4 months ago
6 mins read

Kisah Petugas Haji: Allah yang Memampukan

Ahsan Fauzi, anggota MCH 2026 Daker Bandara. (Foto: MCH 2026)

Air mata di Tanah Suci
Selama menjalankan tugas di Arab Saudi, Ahsan mengaku menangis lebih dari satu kali. Tangis pertama datang ketika ia melihat Ka’bah untuk pertama kalinya saat umrah wajib.

Momen berikutnya terjadi ketika wukuf di Arafah. Saat itu ia sedang bertugas meliput di dalam tenda. Sambil mengikuti khutbah Arafah, ia melihat banyak jemaah yang larut dalam doa.

“Saya sambil liputan, sambil melihat orang-orang menangis, saya juga ikut menangis.”

Air mata kembali jatuh ketika melaksanakan Thawaf Wada, thawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah.

Ia juga mengingat sebuah peristiwa ketika mengikuti takziah istri salah seorang anggota Media Center Haji yang meninggal dunia. 

Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan sambutan sekaligus menceritakan perjalanan sang istri sejak dirawat di rumah sakit hingga wafat.

Ada satu kalimat yang terus membekas dalam ingatan Ahsan. “Tugas saya sebagai suami selesai.”

Kalimat itu, menurutnya, membuat air matanya kembali jatuh. Perasaannya semakin tersentuh ketika Sekretaris Daker Bandara, Aruji, juga berbagi pengalaman pernah kehilangan istri dan mengingatkan agar kesedihan tidak membuat seseorang berhenti melanjutkan kehidupan.

Tangis berikutnya datang ketika ia bertemu seorang jemaah perempuan di Bandara Madinah yang baru saja kehilangan suaminya.

Suaminya meninggal dunia sebelum puncak haji. Menurut cerita sang istri, almarhum sehari-hari masih memimpin shalat berjemaah di hotel dan bahkan telah dijadwalkan menjadi khatib saat wukuf di Arafah.

Ketika hendak mewawancarai perempuan tersebut, Ahsan melihat sang jemaah tidak sanggup lagi melanjutkan cerita.

“Beliau tidak kuat. Menangis terus. Saya ikut menangis,” kenangnya.

Wawancara itu pun tidak dilanjutkan. Ia memilih berbincang dengan jemaah lain yang selama ini menjadi makmum almarhum.

Momen lain yang paling membekas baginya terjadi setelah khutbah wukuf di Arafah selesai. Saat itu para jemaah saling bersalaman dan berpelukan.

“Yang paling tersentuh pada saat wukuf Arafah selesai khutbah wukuf, saling berpelukan, saling bersalaman. Pada menangis semua.”

Di tengah ribuan jemaah yang mengenakan kain ihram, Ahsan merasakan satu kesadaran yang begitu kuat. “Di situlah saya meresapi tekad hidup bahwa hidup nanti juga akan mati.”

Kain ihram yang dikenakan para jemaah mengingatkannya pada kain kafan. “Dari situ saya ingat kematian.”

Di tengah perenungan itu, pikirannya melayang kepada istri yang belum berkesempatan menemaninya ke Tanah Suci. “Saya sudah bisa ke sini, tetapi tidak bersama istri,” ujarnya.

Karena itu, ia terus memanjatkan harapan agar suatu saat dapat kembali ke Tanah Suci bersama istri dan anaknya. “Semoga ke depan bisa umrah bersama istri dan anak. Ke depannya bisa haji bersama.”

Belajar bersyukur
Hampir seluruh rangkaian operasional haji yang dijalaninya membawa satu pelajaran yang menurut Ahsan paling membekas. Ia merasa cara pandangnya terhadap kehidupan berubah setelah menjalani tugas sebagai anggota Media Center Haji.

“Yang paling berubah dari cara pandang saya adalah kita bisa lebih banyak bersyukur.”

Rasa syukur itu muncul di hampir setiap tempat yang ia datangi. Ketika berada di Masjidil Haram, ia bersyukur. Saat mendapat kesempatan berziarah ke Masjid Nabawi, rasa yang sama kembali hadir. Begitu pula ketika dapat memanjatkan doa di tempat-tempat mustajab.

“Saya bisa di sini karena Allah. Saya bisa ke Tanah Suci karena Allah. Bisa ziarah ke Rasulullah juga karena Allah.”

Semakin lama berada di Tanah Suci, semakin kuat keyakinannya bahwa semua kesempatan itu bukan semata-mata hasil usaha manusia. 

Perjalanan hidup yang pernah dijalaninya sebagai anak petani, perjuangannya membiayai kuliah dengan berjualan koran, menjual air mineral, hingga bekerja serabutan membuatnya merasa setiap nikmat yang datang patut disyukuri.

“Akhirnya muncul rasa bersyukur lebih banyak. Lebih mudah untuk bersyukur,” ucapnya.

Perjalanan itu juga mengubah cara pandangnya tentang makna berbagi. Menurut Ahsan, sepulang dari Tanah Suci ia ingin membawa pulang semangat untuk terus berbuat baik kepada sesama.

“Saya mencoba untuk berbuat baik, mencoba untuk berbuat yang bermanfaat untuk sesama, untuk masyarakat.”

Baginya, berbagi tidak selalu harus dilakukan dengan harta. Ketika seseorang belum mampu membantu dengan materi, masih ada tenaga dan pikiran yang bisa diberikan untuk orang lain.

“Kalau kita tidak punya harta, kita bisa berbagi dengan tenaga, dengan pikiran.”

Pemahaman itu semakin kuat ketika suatu hari ia melihat seorang petugas haji mendorong jemaah lansia di bawah terik matahari. 

Saat itu Ahsan sedang beristirahat sambil makan sebelum melanjutkan perjalanan. Petugas tersebut menghampirinya dan mengaku belum sempat makan karena sejak tadi mendampingi jemaah.

“Mas, saya boleh minta makanannya?”

Tanpa berpikir panjang, Ahsan memberikan bekal makan yang masih dibawanya. “Saya pikir saya masih bisa mencari lagi.”

Setelah selesai makan, petugas tersebut kembali mendorong kursi roda jemaah lansia yang didampinginya.

“Melihat teman-teman perjuangannya sungguh luar biasa. Rela berpanas-panasan, bahkan rela telat makan hanya untuk menjalankan tugas yang maksimal,” tuturnya.

Pengalaman itu menguatkan keyakinannya bahwa tugas sebagai petugas haji tidak dapat dipisahkan dari ibadah. “Tugasku ibadahku.”

Bagi Ahsan, menulis berita maupun membantu pelayanan di bandara sama-sama merupakan bagian dari pengabdian.

“Menulis berita juga bagian dari ibadah. Membantu pelayanan di bandara juga ibadah.”

Ketika diminta merangkum seluruh perjalanan yang dijalaninya selama musim haji 2026, Ahsan Fauzi tidak kembali bercerita tentang beratnya tugas ataupun panjangnya perjalanan.

Ia justru mengulang keyakinan yang sejak awal menjadi benang merah kisahnya. “Semua karena Allah.”

Kalimat itu pula yang terus dipegangnya ketika mengenang perjalanan dari seorang anak petani yang membiayai kuliah dengan berjualan koran, menjual air mineral, dan bekerja serabutan, hingga akhirnya berdiri di Tanah Suci sebagai anggota Media Center Haji.

“Tanpa izin Allah, tanpa kehendak Allah, tidak mungkin saya sampai di sini,” ia menegaskan.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88