4 months ago
7 mins read

Kisah Petugas Haji: Melayani Jemaah Seperti Ayah dan Ibu Sendiri

Ardhi Wahdan, Anggota MCH 2026 Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

MADINAH – Kesempatan menjadi petugas haji tidak datang pada percobaan pertama bagi Ardhi Wahdan. Wartawan Harian Kedaulatan Rakyat itu baru dinyatakan lolos sebagai anggota Media Center Haji (MCH) setelah lima kali mendaftar. Penantian yang tidak singkat itu membuat kabar kelulusannya memiliki arti tersendiri. 

Karena itulah, ketika menerima pesan bahwa dirinya lolos sebagai petugas haji, orang pertama yang langsung ia hubungi bukanlah rekan kerja ataupun atasannya di kantor, melainkan ibunya.

“Langsung terlintas ibu. Begitu mendapat pesan informasi lolos sebagai petugas haji, saat itu juga telepon ibu,” kenangnya.

Bagi Ardhi, momen itu menjadi awal dari perjalanan yang sama sekali belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Ini adalah kali pertama ia bertugas di Tanah Suci. 

Selama berada di Madinah, tugas utamanya tidak berbeda dengan pekerjaan yang selama ini ia jalani sebagai jurnalis, yakni melakukan peliputan, menulis berita, lalu menerbitkannya melalui media tempat ia bekerja. 

Namun semakin lama menjalankan amanah sebagai petugas haji, ia merasakan bahwa pekerjaannya tidak lagi sekadar menghasilkan berita. 

Ada banyak keadaan yang membuatnya harus hadir sebagai petugas yang melayani, mendampingi, sekaligus membantu jemaah yang membutuhkan pertolongan.

Perasaan itu paling sering muncul ketika memasuki fase Armuzna. Menurut Ardhi, hampir setiap hari ia bertemu dengan jemaah yang kebingungan mencari jalan kembali ke tenda di Mina seusai melempar jumrah. 

Di tengah jutaan orang yang bergerak menuju arah yang sama, tidak sedikit jemaah yang terpisah dari rombongan, lupa arah, atau tidak lagi mengenali jalan pulang. 

“Hampir setiap momen memiliki keharuan,” ujar anggota MCH 2026 Daker Madinah ini.

Semua jemaah adalah orang tua
Pengalaman-pengalaman itulah yang perlahan membentuk cara pandangnya selama bertugas. Ardhi mengaku sejak awal ia selalu berusaha memandang setiap jemaah yang ditemuinya sebagai orang tua sendiri. 

Cara pandang itu bukan muncul begitu saja. Ia berkaitan dengan pengalaman hidup yang sangat pribadi.

“Semua jemaah yang saya layani, sejak awal selalu saya jadikan tameng sebagai orang tua. Qadarullah, ayah saya sudah menghadap Sang Khalik. Sehingga beberapa kali ada orang tua yang berjalan sendirian dan lupa arah pulang, segera saya hampiri. Bagaimanapun, mereka sudah menjadi ayah dalam benak saya. Sosok yang harus dijaga, dilayani, dan dilindungi sekuat tenaga kami,” ungkapnya.

Kalimat itu bukan sekadar ungkapan. Ardhi benar-benar berusaha menjalankannya setiap kali bertugas di lapangan. Karena itulah, ketika melihat seorang jemaah lansia berjalan sendirian atau tampak kehilangan arah, ia merasa terpanggil untuk segera menghampiri. 

Baginya, para jemaah itu bukan lagi orang asing yang baru ditemui di Tanah Suci, melainkan sosok ayah dan ibu yang membutuhkan pertolongan.

Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika fase Armuzna. Hari sudah gelap ketika ia melihat sepasang suami istri duduk bersimpuh di pinggir jalan. Keduanya baru selesai melempar jumrah, tetapi tidak lagi mengetahui jalan kembali menuju tenda di Mina. 

Di tengah lalu lintas jemaah yang masih ramai, pasangan lansia itu memilih berhenti karena tidak tahu harus melangkah ke mana. Melihat keadaan tersebut, Ardhi segera menghampiri mereka. Ia kemudian menggandeng tangan sang suami dan memapahnya berjalan menuju tenda di Mina. 

Perjalanan itu berlangsung hampir satu jam. Tidak ada jalan pintas yang bisa ditempuh. Yang terpenting baginya saat itu hanyalah memastikan pasangan lansia tersebut dapat kembali bertemu dengan rombongannya.

Setelah akhirnya tiba di tenda, suasana yang semula dipenuhi kebingungan berubah menjadi haru. Pasangan lansia itu berulang kali mengucapkan doa sambil memeluk Ardhi dengan erat sebagai ungkapan terima kasih karena telah mengantarkan mereka kembali.

Bahkan, satu peristiwa yang hingga kini masih ia ingat terjadi sesaat kemudian. “Saya masih ingat betul, beliau menyodorkan uang 500 riyal.”

Ardhi menolak pemberian itu dengan halus. Ia menyampaikan bahwa membantu jemaah memang sudah menjadi tugas petugas haji dan meminta agar uang tersebut digunakan untuk keperluan mereka sendiri selama berada di Tanah Suci.

“Saya sampaikan bahwa ini sudah menjadi tugas kami. Mohon dengan sangat supaya uang tersebut digunakan untuk kebutuhan jemaah.”

Mendengar jawaban itu, pasangan lansia tersebut kembali memeluknya sambil terus memanjatkan doa. Ardhi mengaku memilih segera berpamitan. Bukan karena pekerjaannya telah selesai. Melainkan karena ia tidak ingin orang lain melihat air matanya mulai menetes.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88