3 months ago
6 mins read

Kisah Petugas Haji: Di Tangga Darurat, Ia Belajar Arti Melayani Tamu Allah

Bhery Hamzah, anggota MCH 2026 Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

MADINAH – Siang itu lift di Hotel Front Taiba, Madinah penuh. Jemaah baru tiba. Lobi sesak. Lorong hotel riuh. Orang-orang mengantre dengan wajah lelah, sebagian masih memegangi koper kecil, sebagian lagi hanya ingin satu hal: cepat masuk kamar dan rebah. Karena lift terlalu padat, beberapa jemaah memilih naik lewat tangga darurat.

Di situlah Bhery Hamzah ikut naik. Awalnya ia hanya sedang menyisir hotel selepas liputan kedatangan jemaah. Sebagai anggota Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja Madinah, tugas utamanya siang itu sebetulnya sederhana: meliput, mengambil gambar, mencatat suasana, lalu menyiapkan bahan berita tentang operasional haji.

Tapi siang di Front Taiba membuat tugas itu berubah bentuk. Di tangga darurat, Bhery melihat jemaah-jemaah yang kelelahan memaksa kaki mereka terus melangkah. Ada lansia yang dipapah. Ada yang berhenti di anak tangga untuk menarik napas. Ada yang mengeluh sakit kaki. Ada yang kebingungan mencari lantai kamarnya.

Lalu datang seorang bapak dengan masalah yang terdengar kecil, tetapi pada saat seperti itu bisa terasa besar: kunci kamarnya tertinggal di dalam. Kamarnya ada di lantai tujuh. Bhery meminta bapak itu menunggu. 

Ia turun ke bawah untuk mencari petugas hotel dan meminta kunci cadangan. Di lobi, situasi tetap sama: penuh, sesak, dan hampir tak memberi ruang untuk bergerak cepat. Lift tak mungkin diandalkan. Maka Bhery memilih tangga lagi.

Naik dari bawah ke lantai tujuh, dengan tubuh yang sebetulnya sudah lemas. Ia belum makan. Tenaganya habis untuk liputan dan bergerak dari satu titik ke titik lain. Satu-satunya yang ada di tasnya siang itu hanya madu. Itu yang ia minum sebelum kembali menapaki tangga. 

Ketika sampai di depan kamar, bapak yang tadi diminta menunggu justru tak ada di tempat. Bhery tak berani menitipkan kunci kepada orang lain. Ia memilih berdiri di depan pintu, menunggu. Lima belas menit. Mungkin dua puluh. Sampai si bapak akhirnya datang dan bisa masuk ke kamar untuk beristirahat.

Sesederhana itu. Bukan cerita besar. Bukan kerja yang akan masuk laporan harian. Bukan pula jenis bantuan yang biasanya dianggap penting. Hanya mengantar kunci kamar untuk seorang jemaah yang kelelahan. Tapi justru di situ Bhery merasa siang itu meninggalkan sesuatu.

Ia datang ke Front Taiba sebagai petugas MCH. Ia pulang dengan perasaan seperti baru saja disentuh oleh inti paling sederhana dari pelayanan haji: membantu orang lain pada saat mereka paling membutuhkan, bahkan untuk urusan yang kelihatannya kecil.

“Pak, ini memang sudah tugas saya.”

Kalimat itu ia ucapkan kepada jemaah yang berkali-kali berterima kasih kepadanya siang itu. Tetapi barangkali justru kalimat itu pula yang diam-diam sedang ia ucapkan kepada dirinya sendiri.

Dari mikrofon ke lorong hotel
Bhery Hamzah sehari-hari dikenal sebagai jurnalis Radio Elshinta. Di musim haji 2026, ia mendapat penugasan pertamanya sebagai petugas haji, bergabung dengan MCH Daker Madinah.

Tugasnya adalah memberitakan pelaksanaan haji: layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, perlindungan jemaah, sampai dinamika operasional di lapangan. Pekerjaan yang—di atas kertas—sangat dekat dengan kesehariannya sebagai jurnalis. Tetapi di Tanah Suci, garis antara “meliput” dan “melayani” rupanya tidak pernah benar-benar tegas.

Seusai mengambil gambar, mewawancarai petugas, atau mengirim bahan berita, Bhery sering mendapati dirinya tetap berada di sekitar jemaah.

“Kadang untuk membantu yang tersesat, kadang menenangkan yang kebingungan, kadang hanya memastikan seorang lansia bisa kembali ke hotelnya,” ia mengisahkan.

Musim haji pelan-pelan menggeser posisinya. Dari orang yang semula datang untuk merekam pelayanan, menjadi orang yang ikut masuk ke dalam pelayanan itu sendiri. Front Taiba hanya salah satu contohnya.

Hari yang sama, setelah urusan kunci kamar selesai, Bhery belum benar-benar bisa beristirahat. Saat turun lagi, ia melihat seorang bapak dan seorang ibu membawa makanan konsumsi lewat tangga darurat menuju lantai enam. Lift tetap penuh. Makanan itu harus dibawa ke atas untuk dibagikan kepada jemaah lain. Keduanya terlihat kepayahan.

Bhery tak banyak berpikir. Ia langsung mengambil alih bawaan itu dan meminta mereka menunjukkan kamar tujuan. Artinya, setelah naik ke lantai tujuh, turun, menunggu, lalu hendak kembali ke bawah, ia harus naik lagi ke lantai enam sambil membawa makanan.

Tubuhnya jelas sudah capek. Tapi hari itu, rasa capek seperti tidak diberi kesempatan untuk menjadi alasan. Yang bekerja lebih dulu justru refleksnya: kalau ada yang bisa dibantu, ya bantu.

Makanan itu akhirnya sampai juga ke lantai enam. Jemaah yang menunggu bisa menerima konsumsi mereka. Bhery turun lagi dengan tubuh yang makin kosong, tetapi dengan hati yang justru terasa penuh.

Siang di Front Taiba agaknya sengaja disusun untuk memperlihatkan kepadanya satu hal: melayani jemaah haji sering kali bukan soal pekerjaan besar, melainkan soal kesediaan hadir untuk pekerjaan-pekerjaan kecil yang tak bisa ditunda.

Bhery Hamzah (tengah) saat melayani jemaah lansia dan tuna netra. (Foto: MCH 2026)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88