7 months ago
1 min read

Kelas Menengah dan Ilusi Pemulihan Ramadan 2026

Ilustrasi. (Foto: CORE)

JAKARTA — Sinyal perbaikan konsumsi menjelang Ramadan 2026 mulai terlihat di sejumlah indikator ekonomi. Penjualan ritel menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, sementara aktivitas perdagangan di sejumlah pusat perbelanjaan mulai menggeliat.

Namun, menurut CORE Indonesia, di balik angka-angka yang tampak membaik itu, fondasi konsumsi domestik Indonesia dinilai masih rapuh.

Masalah utamanya terletak pada kelompok kelas menengah—segmen yang selama ini menjadi motor utama belanja rumah tangga nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kelompok ini justru terus menyusut.

CORE Indonesia menyebut sepanjang periode 2018 hingga 2025, jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan signifikan. Sebagian besar dari mereka turun kelas menjadi kelompok Calon Kelas Menengah (CKM) yang memiliki daya beli lebih terbatas. Pergeseran ini berdampak langsung pada struktur konsumsi nasional.

Jika pada 2018 kelas menengah menyumbang sekitar 46 persen konsumsi rumah tangga, kini kontribusinya turun menjadi sekitar 37 persen. Sebaliknya, CKM justru naik menjadi penopang utama dengan porsi sekitar 44 persen.

“Perubahan struktur tersebut tidak sekadar angka statistik. Ia turut mengubah pola belanja masyarakat, terutama pada momen konsumsi besar seperti Ramadan,” tulis CORE Indonesia dalam kajiannya.

Sebelumnya, lanjut CORE, konsumsi Ramadan banyak didorong oleh pengeluaran kelas menengah untuk barang tahan lama dan sektor jasa—seperti elektronik, otomotif, hingga wisata dan hiburan. Kini, dengan dominasi CKM yang memiliki daya beli lebih terbatas, konsumsi lebih terkonsentrasi pada kebutuhan dasar seperti makanan dan kebutuhan pokok.

“Kondisi ini membuat peningkatan konsumsi Ramadan tidak selalu mencerminkan penguatan ekonomi yang mendasar. Nilai belanja mungkin masih tumbuh, tetapi kualitas konsumsi mengalami perubahan,” jelas CORE.

Di sisi lain, stimulus ekonomi yang digulirkan pemerintah menjelang Ramadan 2026 dinilai belum secara spesifik menyasar kelas menengah.

Sejumlah program bantuan seperti bantuan pangan dirancang untuk kelompok masyarakat berpendapatan rendah—terutama desil 1 hingga 4. Sementara itu, kelompok kelas menengah yang sebagian besar berada pada desil 8 hingga 10 tidak masuk dalam cakupan program tersebut. Akibatnya, tekanan terhadap daya beli kelas menengah belum sepenuhnya tertangani.

Sejumlah instrumen kebijakan sebenarnya dapat dipertimbangkan untuk mengisi kekosongan ini. Di antaranya melalui insentif pajak penghasilan bagi kelompok berpendapatan menengah, pemberian voucer belanja non-tunai, hingga insentif fiskal bagi perusahaan yang mempertahankan atau meningkatkan upah riil pekerja.

“Tanpa intervensi yang lebih terarah, penyusutan kelas menengah berpotensi menciptakan tekanan baru bagi dunia usaha,” tulis CORE.

Ketika daya beli kelompok ini melemah, permintaan terhadap barang dan jasa juga akan ikut turun. Dunia usaha yang menghadapi penurunan permintaan kemungkinan akan merespons dengan efisiensi biaya, termasuk dengan mengurangi jumlah tenaga kerja.

“Jika itu terjadi, siklus pelemahan bisa semakin dalam. Pemutusan hubungan kerja akan menekan pendapatan rumah tangga, yang pada gilirannya kembali melemahkan konsumsi,” jelas CORE.

Dalam konteks tersebut, Ramadan 2026 menjadi semacam ujian awal bagi ketahanan struktur konsumsi Indonesia. Lonjakan belanja pada bulan suci dapat memberikan dorongan sementara bagi aktivitas ekonomi.

Namun, ujian yang sesungguhnya justru akan terlihat setelah Ramadan berakhir—ketika momentum permintaan kembali normal dan ketahanan daya beli masyarakat, terutama kelas menengah, benar-benar diuji.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Ketika Rakyat Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rakyat Indonesia berhak bertanya: apa yang sebenarnya sedang terjadi? JAKARTA

Pemerintah Jadi Pengusaha: Solusi atau Risiko?

JAKARTA – Indonesia sedang memasuki fase perubahan ekonomi-politik yang sangat
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88