2 years ago
2 mins read

Menyelisik Asal-Usul Demokrasi

Ilustrasi. (Foto: The past)

JAKARTA – Pada masa yang kontemporer ini, kata ‘demokrasi’ bisa ditemukan di mana-mana. Kata tersebut muncul di berbagai pembahasan, mulai dari sistem politik, masyarakat, hingga bentuk negara.

Bahkan, kita tidak berlebihan kalau menyebut demokrasi sebagai norma kehidupan politik, masyarakat, dan bentuk negara masa kini.

Begitu meresapnya demokrasi dalam kehidupan modern manusia saat ini, sehingga banyak pihak menyebutkan kondisi mereka yang tidak demokratis sebagai ‘demokrasi’.

Salah satu contohnya adalah negara bernama Republik Rakyat Demokratik Korea, atau Korea Utara. Jika melihat sistem politik, pemerintahan, dan kehidupan masyarakatnya, sulit melihat negara itu ‘demokratis’ dalam arti yang konvensional.

Hal itu sebagai tambahan dari banyaknya negara, pemerintahan, dan masyarakat yang sekurang-kurangnya bisa dikatakan menghayati kehidupan demokratis seperti yang dipahami secara umum.

Kelahiran demokrasi

Sebagai suatu sistem politik, demokrasi lahir di wilayah-wilayah pesisir Laut Mediterania, atau lebih tepatnya lagi di negeri Yunani dan Romawi.

Robert A. Dahl dalam buku On Democracy, second edition tidak menyebut demokrasi secara langsung, tetapi bentuk pemerintahan yang memberikan ruang bagi keikutsertaan publik. Hal itu dianggap sebagai bibit dari sistem politik yang sekarang dikenal sebagai demokrasi.

“Di Yunani dan Romawi Klasik sekitar 500 BCE, sistem pemerintahan yang menyediakan (ruang) partisipasi dari sejumlah besar rakyat itu pertama kali didirikan di atas pondasi yang begitu kokoh,” katanya.

Kata ‘demokrasi’ sendiri dicetuskan di Yunani. Mereka menggabungkan kata demos yang artinya ‘rakyat’ dan kratosyang artinya ‘berkuasa’ menjadi kata ‘demokrasi’ untuk mengacu kepada bentuk pemerintahan di mana rakyat yang memerintah.

Bentuk pemerintahan itu paling tumbuh subur di salah satu negara-kota Yunani yang bernama Athena. Di mana para warga negaranya berkumpul di suatu majelis untuk memilih pejabat-pejabatnya.

Dalam usianya yang masih belia itu, demokrasi Athena menunjukkan cara kerja yang cukup unik. Alih-alih menggunakan hak suara untuk memilih dan dipilih, para warga negara akan diundi untuk menjabat suatu jabatan pemerintahan.

Alhasil, semua warga negara benar-benar memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih mengemban jabatan-jabatan publik.

Setelah muncul dan bertumbuh di negeri Yunani, demokrasi dibawa ke negeri Romawi. Di tangan bangsa Romawi, demokrasi berkembang seiring dengan meluasnya wilayah kekuasaan mereka.

Di Romawi, mereka punya kata sendiri untuk mengacu kepada sistem pemerintahan dan politik yang demokratis. Mereka menyebutnya ‘republik’. Sama seperti demokrasi, ‘republik’ terdiri dari dua kata, yaitu res yang berarti ‘urusan’ dan publicus yang berarti ‘publik’ atau ‘umum’.

Romawi terkenal karena perluasan wilayahnya. Dan pelebaran wilayahnya itu sering datang dengan perluasan status kewarganegaraan. Pada gilirannya, perluasan status kewarganegaraan berarti semakin banyak orang yang bisa berpartisipasi dalam perpolitikan Romawi.

Mereka dapat menghadiri Forum di Kota Roma untuk berpartisipasi dalam majelis-majelis. Akan tetapi, tidak semua warga negara bisa melakukannya karena wilayah mereka jauh dari situ.

Demokrasi

Dilihat dari sejarah kemunculannya dan bagaimana cara bangsa-bangsa pelopor menghayatinya, demokrasi bisa dimaknai, terutama sebagai pemerintahan yang dijalankan oleh para warga negara.

Para warga negara bertemu untuk membuat keputusan secara bersama-sama. Salah satunya adalah memilih orang-orang untuk mengisi berbagai jabatan publik. Bahkan, mereka juga memilih siapa yang akan menjadi jenderal untuk memimpin mereka perang.

Sistem itu dibuat berhadapan dengan aristokrasi atau kepemimpinan oleh para bangsawan. Dalam sistem ini, rakyat jelata sebagai warga negara lah yang menjadi penentu dalam proses pembuatan kebijakan. Meskipun, di satu sisi, demokrasi masih memiliki banyak kekurangan yang mungkin tidak bisa diterima saat ini, seperti pemberian hak partisipasi hanya kepada laki-laki.

Hal lain yang bisa disorot adalah status kewarganegaraan yang memberikan hak kepada seseorang untuk terlibat dalam demokrasi. Di dalam wilayah kekuasaan baik negara-negara kota Yunani maupun Romawi, beberapa orang yang telah memenuhi kriteria tertentu dijadikan warga negara. Status tersebut memberi mereka hak untuk berpartisipasi dalam urusan pemerintahan.

Jadi, sejarahnya demokrasi merupakan persinggungan antara status kewarganegaraan dan hak bagi pemegang-pemegangnya untuk terlibat dalam proses pembuatan kebijakan di dalam negeri tempat mereka tinggal.

Mereka, para warga negara, berkumpul untuk bersama-sama menentukan berbagai hal yang penting bagi kehidupan masyarakat.* (Bayu Muhammad)

Baca juga:

Kemunculan Partai Politik Pertama di Inggris

Munculnya Politik Kepartaian di Amaerika Serikat

Indonesia Nyaris Jadi Negara Satu Partai

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Krisis Kepemimpinan dan Solusi Pemilihan

JAKARTA – Salah satu sebab terjadinya krisis kredibilitas kepemimpinan nasional

Gen Z Indonesia Merasa Demokrasi Sudah Nyaman dan Tak Perlu “Diselamatkan”?

JAKARTA – Ada paradoks yang semakin sulit diabaikan dalam demokrasi
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88