MADINAH — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah haji Indonesia gelombang kedua untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Madinah. Menurutnya, jemaah gelombang kedua memiliki tingkat kelelahan yang lebih tinggi setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Hal itu disampaikan Dahnil saat meninjau hotel-hotel yang akan ditempati jemaah gelombang kedua di Madinah.
Ia mengatakan rombongan pertama gelombang kedua dijadwalkan mulai tiba di Madinah pada Minggu (7/6/2026) pukul 15.00 waktu Arab Saudi.
“Besok di Madinah sudah akan hadir gelombang kedua jam 15.00 waktu Saudi Arabia,” kata Dahnil, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, kondisi jemaah gelombang kedua berbeda dengan gelombang pertama. Jika jemaah gelombang pertama lebih dulu beristirahat dan beribadah di Madinah sebelum menghadapi puncak haji di Makkah, maka gelombang kedua justru tiba di Madinah setelah melewati fase yang paling menguras tenaga.
“Nah catatannya adalah, ini kan jamaah gelombang kedua sudah letih, capek di puncak haji Armuzna. Agak berbeda dengan jamaah gelombang pertama,” ujarnya.
Karena itu, Dahnil meminta jemaah tidak memaksakan diri menjalankan berbagai aktivitas ibadah maupun ziarah, terutama di tengah cuaca panas Madinah.
“Ya jadi saran saya karena sudah capek di puncak haji Armuzna di Mekkah maka seperti biasa jangan memaksakan diri. Jadi berhitung kekuatan fisik dan stamina apalagi memang di Madinah sangat panas,” katanya.
Area Markaziyah
Meski demikian, Dahnil menyebut jemaah akan terbantu dengan lokasi hotel yang seluruhnya berada di kawasan Markaziyah atau dekat dengan Masjid Nabawi.
“Beruntungnya kita di Madinah semua hotel kita itu dekat. Jadi semuanya ada di wilayah Markaziyah,” ujarnya.
Selain menjalankan ibadah Arbain di Masjid Nabawi, jemaah juga akan mendapatkan fasilitas ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah di Madinah yang difasilitasi pemerintah.
“Raudhah misalnya itu sudah difasilitasi oleh kementerian haji dan umrah. Kemudian ziarah sekitar Madinah juga akan difasilitasi, ke Uhud ya. Ke Uhud itu akan difasilitasi oleh kementerian haji dan umrah termasuk Quba,” kata Dahnil.
Petugas siap sambut jemaah
Pada kesempatan yang sama, Dahnil memastikan seluruh layanan bagi jemaah gelombang kedua telah siap, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan.
“Semuanya sudah siap, tim dari petugas sudah mempersiapkan katering. Makanya saya sudah berulang kali menyampaikan supaya katering harus tetap jangan kendor istilah saya itu,” ujarnya.
Ia mengingatkan petugas agar tetap menjaga kualitas pelayanan hingga akhir operasional haji. Menurut Dahnil, penurunan semangat kerja kerap terjadi menjelang berakhirnya musim haji dan hal itu tidak boleh terulang tahun ini.
“Nah tapi kali ini kami pastikan semua petugas harus lebih semangat ini karena kan di ujung nih. Daker Madinah juga harus menunjukkan mereka bekerja dengan maksimal pelayanannya yang prima,” katanya.
Untuk layanan kesehatan, Dahnil memastikan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan seluruh klinik sektor tetap beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan jemaah.
“Tetap KKHI berfungsi seperti biasa kemudian klinik-klinik sektor juga terus demikian. Prinsipnya seperti saya ulangi kepada petugas fast response apapun itu laporannya harus direspon cepat kemudian empatik dan simpatik,” pungkasnya.*
