebagai “sembilan naga”. Kendati perjumpaan tersebut dipandang kontradiktif dengan agenda melawan oligarki, namun secara teoritis, upaya ini justru dapat dibaca sebagai perebutan kendali terhadap kekuasaan materiil (Winters, 2011).Dalam perspektif Jeffrey Winters (2011) kekuasaan material adalah pondasi eksistensial oligarki yang memungkinkan dirinya terlibat secara adaptif dalam arena demokratisasi. Maka dari itu, konfrontasi Presiden dengan the ruling oligarchy bukan konfrontasi yang tereduksi secara personalitas, melainkan tentang siapa yang berdaulat atas sumber daya Negara atau pemodal?

Tentu relasi antara negara-modal tidak selalu dikonstruksi secara konfrontatif. Pasalnya pemodal juga merupakan entitas penyokong pembangunan. Oleh karena itu, konfrntasi Prabowo terhadap oligarki bisa dibaca lewat positioning politiknya, yang termanifestasidalam gagasan tentang greedonomics yang diperkenalkan dalam World Economic Forum 2026, di Davos, Swiss (Antara, 22/1/2026).

Gagasan tersebut merujuk pada praktik ekonomi yang rakus dan ilegal yang merugikan kepentingan publik. Di titik inilah kemunculan Satgas PKH, melalui Perpres No.5/2025, penting dikonstruksi sebagai instrumen konfrontasi pada jejaring oligarki yang secara fungsional dianggap sebagai counter-weaponization (Evans, 1995), yakni menggunakan instrumen negara merebut kedaulatan.

Hingga Mei 2026, Satgas PKH berhasil menguasai kembali 5,8 juta hektar perkebunan sawit dan 12.371 hektar lahan pertambangan (Setkab, 2026), dimana nilai pemulihan mencapai 379 triliun rupiah, di samping potensi denda administrasi senilai 40,3 triliun. Ini bukan sekedar angka, namun perubahan konflik negara-modal dari wacana menjadi perebutan aset.

Realitas ini kompatibel dengan konstruksi state capture (Hellman dan Kaufmann, 2001). Konsep ini merujuk pada proses ketika elite-elite ekonomi mempengaruhi pembentukan regulasi dan kebijakan untuk menginstitusionalisasi rente melalui saluran tidak formal. Repatriasi jutaan hektar oleh negara adalah bukti material praktik capture yang hendak di de-capture oleh Satgas PKH.

Manifestasi paling destruktif dari state capture membentur dinding realitas dalam krisis Karhutla 2026. Bencana ini bukan sekedar anomali iklim, melainkan dampak struktural dari pembukaan lahan ilegal. Ini tercermin dari ribuan titik panas (hotspot) berkategori high-confidence yang mengepung kawasan HGU serta wilayah konsesi korporasi raksasa (Kompas, 2/9/2026).

Menariknya langkah Presiden tidak berhenti pada dorongan menginventarisir korporasi penyebab Karhutla dan koordinasi lintas sektoral, termasuk Satgas PKH, melainkan pula menerbitkan Inpres No.11/2026 yang secara ketat melarang pembukaan lahan dengan cara destruktif dan sanksi berlapis bagi korporasi. Kini, ujiannya terletak pada rule-based enforcement, dimana pertentangan antara negara dan modal bukan soal siapa yang kuat: tapi, apakah hukum mampu menertibkan greedonomics.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Tantangan Mundur Pimpinan DPR Bukan Hal yang Luar Biasa

JAKARTA – Ada sesuatu yang terdengar heroik dari Senayan. Pimpinan

Andi Mallarangeng: Bebas Aktif Tidak Berarti Pasif

JAKARTA – Di tengah rivalitas Amerika Serikat dan China, perang Rusia-Ukraina, konflik
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88