2 years ago
1 min read

Indonesia Nyaris Jadi Negara Satu Partai

Sidang PPKI. (Foto: Web)

JAKARTA – Setelah memproklamasikan kemerdekaannya, Indonesia dengan segera membentuk sistem politik. Upaya tersebut diserahkan kepada Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Merekalah yang nantinya menentukan bentuk pemerintahan dan sistem politik Indonesia.

Di antara banyak unsur dalam pembentukan negara yang dibahas PPKI, salah satunya adalah partai politik yang nantinya akan menjalankan kehidupan politik dan roda pemerintahan.

Pada 22 Agustus 1945, PPKI memutuskan untuk membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI) sebagai staatspartij atau partai tunggal.

Partai itu akan diketuai oleh Presiden Sukarno dan bertugas membantu menjadikan Indonesia negara yang adil, makmur, berdaulat, dan pemerintahannya berdasarkan kepada kedaulatan rakyat.

Belum lama PNI staatspartij mengembuskan nafasnya, mereka dibubarkan karena dianggap bisa menyaingi kekuasaan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai cabang legislatif pertama di Indonesia modern yang bertugas membuat dan mengesahkan undang-undang.

Selain itu, kelompok politik kiri yang menemukan pentolannya dalam diri Sutan Sjahrir juga menolak ide staatspartijkarena dianggap mengarah kepada pemerintahan kediktatoran.

Beberapa waktu setelahnya, pemerintahan kembali berpikir soal keberadaan dan peran partai politik di kehidupan masyarakat Indonesia yang baru merdeka kala itu.

Menanggapi pertentangan dari kelompok kiri, Badan Pekerja (BP-KNIP) mengusulkan agar pemerintah memberi kesempatan kepada rakyat untuk mendirikan partai-partai politik.

Oleh karena itu, Wakil Presiden (Wapres) Mohammad Hatta menandatangani Maklumat 3 November 1945.

Maklumat tersebut mengumumkan kalau pemerintah, “Menyukai timbulnya partai-partai politik karena dengan adanya partai-partai politik itulah dapat dipimpin ke jalan yang teratur segala aliran paham yang ada dalam masyarakat.”

Kemudian, pemerintah juga “Berharap upaya partai-partai politik itu telah tersusun sebelum dilangsungkan pemilihan anggota Badan-Badan Perwakilan Rakyat pada bulan Januari 1946.”

Setelahnya, masyarakat menyaksikan partai-partai politik menjamur di seluruh negeri.

Adapun partai-partai yang dibentuk adalah Partai Masyumi yang dipimpin Dr Soekiman, Partai Kristen Indonesia (Parkindo) yang dipimpin Dr Probowinoto, dan Partai Katolik Republik Indonesia (PKRI) yang dipimpin IJ Kasimo. Partai-partai ini beraliran agamis.

Selain itu ada Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang dipimpin Mr Amir Syarifudin, Partai Rakyat Sosialis (PRS) yang dipimpin Sutan Sjahrir, dan Partai Buruh Indonesia (PBI) yang dipimpin Sutan Nyono. Mereka menganut ideologi sosialis.

Kubu nasionalis ikut meramaikan dengan membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dipimpin Sidik Djojosukarto dan Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (Permai) yang dipimpin oleh JB Assa.

Kemudian mewakili kubu komunis adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dipimpin Mr Mohamad Jusuf.

Partai-partai itulah yang akan mengisi skema perpolitikan Indonesia pada masa awal kemerdekaannya. Beberapa dari mereka bertahan memasuki era Demokrasi Liberal hingga dihilangkan secara perlahan oleh Demokrasi Terpimpin dan Orde Baru.* (Bayu Muhammad)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Bambang Wiwoho: Jangan Telan Pujian Mentah-Mentah, Pelajari Seni Berkuasa dan Tahu Diri dari Soeharto hingga Prabowo

JAKARTA – Ada percakapan yang tidak berhenti pada bagaimana seorang

Indonesia Timur Hampir Berpisah

JAKARTA – Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaannya 17 Agustus 1945.
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88