MAKKAH — Layanan Bus Shalawat kembali beroperasi penuh selama 24 jam mulai Minggu (31/5/2026) setelah berakhirnya fase puncak ibadah haji. Armada transportasi gratis tersebut kembali melayani mobilitas jemaah haji Indonesia dari hotel pemondokan menuju Masjidilharam maupun sebaliknya.
Kepala Bidang Layanan Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syarif Rahman, mengatakan operasional penuh Bus Shalawat dimulai pada pukul 13.00 waktu Arab Saudi (WAS).
“Jemaah yang akan pulang ke Tanah Air maupun yang akan bergeser ke Madinah mulai hari ini sudah bisa menggunakan bus shalawat selama 24 jam, baik untuk melaksanakan Tawaf Ifadah maupun ibadah lainnya di Masjidilharam,” ujar Syarif saat diwawancarai tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Minggu (31/5/2026).
Kembalinya layanan Bus Shalawat menjadi bagian dari normalisasi pelayanan jemaah setelah seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selesai dilaksanakan.
Menyesuaikan arus pascaarmuzna
Syarif menjelaskan jadwal operasional penuh yang semula direncanakan dimulai pukul 01.00 WAS disesuaikan menjadi pukul 13.00 WAS berdasarkan kebijakan Pemerintah Arab Saudi dan mempertimbangkan kondisi jemaah pascapuncak haji.
Menurutnya, sebagian besar jemaah dari berbagai negara baru menyelesaikan rangkaian Nafar Tsani pada siang hari sehingga membutuhkan waktu untuk beristirahat sebelum kembali beraktivitas.
“Banyak jemaah haji dari seluruh dunia baru menyelesaikan Nafar Tsani pada siang hari, sehingga penundaan selama 12 jam tersebut sangat relevan agar waktu yang ada dapat digunakan jemaah untuk beristirahat di hotel terlebih dahulu,” jelasnya.
Layani 23 rute
Untuk mendukung layanan tersebut, PPIH Arab Saudi mengerahkan 458 unit bus, jumlah yang sama seperti sebelum fase puncak haji. Seluruh armada akan melayani 23 rute yang menghubungkan kawasan pemondokan jemaah dengan Masjidilharam.
Jemaah dapat mengakses layanan dengan menunggu di halte terdekat dari hotel masing-masing. Seluruh rute Bus Shalawat terhubung dengan tiga terminal utama di sekitar Masjidilharam, yakni Terminal Syib Amir, Terminal Ajyad, dan Terminal Jabal Ka’bah.
Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah untuk memperhatikan lokasi halte keberangkatan dan terminal tujuan guna memudahkan mobilitas selama berada di Makkah. Jemaah juga diminta mencocokkan nomor bus dan tujuan perjalanan dengan kartu rute resmi yang telah dibagikan sebelumnya.
Dengan beroperasinya kembali Bus Shalawat selama 24 jam, jemaah diharapkan dapat lebih mudah menjalankan Tawaf Ifadah maupun berbagai aktivitas ibadah lainnya di Masjidilharam menjelang fase pemulangan ke Tanah Air dan pergerakan menuju Madinah.*
