2 months ago
7 mins read

Kisah Petugas Haji: Melayani Jemaah Seperti Ayah dan Ibu Sendiri

Ardhi Wahdan, Anggota MCH 2026 Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

Belajar ikhlas dari aamu Allah
Di tengah padatnya tugas, Ardhi mengaku masih sempat bertemu dengan jemaah yang memberinya pelajaran hidup. Salah satunya datang dari seorang jemaah yang bercerita telah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak delapan kali selama puncak haji.

Cerita itu justru membuatnya menoleh kepada dirinya sendiri. “Bagi saya seperti tamparan,” katanya. “Selama bertugas di Tanah Suci, sampai saat ini hampir usai, ternyata saya belum mampu khatam.”

Ia tidak menyampaikan kalimat itu untuk membandingkan dirinya dengan jemaah. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing dalam memanfaatkan kesempatan selama berada di Tanah Suci. 

Ada yang berjuang menyelesaikan rangkaian ibadah, ada yang menghabiskan waktu dengan tilawah, sementara dirinya menjalani amanah sebagai petugas yang harus selalu siaga melayani jemaah.

Dari seluruh pengalaman itu, Ardhi merasa pelajaran terbesar yang ia peroleh bukanlah tentang bagaimana menjalankan tugas jurnalistik di Arab Saudi, melainkan tentang bagaimana mengemban amanah.

“Belajar mengemban amanah, menekan ego, mengasah kepedulian dan paling penting belajar ikhlas yang sesungguhnya.”

Kalimat itu ia ucapkan tanpa ragu. Menurutnya, menjadi petugas haji membuat cara pandangnya terhadap ibadah berubah. “Berubah 180 derajat, menjadi lebih nikmat dan teratur.”

Perubahan itu tidak lahir dari satu peristiwa tertentu, melainkan dari seluruh pengalaman yang ia jalani sejak pertama kali bertugas di Madinah, mendampingi jemaah di Armuzna, hingga menghadapi berbagai keadaan yang menuntut kesabaran, tenaga, dan keikhlasan.

Di balik kesibukan itu, ada satu hal yang jarang diketahui orang. Ardhi mengaku cukup sering menangis selama bertugas. “Sering, bahkan tidak terhitung.”

Ia tidak menjelaskan setiap peristiwa yang membuat air matanya jatuh. Namun dari seluruh kisah yang ia ceritakan, tidak sulit memahami mengapa perasaan itu begitu mudah muncul. Ada doa-doa yang dipanjatkan jemaah setelah berhasil kembali ke tenda. 

Ada pelukan hangat dari pasangan lansia yang akhirnya bertemu kembali dengan rombongan. Ada pula rasa haru ketika melihat semangat para jemaah lanjut usia menjalani puncak haji di tengah keterbatasan fisik mereka.

Karena itulah, ketika musim haji berakhir nanti, ada satu cerita yang paling ingin ia bawa pulang. “Tentang gigihnya para jemaah lansia dalam menjalankan puncak haji.”

Menurut Ardhi, keteguhan para lansia itu menjadi pelajaran yang sulit dilupakan. Mereka datang dengan usia yang tidak lagi muda, tenaga yang tidak lagi sekuat dahulu, tetapi tetap berusaha menyelesaikan setiap rangkaian ibadah dengan penuh kesungguhan.

Di sela-sela seluruh pengalaman itu, Ardhi mengaku hampir setiap hari memanjatkan doa yang sama. “Doa kebaikan untuk saya, keluarga, tetangga, rekan kerja.”

Doa-doa itu selalu menyertai langkahnya selama menjalankan amanah sebagai petugas haji. Ketika diminta menyampaikan pesan kepada keluarga jemaah di Indonesia, Ardhi tidak berbicara panjang.Ia justru menyampaikan rasa terima kasih. 

“Terima kasih, meski kita tidak satu darah, namun jemaah adalah keluarga yang justru menjadikan saya lebih kuat.”

Kalimat itu seolah merangkum seluruh pengalaman yang ia alami selama musim haji. Jemaah yang semula tidak dikenalnya berubah menjadi keluarga yang harus dijaga. Lansia yang baru ditemuinya di Tanah Suci ia anggap sebagai ayah dan ibu sendiri.

Doa-doa yang dipanjatkan para jemaah menjadi penyemangat ketika rasa lelah datang. Dan amanah yang awalnya ia bayangkan sebagai tugas jurnalistik, perlahan berubah menjadi pelajaran tentang kepedulian dan keikhlasan.

Di akhir perbincangan, Ardhi Wahdan diminta memaknai arti “melayani tamu Allah”. Jawabannya singkat, tetapi merangkum seluruh kisah yang ia alami selama bertugas.

“Bagi saya, melayani tamu Allah adalah sebuah amanah mulia yang tidak ternilai. Tidak hanya dari banyaknya pahala yang diraih, tetapi juga seakan menjadi pengampunan dosa. Saatnya menebus kejelekan di masa lalu dengan memberikan cinta kasih kepada tamu Allah. Maka sangat beruntung mendapat amanah sebagai pelayan dhuyufur rahman.”

Mungkin karena itulah, setelah lima kali mendaftar dan akhirnya mendapat kesempatan menjadi petugas haji, hal yang paling diingat Ardhi bukanlah beratnya tugas, panjangnya jam kerja, atau lelahnya berjalan kaki dari Makkah ke Mina. 

Yang paling ia ingat justru wajah-wajah para jemaah yang sejak awal telah ia tempatkan sebagai ayah dan ibunya sendiri. Dari merekalah ia belajar bahwa melayani tamu Allah bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan kasih sayang kepada orang lain dengan hati yang tulus.*

Komentar

Your email address will not be published.

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global
Go toTop

Jangan Lewatkan

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak

Kepuasan Jemaah Haji 2026 Tembus 91,45 Persen

JAKARTA — Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2026 mencapai 91,45
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88