2 years ago
2 mins read

Kemunculan Partai Politik Pertama di Inggris

Ilustrasi suasana sidang parlemen Inggris pada 1793. (Foto: Wikipedia)

JAKARTA – Hari itu langit sedang berawan. Sebuah pertanda akan hal buruk yang akan datang. Di dalam bangunan di tepi Sungai Thames, London para anggota parlemen mulai memadati ruangan sidang. Ketua parlemen, dengan wig putihnya yang panjang duduk di tengah. Dan para anggota mengapit sisi kiri dan kanannya.

Mereka adalah para bangsawan dan pesohor-pesohor Inggris yang terpilih untuk menyuarakan kepentingan berbagai kelompok masyarakat di parlemen. Sebuah lembaga yang sudah dikenal rakyat Inggris sejak lama. Fungsinya untuk mengimbangi kekuasaan Raja Charles II serta mencegahnya berkuasa secara absolut, dengan kekhawatiran akan diperlakukan secara lalim apabila sang Raja dibiarkan berkuasa seperti itu.

Namun, hari itu adalah saat-saat yang genting. Serangkaian kejadian mengagetkan masyarakat, para anggota parlemen, dan lembaga parlemen itu sendiri. Pada kurun 1670-1688, perimbangan kekuasaan di Inggris mengalami guncangan.

Kemurtadan James II (adik sang Raja),  persekutuan rahasia dengan Prancis, dan kekhawatiran akan monarki absolut itu mengundang reaksi dari parlemen. Dan hasilnya adalah perdebatan sengit yang akan melahirkan partai-partai politik pertama di dunia.

Inggris merupakan negara Protestan di lepas pantai Benua Eropa yang saat itu tengah mengalami serangkaian konflik agama. Di sisi lain, perpindahan adik Raja Charles II (1630- 1685), Adipati York (1633-1701) ke agama Katolik Roma, mengelisahkan hati banyak orang. Apalagi dia akan menjadi penerus sang Raja nantinya. Ide dipimpin oleh seorang Katolik adalah kutukan bagi masyarakat Inggris waktu itu.

Melihat calon penerus Raja pindah agama ke Katolik Roma, banyak pihak melihat gambaran yang suram untuk masa depan Inggris. Di balik itu, mereka melihat kemungkinan terjadinya kekuasaan Raja yang sewenang-wenang seperti di Prancis dan Spanyol.

Kekhawatiran mereka tidak diredam oleh munculnya skandal persekutuan rahasia dengan Prancis yang diadakan oleh Raja Charles II dan Louis XIV (1638-1715). Raja Charles II ditawarkan bantuan finansial oleh Prancis. Lebih dari itu, Prancis juga berjanji untuk membantunya memperkuat elemen Katolik di Inggris.

Pada 2 November 1678, Lord Ashley (1621-1683) mengajukan mosi untuk mencekal James dari takhta Inggris. Sehingga, ia tak bisa meneruskan Charles II menjadi Raja selanjutnya. Hal ini dibahas dengan sengit di sidang parlemen pada 11 Mei 1679. Dan berakhir dengan terjadinya Exclusion Crisis yang melahirkan dua kubu berseberangan.

Keadaan menjadi panas. Banyak anggota parlemen yang khawatir akan nasib mereka dipimpin oleh seorang Katolik. Seorang anggota parlemen, Sir Henry Capel (1638-1696) menggambarkan suasana yang tegang kala itu. “Dari wacana kepausan (Katolik), muncul gambaran akan hadirnya bala tentara yang tetap, dan kekuasaan yang sewenang-wenang… Dahulu Spanyol dan kini Prancis ada di belakangnya.”

Mereka yang menentang kekuasaan James dan persekutuan Raja Charles II dengan Prancis mendebat keras. Mereka tak mau gaya hidup masyarakat Inggris yang dianggap lebih bebas dibanding negara-negara Katolik diintervensi oleh Prancis.

Mereka ingin tetap membatasi kekuasaan raja. Pajak tinggi yang dibutuhkan untuk merawat bala tentara aktif juga dipermasalahkan. Kekhawatiran dipersekusi oleh orang-orang Katolik, seperti yang terjadi terhadap para Huguenot di Prancis juga mengintai. Di parlemen, mereka terkumpul di sekitar Lord Ashley dalam sebuah kelompok yang bernama Partai Whig.

Berseberangan dengan mereka adalah kelompok aristokrat pro-kerajaan, yang kesetiaannya terhadap kerajaan bisa ditarik balik ke masa pemerintahan Charles I. Ketika ayah Charles II sedang berkuasa dan menghadapi pemberontakan Oliver Cromwell dalam Perang Saudara Inggris (1642-1651), kelompok ini adalah pendukung kuat kerajaan.

Perlawanan mereka dimulai saat Sir George Jeffreys (1645-1689) dan Francis Wythens (1635-1704) berpidato melawan Exclusion Bill. Mereka menginspirasi pihak-pihak yang berpandangan sama untuk mengutuk Partai Whig. Serangkaian peristiwa itu diyakini oleh beberapa pihak sebagai cikal-bakal kemunculan Partai Tory dengan kekuatan di parlemen untuk mendukung kerajaan melawan Partai Whig.

Pada akhirnya, Exclusion Bill gagal diloloskan di parlemen. James berhasil jadi penerus Raja Charles II. Dengan menyandang nama Raja James II ia berkuasa sampai akhirnya ditumbangkan dalam peristiwa Revolusi Agung (1688) oleh lawan politiknya. Masih oleh pihak-pihak yang dahulu menentang kenaikannya.

Kendati  Partai Whig menuai kegagalan, namun mereka telah membuat sebuah terobosan. Tekad mereka untuk memperjuangkan keyakinan diejawantahkan melalui pembentukan partai politik pertama dalam sejarah modern. Begitu pula dengan Partai Tory. Keduanya dianggap sebagai partai politik modern pertama di dunia.*

 

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Revitalisasi Elite PDIP Mendesak untuk Stabilitas dan Reputasi Partai

JAKARTA – Politisi Senior, Zulfan Lindan, mengungkapkan pandangannya terkait dinamika

Tantangan Anies Membuat Parpol Baru

JAKARTA – Politisi senior, Zulfan Lindan, memberikan saran kepada mantan
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88