2 months ago
1 min read

Masuk Madinah, Jemaah Diminta Prioritaskan Kesehatan

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menerima kedatangan jemaah haji di hotel di Madinah. (Foto: MCH 2026)

MADINAH — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan jemaah haji Indonesia yang memasuki fase gelombang kedua di Madinah untuk tidak memaksakan diri beribadah dan lebih memprioritaskan kesehatan setelah melewati rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Menurut Dahnil, Madinah merupakan tempat yang tepat bagi jemaah untuk beristirahat dan memulihkan stamina setelah menjalani fase ibadah yang menguras energi di Makkah.

“Iya, memang kan Madinah itu tempat bergembira, santai. Ya, lebih rileks. Jadi kita berharap jemaah lebih rileks di sini, jangan menguras tenaga, karena tenaganya sudah terkuras di area puncak Armuzna dan di Makkah,” kata Dahnil saat ditemui di Hotel Grand Plaza Al-Madina, Madinah, Minggu (7/6/2026).

Menurut Dahnil, pemerintah memberi perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan jemaah, terutama pada fase akhir penyelenggaraan haji ketika kondisi fisik sebagian jemaah mulai mengalami penurunan.

“Jadi, kita juga punya concern terhadap kesehatan jemaah. Karena biasanya di akhir-akhir masa kepulangan atau masa fase kedua, itu biasanya stamina jemaah itu sudah menurun,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta jemaah menjalankan ibadah secara proporsional dan tidak memaksakan diri mengikuti aktivitas yang berpotensi menguras tenaga.

Fasilitas jemaah nyaman
Selain faktor kesehatan, Dahnil menilai fasilitas akomodasi yang disiapkan untuk jemaah di Madinah cukup mendukung kenyamanan selama masa tinggal. Pada gelombang kedua ini, lebih dari 100 ribu jemaah Indonesia dijadwalkan berada di Kota Nabi sebelum kembali ke Tanah Air.

Ia menuturkan sebagian besar hotel jemaah berada dalam jarak yang relatif dekat dengan Masjid Nabawi sehingga memudahkan akses beribadah tanpa harus mengeluarkan tenaga berlebih.

“Jadi, di Madinah kami berharap jemaah lebih menikmati suasana Madinah. Menikmati suasana beribadah di Masjid Nabawi maupun di hotelnya masing-masing. Dan semua jemaah sebenarnya di Madinah ini hotelnya dekat,” ujarnya.

Dahnil menjelaskan, sekitar 17 ribu jemaah bahkan menempati hotel yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi.

Pemerintah berharap kenyamanan akomodasi dan suasana yang lebih tenang di Madinah dapat membantu jemaah menjaga kondisi fisik hingga proses pemulangan ke Indonesia berlangsung.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Perkuat Kemitraan Rantai Pasok Haji dengan Saudi

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan kemitraan strategis

Kemenhaj Teguhkan Nasionalisme Lewat Doa Kebangsaan

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Doa dan Zikir
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88