5 months ago
1 min read

Kelas Menengah dan Ilusi Pemulihan Ramadan 2026

Ilustrasi. (Foto: CORE)

JAKARTA Sinyal perbaikan konsumsi menjelang Ramadan 2026 mulai terlihat di sejumlah indikator ekonomi. Penjualan ritel menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, sementara aktivitas perdagangan di sejumlah pusat perbelanjaan mulai menggeliat.

Namun, menurut CORE Indonesia, di balik angka-angka yang tampak membaik itu, fondasi konsumsi domestik Indonesia dinilai masih rapuh.

Masalah utamanya terletak pada kelompok kelas menengah—segmen yang selama ini menjadi motor utama belanja rumah tangga nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kelompok ini justru terus menyusut.

CORE Indonesia menyebut sepanjang periode 2018 hingga 2025, jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan signifikan. Sebagian besar dari mereka turun kelas menjadi kelompok Calon Kelas Menengah (CKM) yang memiliki daya beli lebih terbatas. Pergeseran ini berdampak langsung pada struktur konsumsi nasional.

Jika pada 2018 kelas menengah menyumbang sekitar 46 persen konsumsi rumah tangga, kini kontribusinya turun menjadi sekitar 37 persen. Sebaliknya, CKM justru naik menjadi penopang utama dengan porsi sekitar 44 persen.

“Perubahan struktur tersebut tidak sekadar angka statistik. Ia turut mengubah pola belanja masyarakat, terutama pada momen konsumsi besar seperti Ramadan,” tulis CORE Indonesia dalam kajiannya.

Sebelumnya, lanjut CORE, konsumsi Ramadan banyak didorong oleh pengeluaran kelas menengah untuk barang tahan lama dan sektor jasa—seperti elektronik, otomotif, hingga wisata dan hiburan. Kini, dengan dominasi CKM yang memiliki daya beli lebih terbatas, konsumsi lebih terkonsentrasi pada kebutuhan dasar seperti makanan dan kebutuhan pokok.

“Kondisi ini membuat peningkatan konsumsi Ramadan tidak selalu mencerminkan penguatan ekonomi yang mendasar. Nilai belanja mungkin masih tumbuh, tetapi kualitas konsumsi mengalami perubahan,” jelas CORE.

Di sisi lain, stimulus ekonomi yang digulirkan pemerintah menjelang Ramadan 2026 dinilai belum secara spesifik menyasar kelas menengah.

Sejumlah program bantuan seperti bantuan pangan dirancang untuk kelompok masyarakat berpendapatan rendah—terutama desil 1 hingga 4. Sementara itu, kelompok kelas menengah yang sebagian besar berada pada desil 8 hingga 10 tidak masuk dalam cakupan program tersebut. Akibatnya, tekanan terhadap daya beli kelas menengah belum sepenuhnya tertangani.

Sejumlah instrumen kebijakan sebenarnya dapat dipertimbangkan untuk mengisi kekosongan ini. Di antaranya melalui insentif pajak penghasilan bagi kelompok berpendapatan menengah, pemberian voucer belanja non-tunai, hingga insentif fiskal bagi perusahaan yang mempertahankan atau meningkatkan upah riil pekerja.

“Tanpa intervensi yang lebih terarah, penyusutan kelas menengah berpotensi menciptakan tekanan baru bagi dunia usaha,” tulis CORE.

Ketika daya beli kelompok ini melemah, permintaan terhadap barang dan jasa juga akan ikut turun. Dunia usaha yang menghadapi penurunan permintaan kemungkinan akan merespons dengan efisiensi biaya, termasuk dengan mengurangi jumlah tenaga kerja.

“Jika itu terjadi, siklus pelemahan bisa semakin dalam. Pemutusan hubungan kerja akan menekan pendapatan rumah tangga, yang pada gilirannya kembali melemahkan konsumsi,” jelas CORE.

Dalam konteks tersebut, Ramadan 2026 menjadi semacam ujian awal bagi ketahanan struktur konsumsi Indonesia. Lonjakan belanja pada bulan suci dapat memberikan dorongan sementara bagi aktivitas ekonomi.

Namun, ujian yang sesungguhnya justru akan terlihat setelah Ramadan berakhir—ketika momentum permintaan kembali normal dan ketahanan daya beli masyarakat, terutama kelas menengah, benar-benar diuji.*

Komentar

Your email address will not be published.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Go toTop

Jangan Lewatkan

Ketika Rakyat Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rakyat Indonesia berhak bertanya: apa yang sebenarnya sedang terjadi? JAKARTA

Pemerintah Jadi Pengusaha: Solusi atau Risiko?

JAKARTA – Indonesia sedang memasuki fase perubahan ekonomi-politik yang sangat
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88