2 years ago
7 mins read

Membuka Kotak Pandora Izin Tambang untuk Ormas

Presiden Joko Widodo memberikan izin tambang untuk ormas keagamaan. (Foto: Biro Pers Presiden)

‘Khittah’ ormas

Sebelumnya, Agus melayangkan pertanyaan apakah ormas-ormas keagamaan memiliki yurisdiksi atas aktivitas-aktivitas pertambangan. Ia lebih lanjut membahas kewenangan-kewenangan ormas keagamaan dengan nada yang serupa dengan Marten.

“Jadi itu (mengurus pertambangan) bukan kewenangan ormas. Di Undang-Undang Ormas juga ada itu. Ormas kan untuk kepentingan-kepentingan atau kegiatan sosial, pendidikan, dakwah, atau keagamaan, yang sesuai dengan ormasnya,” jelasnya.

Menurut Agus, kegiatan-kegiatan usaha—tidak hanya pertambangan—bukan menjadi kewenangan dari ormas-ormas keagamaan. Oleh karena itu, ia menyarankan agar ormas-ormas keagamaan tidak menerima atau meminta IUP dari pemerintah.

“Kalau mau, memang saya lebih menyarankan itu tidak diterima ya, sesuai dengan khittah-nya ormas gitu,” tegasnya.

Marten juga mencium adanya potensi terjadi konflik kepentingan dalam bisnis pertambangan yang dijalankan oleh ormas-ormas keagamaan.

Menurutnya, konflik kepentingan itu bisa saja terjadi tatkala ormas-ormas keagamaan berbeda pendapat dengan badan-badan usaha yang harus mereka bentuk sebagai persyaratan mengenai usaha mereka.

Salah satunya menyangkut metode pertambangan yang akan dilakukan, apakah open mining yang berarti pengerukan besar-besar di permukaan bumi, atau closed mining atau penggalian bawah tanah yang dampak kerusakannya terhadap lingkungan alam lebih kecil.

“Potensi conflict of interest itu ada. Contoh, lembaga keagamaan harus membentuk suatu badan usaha. Dan badan usaha inilah yang melakukan eksplorasi pertambangan. Antara lembaga keagamaan dan badan usaha ini bisa beda prinsip ini. Misalnya, open mining atau closed mining, berkaitan dengan dampak lingkungan hidup misalnya,” paparnya.

Bisa juga yang melakukan eksplorasi merasa bahwa yang paling efektif, efisien dan menjanjikan keuntungan paling banyak itu adalah open mining, ternyata lembaga keagamaan menganggap dampak kerusakan lingkungan hidupnya sangat besar. Dan ini bisa membawa efek terhadap gangguan ekosistem.

Marten juga khawatir ormas-ormas keagamaan tidak bisa mengendalikan badan-badan usaha pertambangan yang bermitra dengan mereka pada akhirnya. Dan pihak badan-badan usaha dengan kepentingan bisnis merekalah yang akhirnya mendominasi.

“Hal yang lain, hal yang lain juga terpikirkan itu adalah sejauh mana lembaga keagamaan bisa mengawasi badan usaha. Ini persis juga. Prinsip moral keagamaan bisa beda dengan prinsip di dalam etika bisnis. Siapa yang mau kalah? Kan di pihak lain, tujuannya tadi mau dapat untung,” lanjutnya.

Menjajaki peluang

Akan tetapi, Agus tidak sepenuhnya menentang diberikannya IUP oleh pemerintah kepada ormas-ormas keagamaan. Ia membuka peluang untuk setuju apabila beberapa syarat terpenuhi.

Pertama, Agus menyaratkan ormas-ormas keagamaan harus membuat badan-badan usaha untuk melaksanakan aktivitas pertambangannya.

“Tapi kalaupun toh memang ormas mau menerima, itu dengan persyaratan yang sangat ketat. Persyaratan yang sangat ketat itu, terutama bahwa ormas masih harus membentuk badan usaha. Kalau mau bekerja sama dengan pihak ketiga, ormas ini harus membentuk badan usaha, biar jelas di dalam manajemen dan segala macam,” katanya.

Kedua, Agus menyaratkan agar perizinan tambang bagi ormas-ormas keagamaan tidak diabaikan. Semua proses harus dilewatkan oleh mereka.

“Misalkan, diberikan haknya kepada ormas, kemudian perizinan-perizinan sesuai dengan undang-undang pertambangan, sesuai dengan undang-undang lingkungan, perlindungan, dan lingkungan hidup, itu diabaikan, tidak boleh,” jelas Agus.

Ia tidak ingin ormas-ormas keagamaan mengabaikan proses-proses perizinan yang ada hanya karena mereka kini diperbolehkan untuk mengurus usaha pertambangan. Perizinan berkaitan dengan izin pertambangannya harus sesuai dengan Undang-Undang Pertambangan ataupun perizinan lingkungannya.

Apabila syarat-syarat itu tidak dipenuhi dan ormas-ormas keagamaan mengabaikan proses-proses perizinan yang ada, Agus khawatir hal itu akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Sebab, kalau diabaikan maka akan berdampak pada potensi terjadinya korupsi di sektor sumber daya alam, terutama pertambangan. Dan potensi terjadinya kerusakan lingkungan.

Sementara itu, Marten yang mewakili KWI, menyadari kalau diberikannya izin pertambangan kepada ormas-ormas keagamaan merupakan bentuk niat baik dari pemerintah.

“Saya atas nama Konferensi Waligereja Indonesia mau mengatakan bahwa kelihatan sekali niat baik pemerintah untuk membantu agama-agama itu ada,” ujarnya.

“Dan kalau omong agama ini kan omong umat. Dan umat itu adalah warga negara. Karena itu, sebagai sebuah tindakan politik, demi kemaslahatan banyak orang yang lintas-etnik, lintas-agama, itu luar biasa,” lanjutnya.

Hanya saja, ia menegaskan, KWI menganjurkan agar upaya-upaya pembangunan dilakukan atas dasar beberapa prinsip, mulai dari keadilan hingga kebaikan umum.

Walau begitu, KWI tetap menolak untuk menerima atau meminta izin pertambangan dari pemerintah. Hal itu didasarkan kepada konsistensi mereka terhadap pendiriannya sebagai lembaga keagamaan.

“Dan KWI ingin fokus membina kehidupan umatnya. KWI menolak atau tidak menerima tawaran prioritas itu lebih kepada tegak lurus,” tandasnya.* (Bayu Muhammad)

Baca juga:

Tantangan dan Harapan Sektor ESDM Era Pemerintahan Prabowo-Gibran

‘Pembangunan IKN Jangan Diburu-Buru’

Beda Tanggapan soal Izin Tambang Ormas Keagamaan

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Ormas dan Batas Kekuasaan Keamanan oleh Negara

JAKARTA – Kasus tewasnya Bambang Setiawan setelah kericuhan di kawasan

NU, Kekuasaan, dan Politik yang Tak Pernah Benar-Benar Berjarak

JOMBANG – Ada alasan mengapa Nahdlatul Ulama (NU) hampir selalu
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88