MINA — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menghadiri Resepsi Tahunan Haji yang diselenggarakan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al-Saud, di Istana Kerajaan Mina.
Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi haji sekaligus memastikan layanan dan perlindungan bagi jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Resepsi yang digelar atas nama Pelayan Dua Kota Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, itu dihadiri para pemimpin dan tokoh dunia Islam. Forum tersebut menjadi ajang mempererat kerja sama penyelenggaraan haji, khususnya pada aspek pelayanan, keselamatan, dan perlindungan jemaah.
Sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia, Indonesia memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait peningkatan kualitas layanan bagi jemaah, terutama pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Diplomasi untuk perlindungan jemaah
Dalam pertemuan itu, Putra Mahkota Mohammed bin Salman menegaskan komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam melayani Dua Kota Suci dan para tamu Allah. Menhaj RI menyampaikan apresiasi atas berbagai transformasi layanan yang dilakukan Arab Saudi, termasuk pengelolaan pergerakan jemaah dan penguatan layanan selama fase Armuzna.
“Kehadiran Indonesia di Istana Mina bukan sekadar memenuhi undangan protokoler, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi haji. Kita menyampaikan penghormatan dan apresiasi atas dedikasi Kerajaan Arab Saudi, sekaligus terus memastikan agar layanan bagi jemaah Indonesia berjalan layak, aman, dan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Gus Irfan di Makkah, Jumat (29/5/2026).
Menurut Menhaj, komunikasi tingkat tinggi antara Indonesia dan Arab Saudi harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan yang diterima jemaah. Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah terus mengawal seluruh proses pelayanan di lapangan, terutama selama fase Mina yang menjadi salah satu titik paling padat dalam rangkaian ibadah haji.
Menhaj menjelaskan pengawasan terus dilakukan terhadap berbagai aspek layanan, mulai dari pengaturan pergerakan jemaah menuju Jamarat, mitigasi kepadatan, hingga antisipasi cuaca panas yang masih melanda kawasan Mina.
Selain itu, pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap penyedia layanan di maktab, termasuk katering, ketersediaan air minum, kebersihan lingkungan, serta kenyamanan tenda jemaah Indonesia.
“Setiap komitmen layanan harus benar-benar dirasakan jemaah. Petugas kami terus berada di lapangan untuk memastikan jemaah mendapatkan pendampingan, perlindungan, dan pelayanan yang dibutuhkan,” tegasnya.
Kolaborasi dunia Islam
Resepsi tahunan di Istana Mina turut dihadiri sejumlah kepala negara dan tokoh penting dunia Islam, di antaranya Yang di-Pertuan Agong Malaysia Sultan Ibrahim ibni Sultan Iskandar dan Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye.
Kehadiran para pemimpin tersebut dinilai mempertegas pentingnya kolaborasi antarnegara dalam membangun tata kelola haji yang semakin modern, aman, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Di akhir keterangannya, Menhaj mengimbau jemaah Indonesia untuk tetap menjaga kesehatan dan mematuhi seluruh arahan petugas selama berada di Mina.
“Energi dan fokus kami sepenuhnya dikerahkan untuk menjaga jemaah haji Indonesia. Kami mengimbau jemaah agar menghindari aktivitas luar ruang yang tidak mendesak, terutama pada siang hari, menjaga kesehatan, dan selalu bergerak dalam rombongan. Semoga seluruh jemaah Indonesia dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur, sehat, dan penuh berkah,” pungkas Menhaj.*
