MADINAH – Seluruh jemaah haji Indonesia akhirnya meninggalkan Madinah dan kembali ke Tanah Air. Kelompok Terbang (Kloter) UPG 43 menjadi rombongan terakhir yang dipulangkan dari Kota Nabi sekaligus menandai berakhirnya operasional pemulangan jemaah haji Indonesia musim haji 1447 H/2026 M.
Kloter terakhir tersebut dilepas langsung oleh Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Khalilurrahman bersama Kepala Sektor 3 Irfan Darmawan dan jajaran petugas di Hotel Karem Al-Khair, Madinah, sekitar pukul 16.30 waktu Arab Saudi.
Dalam sambutannya, Khalilurrahman menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah dapat menuntaskan rangkaian ibadah haji hingga ziarah di Madinah. Ia mendoakan agar seluruh ibadah para jemaah diterima Allah SWT dan memperoleh predikat haji mabrur.
“Kami menyampaikan selamat kepada Bapak-Ibu yang tahun ini diberikan rezeki, kesehatan, dan umur panjang sehingga bisa melaksanakan ibadah haji dengan sempurna. Mudah-mudahan hajinya mabrur, umrahnya makbul, dan doa-doanya dikabulkan Allah SWT,” ujarnya.
Di hadapan jemaah, Khalil juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelayanan di Madinah, baik terkait akomodasi, konsumsi, transportasi, maupun layanan lainnya.
“Kami selaku petugas penyelenggara ibadah haji di Madinah menyampaikan mohon maaf sebesar-besarnya atas segala kekurangan dalam pelayanan,” katanya.
Ia kemudian mengingatkan para jemaah agar menjaga kemabruran setelah kembali ke Indonesia. Menurutnya, kemabruran tidak hanya ditandai dengan selesainya ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dengan perubahan perilaku dan konsistensi dalam beribadah.
“Ibadah jangan hanya dikenal di Makkah dan Madinah. Setelah pulang, tetap istiqamah shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan saling menolong. Itu tanda haji yang mabrur,” pesannya.
Khalil juga mengajak para jemaah untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan menjaga tutur kata serta sikap setelah kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, salah seorang jemaah Kloter UPG 43, Salmiah Amiruddih Paruki, mengaku bersyukur dapat menunaikan ibadah haji meski berangkat seorang diri. Ia berharap suatu hari bisa kembali ke Tanah Suci bersama suaminya.
“Kalau dipanggil lagi, alhamdulillah. Mudah-mudahan bisa berangkat bersama suami,” ujarnya.
Salmiah juga mengaku memiliki pengalaman berkesan saat beribadah di Raudhah. Setelah sempat gagal pada percobaan pertama, ia akhirnya berhasil masuk hingga tiga kali.
“Alhamdulillah akhirnya bisa tiga kali masuk,” tuturnya.
Meski berat meninggalkan Madinah, Salmiah berharap suatu saat dapat kembali lagi ke Tanah Suci untuk beribadah.
Perempuan asal Maros ini juga mengapreasi kerja-kerja yang dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 dalam melayani jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Menurutnya, petugas haji telah melakukan yang terbaik bagi jemaah haji Indonesia tahun ini. Ia juga berharap semoga tahun depan layanan yang diberikan oleh pemerintah RI terhadap jemaah haji makin baik lagi.*
