2 years ago
1 min read

Indonesia Timur Hampir Berpisah

Sidang BPUPKI. (Foto: ANRI)

JAKARTA – Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaannya 17 Agustus 1945. Beberapa jam setelahnya, Mohammad Hatta mendapatkan kabar buruk. Wilayah-wilayah di Indonesia Timur ingin memisahkan diri.

Di sore hari itu, Hatta didatangi oleh seorang opsir Angkatan Laut (AL) Jepang. Ia membawa kabar yang amat genting. Kabar tersebut bisa menjadi awal mula persatuan atau perpecahan negara Indonesia yang baru merdeka.

Pasalnya, kaum nasionalis Kristen di Timur menolak bergabung dengan Indonesia apabila tujuh kata dalam Piagam Jakarta tidak dihapus.

Sebelumnya, politikus-politikus dari kalangan Muslim meminta agar Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) yang sedang disusun memuat keterangan ‘dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya’.

Penambahan kata-kata tersebut diminta oleh Abdul Kahar Muzakkir dan Wahid Hasyim yang menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Kata-kata itu dipermasalahkan oleh kelompok nasionalis di Indonesia Timur yang beragama Kristen. Mereka menganggap penambahan kata-kata itu diskriminatif terhadap mereka.

Sehingga, mereka menuntut agar Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang melanjutkan kerja BPUPKI menghapus tujuh kata itu dari naskah final UUD yang akan disetujui.

Adalah tugas opsir AL Jepang sebelumnya, yang diperintah oleh Asisten Laksamana Muda Maeda Tadashi, Nishijima Shigetada untuk menyampaikan aspirasi tersebut.

Sempat diselimuti oleh kabut misteri, Sejarawan Gerry van Klinken menduga opsir tersebut tidak lain adalah Sam Ratulangi dari Sulawesi. Pesan tersebut juga kemungkinan disampaikan oleh aktivis-aktivis pelajar non-Muslim yang dikenal baik oleh Hatta di Jakarta.

Besoknya, Hatta dengan segera mengadakan pertemuan dengan anggota-anggota PPKI yang beragama Islam. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk membahas tuntutan kaum nasionalis Kristen dari Timur agar tujuh kata yang kontroversial dalam rancangan UUD saat itu dihapus.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 15 menit itu, Hatta berhasil meyakinkan para peserta Muslim untuk mengesampingkan kepentingannya sendiri demi mencapai persatuan nasional yang lebih penting.

Sehingga, kata-kata ‘dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya’ berhasil dihapuskan dari UUD 1945. Dan bahaya pecahnya kawasan Indonesia Timur dapat dihindari.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu di antara banyak kejadian lainnya, di mana para pendiri bangsa dapat menarik Indonesia dari ambang batas jurang kehancuran.* (Bayu Muhammad)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Hatta: Tak Mungkin Revolusi Berjalan Terlalu Lama

JAKARTA – Mohammad Hatta kerap melontarkan kritisme terhadap berbagai fenomena

Tiga Sumber Inspirasi Demokrasi Sosial di Indonesia

JAKARTA – Salah satu pemikiran politik yang muncul di Indonesia
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88