2 months ago
7 mins read

Kisah Petugas Haji: Melayani Jemaah Seperti Ayah dan Ibu Sendiri

Ardhi Wahdan, Anggota MCH 2026 Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

Lelah yang menjadi amanah
Pengalaman mengantarkan pasangan lansia itu bukan satu-satunya peristiwa yang membekas dalam ingatan Ardhi. Selama bertugas di Tanah Suci, ia mengaku hampir setiap hari bertemu dengan jemaah yang membutuhkan bantuan. 

Ada yang terpisah dari rombongan, ada yang lupa arah menuju hotel atau tenda, ada pula yang kebingungan setelah berjam-jam berada di tengah keramaian jutaan manusia.

Karena itulah, ketika ditanya bagaimana rasanya menghadapi jemaah lansia yang tersesat atau sedang sakit, Ardhi tidak berbicara tentang kesulitan yang harus dihadapi petugas. Yang lebih dulu muncul justru rasa iba.

“Trenyuh karena mereka sudah menantikan ini sehingga ketika kehilangan arah, merasa terpanggil untuk segera menghampiri.”

Perasaan itu semakin kuat karena sejak awal ia memang berusaha menempatkan dirinya sebagai anak bagi setiap jemaah lanjut usia yang ditemuinya. Cara pandang itulah yang membuat setiap pertemuan dengan para lansia selalu menghadirkan kesan yang berbeda. 

“Bagi saya, membantu mereka bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga bentuk penghormatan kepada orang tua,” prinsipnya.

Di sela-sela tugas itu, ada pula pengalaman lain yang sampai sekarang masih ia kenang. Seorang jemaah pernah kehilangan arah menuju hotelnya. Ardhi kemudian melacak identitas jemaah tersebut melalui gelang yang dikenakan di tangannya hingga akhirnya menemukan nama hotel sesuai data manifes. 

Namun ketika diberi tahu, jemaah itu justru bersikeras mengatakan bahwa hotel tersebut bukan tempatnya menginap.

“Muncul nama hotelnya, tetapi yang bersangkutan justru menyangkal,” katanya sambil tersenyum mengenang peristiwa itu.

Ardhi tetap mengantar jemaah tersebut sesuai data yang tercantum dalam manifes. Bahkan ketika sudah tiba di lobi hotel, jemaah itu masih mengatakan bahwa tempat tersebut bukan hotelnya. 

Barulah setelah bertemu petugas kloternya sendiri, wajah jemaah itu berubah. Ia tersipu malu karena ternyata hotel yang ditunjukkan Ardhi memang benar tempat ia menginap.

Bagi Ardhi, peristiwa seperti itu justru menjadi pengingat bahwa kondisi fisik yang lelah, cuaca yang panas, dan padatnya aktivitas selama menjalankan ibadah haji bisa membuat siapa saja kehilangan orientasi. 

Karena itu, ia memilih menghadapi situasi semacam itu dengan kesabaran. Menurutnya, kesabaran memang menjadi tantangan terbesar ketika harus melayani ribuan jemaah dengan karakter yang berbeda-beda.

“Karena banyak jemaah yang belum mampu mengendalikan emosi dengan baik. Sedikit 

saja mengalami pengalaman kurang menyenangkan, nada bicaranya ada yang kurang terkontrol.”

Namun ia memahami bahwa keadaan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh watak seseorang. Kelelahan fisik, tekanan selama menjalankan ibadah, dan situasi yang serba tidak biasa sering kali membuat emosi lebih mudah muncul. Karena itulah, ia merasa petugas harus menjadi pihak yang lebih dulu menahan diri.

Di balik berbagai pengalaman itu, Ardhi juga mengaku pernah berada pada titik ketika tubuhnya hampir tidak sanggup lagi mengikuti ritme tugas. Pengalaman tersebut terjadi ketika bertugas di Mina.

Pada malam pertama, setelah kelelahan menjalani rangkaian tugas dari Arafah, ia belum mendapatkan tempat untuk beristirahat. Dengan membawa barang bawaan yang cukup banyak, ia akhirnya memutuskan berjalan kaki menuju hotel di Makkah. 

Perjalanan itu belum benar-benar berakhir. Keesokan paginya, ia harus kembali berjalan kaki menuju Mina karena mendapat giliran berjaga di pos pantau. Tas besar yang semalam dibawanya kembali dipanggul di pundak.

“Capek, letih, dan badan kurang sehat, tapi memaksakan untuk tidak menyerah,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah pernah berada di titik ingin menyerah, jawabannya tidak jauh berbeda. “Hampir menyerah, namun tetap saya paksakan.”

Bagi Ardhi, rasa lelah memang tidak bisa dihindari. Bahkan selama puncak operasional haji, waktu tidurnya dalam sehari kadang hanya sekitar satu jam. “Paling hanya satu jam tidur, tapi terasa nikmat.”

Kalimat itu menggambarkan bagaimana seluruh tenaga seolah dicurahkan untuk menjalankan amanah yang sedang diemban. Di tengah waktu istirahat yang sangat terbatas, ia memilih tetap menjalankan tugas sebaik mungkin.

Yang membuat semangatnya tetap terjaga justru datang dari rumah. Ia mengaku sering mengingat keluarga yang ditinggalkan di Indonesia.

“Ingat keluarga yang di rumah karena pesannya untuk mengabdi di Tanah Suci. Ada banyak doa yang dititipkan sehingga hati tak boleh kendur,” kata anggota MCH Daker Madinah ini.

Bagi Ardhi, pesan dan doa dari keluarga menjadi pengingat bahwa tugas yang sedang dijalaninya bukan hanya tanggung jawab pribadi. Ada harapan yang ikut dititipkan kepadanya sehingga ia merasa tidak boleh menyerah hanya karena rasa lelah.

Komentar

Your email address will not be published.

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global
Go toTop

Jangan Lewatkan

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak

Kepuasan Jemaah Haji 2026 Tembus 91,45 Persen

JAKARTA — Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2026 mencapai 91,45
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88