4 months ago
7 mins read

Kisah Petugas Haji: Melayani Jemaah Seperti Ayah dan Ibu Sendiri

Ardhi Wahdan, Anggota MCH 2026 Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

Lelah yang menjadi amanah
Pengalaman mengantarkan pasangan lansia itu bukan satu-satunya peristiwa yang membekas dalam ingatan Ardhi. Selama bertugas di Tanah Suci, ia mengaku hampir setiap hari bertemu dengan jemaah yang membutuhkan bantuan. 

Ada yang terpisah dari rombongan, ada yang lupa arah menuju hotel atau tenda, ada pula yang kebingungan setelah berjam-jam berada di tengah keramaian jutaan manusia.

Karena itulah, ketika ditanya bagaimana rasanya menghadapi jemaah lansia yang tersesat atau sedang sakit, Ardhi tidak berbicara tentang kesulitan yang harus dihadapi petugas. Yang lebih dulu muncul justru rasa iba.

“Trenyuh karena mereka sudah menantikan ini sehingga ketika kehilangan arah, merasa terpanggil untuk segera menghampiri.”

Perasaan itu semakin kuat karena sejak awal ia memang berusaha menempatkan dirinya sebagai anak bagi setiap jemaah lanjut usia yang ditemuinya. Cara pandang itulah yang membuat setiap pertemuan dengan para lansia selalu menghadirkan kesan yang berbeda. 

“Bagi saya, membantu mereka bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga bentuk penghormatan kepada orang tua,” prinsipnya.

Di sela-sela tugas itu, ada pula pengalaman lain yang sampai sekarang masih ia kenang. Seorang jemaah pernah kehilangan arah menuju hotelnya. Ardhi kemudian melacak identitas jemaah tersebut melalui gelang yang dikenakan di tangannya hingga akhirnya menemukan nama hotel sesuai data manifes. 

Namun ketika diberi tahu, jemaah itu justru bersikeras mengatakan bahwa hotel tersebut bukan tempatnya menginap.

“Muncul nama hotelnya, tetapi yang bersangkutan justru menyangkal,” katanya sambil tersenyum mengenang peristiwa itu.

Ardhi tetap mengantar jemaah tersebut sesuai data yang tercantum dalam manifes. Bahkan ketika sudah tiba di lobi hotel, jemaah itu masih mengatakan bahwa tempat tersebut bukan hotelnya. 

Barulah setelah bertemu petugas kloternya sendiri, wajah jemaah itu berubah. Ia tersipu malu karena ternyata hotel yang ditunjukkan Ardhi memang benar tempat ia menginap.

Bagi Ardhi, peristiwa seperti itu justru menjadi pengingat bahwa kondisi fisik yang lelah, cuaca yang panas, dan padatnya aktivitas selama menjalankan ibadah haji bisa membuat siapa saja kehilangan orientasi. 

Karena itu, ia memilih menghadapi situasi semacam itu dengan kesabaran. Menurutnya, kesabaran memang menjadi tantangan terbesar ketika harus melayani ribuan jemaah dengan karakter yang berbeda-beda.

“Karena banyak jemaah yang belum mampu mengendalikan emosi dengan baik. Sedikit 

saja mengalami pengalaman kurang menyenangkan, nada bicaranya ada yang kurang terkontrol.”

Namun ia memahami bahwa keadaan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh watak seseorang. Kelelahan fisik, tekanan selama menjalankan ibadah, dan situasi yang serba tidak biasa sering kali membuat emosi lebih mudah muncul. Karena itulah, ia merasa petugas harus menjadi pihak yang lebih dulu menahan diri.

Di balik berbagai pengalaman itu, Ardhi juga mengaku pernah berada pada titik ketika tubuhnya hampir tidak sanggup lagi mengikuti ritme tugas. Pengalaman tersebut terjadi ketika bertugas di Mina.

Pada malam pertama, setelah kelelahan menjalani rangkaian tugas dari Arafah, ia belum mendapatkan tempat untuk beristirahat. Dengan membawa barang bawaan yang cukup banyak, ia akhirnya memutuskan berjalan kaki menuju hotel di Makkah. 

Perjalanan itu belum benar-benar berakhir. Keesokan paginya, ia harus kembali berjalan kaki menuju Mina karena mendapat giliran berjaga di pos pantau. Tas besar yang semalam dibawanya kembali dipanggul di pundak.

“Capek, letih, dan badan kurang sehat, tapi memaksakan untuk tidak menyerah,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah pernah berada di titik ingin menyerah, jawabannya tidak jauh berbeda. “Hampir menyerah, namun tetap saya paksakan.”

Bagi Ardhi, rasa lelah memang tidak bisa dihindari. Bahkan selama puncak operasional haji, waktu tidurnya dalam sehari kadang hanya sekitar satu jam. “Paling hanya satu jam tidur, tapi terasa nikmat.”

Kalimat itu menggambarkan bagaimana seluruh tenaga seolah dicurahkan untuk menjalankan amanah yang sedang diemban. Di tengah waktu istirahat yang sangat terbatas, ia memilih tetap menjalankan tugas sebaik mungkin.

Yang membuat semangatnya tetap terjaga justru datang dari rumah. Ia mengaku sering mengingat keluarga yang ditinggalkan di Indonesia.

“Ingat keluarga yang di rumah karena pesannya untuk mengabdi di Tanah Suci. Ada banyak doa yang dititipkan sehingga hati tak boleh kendur,” kata anggota MCH Daker Madinah ini.

Bagi Ardhi, pesan dan doa dari keluarga menjadi pengingat bahwa tugas yang sedang dijalaninya bukan hanya tanggung jawab pribadi. Ada harapan yang ikut dititipkan kepadanya sehingga ia merasa tidak boleh menyerah hanya karena rasa lelah.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88