MAKKAH — Aktivitas di Terminal Syib Amir, Makkah, kembali ramai pada Minggu (31/5/2026) seiring beroperasinya kembali layanan Bus Shalawat pascaberakhirnya fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ribuan jemaah mulai memanfaatkan layanan transportasi gratis tersebut untuk menuju Masjidilharam dari hotel pemondokan maupun sebaliknya.
Kembalinya operasional Bus Shalawat selama 24 jam di Terminal Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah disambut positif oleh jemaah haji Indonesia. Salah satunya datang dari Kurnifati Zumaro, jemaah asal Kediri yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 110 Embarkasi Surabaya.
Kurnifati mengaku merasakan langsung manfaat layanan dan pendampingan petugas selama berada di Tanah Suci, terutama dalam membantu mobilitas ibunya yang menggunakan kursi roda.
“Saya pribadi sangat senang dengan petugas di sini. Mereka baik, ramah, dan tanpa ragu sering membantu kami mendorong kursi roda ibu sampai masuk ke dalam bus,” ujar Kurnifati, Minggu (31/5/2026).
Layanan Ramah Lansia
Menurut Kurnifati, pengalaman yang dirasakannya selama musim haji tahun ini berbeda dengan sejumlah cerita yang pernah ia dengar dari kerabat yang berhaji pada tahun-tahun sebelumnya.
Ia menilai berbagai kebijakan yang berpihak kepada lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah perempuan benar-benar terlihat dalam pelaksanaan haji 2026.
“Kalau menurut teman saya yang sudah haji tahun lalu, suasananya berantakan. Tapi tahun ini saya sama sekali tidak merasakan itu. Di terminal semuanya rapi dan tertib. Cuma memang kadang bus sedikit terlambat kalau jalanan Kota Makkah sedang ditutup, dan itu sangat bisa dimaklumi,” tuturnya.
Menurutnya, keterlambatan bus yang sesekali terjadi masih dapat dipahami karena berkaitan dengan pengaturan lalu lintas dan penutupan sejumlah ruas jalan oleh otoritas Arab Saudi.
Harap Dipertahankan
Kurnifati berharap kualitas pelayanan yang dirasakannya selama musim haji tahun ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa mendatang. Ia juga mengapresiasi layanan konsumsi serta kehadiran petugas yang dinilai responsif membantu kebutuhan jemaah.
“Saya yakin ke depan bisa lebih maksimal lagi. Sekarang saja sudah luar biasa; petugas di terminal sangat membantu, makanan dan konsumsi juga melimpah. Saya betul-betul senang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan layanan kepada jemaah tetap berjalan optimal pascaberakhirnya fase Armuzna. Fokus pelayanan kini diarahkan pada pendampingan ibadah di Makkah, pergerakan menuju Madinah, serta proses pemulangan jemaah ke Tanah Air.
PPIH menegaskan seluruh layanan akan terus mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan jemaah hingga berakhirnya operasional haji 1447 H/2026 M.*
