4 months ago
7 mins read

Kisah Petugas Haji: Melayani Jemaah Seperti Ayah dan Ibu Sendiri

Ardhi Wahdan, Anggota MCH 2026 Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

Belajar ikhlas dari aamu Allah
Di tengah padatnya tugas, Ardhi mengaku masih sempat bertemu dengan jemaah yang memberinya pelajaran hidup. Salah satunya datang dari seorang jemaah yang bercerita telah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak delapan kali selama puncak haji.

Cerita itu justru membuatnya menoleh kepada dirinya sendiri. “Bagi saya seperti tamparan,” katanya. “Selama bertugas di Tanah Suci, sampai saat ini hampir usai, ternyata saya belum mampu khatam.”

Ia tidak menyampaikan kalimat itu untuk membandingkan dirinya dengan jemaah. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing dalam memanfaatkan kesempatan selama berada di Tanah Suci. 

Ada yang berjuang menyelesaikan rangkaian ibadah, ada yang menghabiskan waktu dengan tilawah, sementara dirinya menjalani amanah sebagai petugas yang harus selalu siaga melayani jemaah.

Dari seluruh pengalaman itu, Ardhi merasa pelajaran terbesar yang ia peroleh bukanlah tentang bagaimana menjalankan tugas jurnalistik di Arab Saudi, melainkan tentang bagaimana mengemban amanah.

“Belajar mengemban amanah, menekan ego, mengasah kepedulian dan paling penting belajar ikhlas yang sesungguhnya.”

Kalimat itu ia ucapkan tanpa ragu. Menurutnya, menjadi petugas haji membuat cara pandangnya terhadap ibadah berubah. “Berubah 180 derajat, menjadi lebih nikmat dan teratur.”

Perubahan itu tidak lahir dari satu peristiwa tertentu, melainkan dari seluruh pengalaman yang ia jalani sejak pertama kali bertugas di Madinah, mendampingi jemaah di Armuzna, hingga menghadapi berbagai keadaan yang menuntut kesabaran, tenaga, dan keikhlasan.

Di balik kesibukan itu, ada satu hal yang jarang diketahui orang. Ardhi mengaku cukup sering menangis selama bertugas. “Sering, bahkan tidak terhitung.”

Ia tidak menjelaskan setiap peristiwa yang membuat air matanya jatuh. Namun dari seluruh kisah yang ia ceritakan, tidak sulit memahami mengapa perasaan itu begitu mudah muncul. Ada doa-doa yang dipanjatkan jemaah setelah berhasil kembali ke tenda. 

Ada pelukan hangat dari pasangan lansia yang akhirnya bertemu kembali dengan rombongan. Ada pula rasa haru ketika melihat semangat para jemaah lanjut usia menjalani puncak haji di tengah keterbatasan fisik mereka.

Karena itulah, ketika musim haji berakhir nanti, ada satu cerita yang paling ingin ia bawa pulang. “Tentang gigihnya para jemaah lansia dalam menjalankan puncak haji.”

Menurut Ardhi, keteguhan para lansia itu menjadi pelajaran yang sulit dilupakan. Mereka datang dengan usia yang tidak lagi muda, tenaga yang tidak lagi sekuat dahulu, tetapi tetap berusaha menyelesaikan setiap rangkaian ibadah dengan penuh kesungguhan.

Di sela-sela seluruh pengalaman itu, Ardhi mengaku hampir setiap hari memanjatkan doa yang sama. “Doa kebaikan untuk saya, keluarga, tetangga, rekan kerja.”

Doa-doa itu selalu menyertai langkahnya selama menjalankan amanah sebagai petugas haji. Ketika diminta menyampaikan pesan kepada keluarga jemaah di Indonesia, Ardhi tidak berbicara panjang.Ia justru menyampaikan rasa terima kasih. 

“Terima kasih, meski kita tidak satu darah, namun jemaah adalah keluarga yang justru menjadikan saya lebih kuat.”

Kalimat itu seolah merangkum seluruh pengalaman yang ia alami selama musim haji. Jemaah yang semula tidak dikenalnya berubah menjadi keluarga yang harus dijaga. Lansia yang baru ditemuinya di Tanah Suci ia anggap sebagai ayah dan ibu sendiri.

Doa-doa yang dipanjatkan para jemaah menjadi penyemangat ketika rasa lelah datang. Dan amanah yang awalnya ia bayangkan sebagai tugas jurnalistik, perlahan berubah menjadi pelajaran tentang kepedulian dan keikhlasan.

Di akhir perbincangan, Ardhi Wahdan diminta memaknai arti “melayani tamu Allah”. Jawabannya singkat, tetapi merangkum seluruh kisah yang ia alami selama bertugas.

“Bagi saya, melayani tamu Allah adalah sebuah amanah mulia yang tidak ternilai. Tidak hanya dari banyaknya pahala yang diraih, tetapi juga seakan menjadi pengampunan dosa. Saatnya menebus kejelekan di masa lalu dengan memberikan cinta kasih kepada tamu Allah. Maka sangat beruntung mendapat amanah sebagai pelayan dhuyufur rahman.”

Mungkin karena itulah, setelah lima kali mendaftar dan akhirnya mendapat kesempatan menjadi petugas haji, hal yang paling diingat Ardhi bukanlah beratnya tugas, panjangnya jam kerja, atau lelahnya berjalan kaki dari Makkah ke Mina. 

Yang paling ia ingat justru wajah-wajah para jemaah yang sejak awal telah ia tempatkan sebagai ayah dan ibunya sendiri. Dari merekalah ia belajar bahwa melayani tamu Allah bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan kasih sayang kepada orang lain dengan hati yang tulus.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88