2 years ago
2 mins read

Adu Kuat Elektabilitas dalam Pilkada Jakarta 2024

Akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Dalam artikel di Totalpolitik.com, politikus senior, Zulfan Lindan, menakar peluang beberapa tokoh yang namanya digadang-gadang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 mendatang.

Beberapa nama yang disebut adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, mengungkapkan ada empat hal dari kedua tokoh tersebut yang harus diukur untuk mengetahui apakah mereka berpotensi untuk maju atau tidak memperebutkan kursi Gubernur Jakarta.

Menurut Ujang, Erick dan Pak Bas harus dinilai berdasarkan popularitasnya.

“Seberapa tinggi popularitas keduanya. Kalau keduanya dilihat dari seorang figur menteri, ya maka mereka populer, sudah pasti dikenal publik, bukan hanya oleh warga DKJ, tapi oleh seluruh Indonesia,” katanya saat dihubungi oleh Totalpolitik.com, Minggu (26/5/2024).

Kemudian, ia menyampaikan bahwa elektabilitas atau tingkat keterpilihan juga menjadi faktor yang penting.

“Nah yang kedua itu soal elektabilitas. Elektabilitas ini, nggak tahu, kan harus disurvei dulu oleh lembaga survei yang kredibel agar terlihat keduanya memiliki elektabilitas berapa, seberapa tinggi, seberapa kuat gitu,” kata Ujang.

“Kalau tinggi, kalau kuat, ya punya potensi besar untuk dipilih. Bisa unggul dan bisa menang. Tapi kalau elektabilitasnya rendah, kecil, ya sulit untuk bisa unggul,” sambungnya.

Selanjutnya, Ujang menyebut ‘isi tas’ atau kemampuan finansial sebagai hal yang harus dipertimbangkan.

“Nah yang ketiga itu isi tas, mungkin isi tas keduanya luar biasa, jago ya. Kalau urusan duit okelah, keduanya ‘bos-bos’ gitu, baik Hadimuljono maupun Erick Thohir,” ucapnya.

Terakhir, Ujang menyorot acceptability, atau tingkat penerimaan masyarakat baik terhadap Erick maupun Basuki.

“Nah, yang keempat itu acceptability, penerimaan dari warga DKJ maupun dari partai politik,” lanjutnya.

Mengejar elektabilitas

Menurut Ujang, elektabilitas menjadi faktor yang paling penting di antara empat lainnya yang sudah disebutkan satu per satu. Sebab, baik yang populer, yang kuat secara finansial, maupun yang diterima oleh masyarakat belum tentu bisa terpilih.

“Yang populer belum tentu terpilih, yang banyak uang belum juga tentu terpilih, yang acceptability-nya tinggi, penerimaannya tinggi belum tentu terpilih. Jadi dari empat itu yang paling penting untuk melihat kemenangan memang elektabilitas,” ujarnya.

Ujang melanjutkan bahwa elektabilitas merupakan elemen yang harus ditunjang oleh kekuatan finansial yang ia sebut-sebut sebagai ‘isi tas’ itu.

“Elektabilitas ini harus ditunjang dengan isi tas, dengan kekuatan finansial yang kuat,” sambungnya.

“Karena partai-partai itu akan mengusung, akan mendukung keduanya jika memiliki paling tidak ya empat hal itu. Yang paling penting dalam konteks kemenangan yaitu adalah elektabilitas, keterpilihan, ditunjang oleh ‘isi tas,” jelas Ujang.

Melawan pemain lama

Ketika ditanya mengenai peluang Erick dan Basuki melawan pemain-pemain lama jika mereka memutuskan untuk ikut bertarung dalam Pilkada Jakarta 2024, Ujang mengatakan semua tokoh akan dipertimbangkan berdasarkan elektabilitasnya.

Adapun mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan kandidat Presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Anies Baswedan juga belum diketahui apakah akan maju atau tidak memperebutkan jabatan eksekutif tertinggi di Jakarta nantinya.

“Kalau nanti katakanlah pesaingnya Anies atau Ahok, ya tadi harus dilihat elektabilitasnya. Semuanya masih dinamis kan. Anies juga bisa maju bisa tidak, Ahok juga bisa maju bisa tidak,” kata Ujang.

Dalam keadaan semua poin plus dan minus dipertimbangkan, semua tokoh yang akan maju nantinya dinilai berdasarkan tingkat elektabilitasnya.

“Jadi dalam konteks jika bersaing nanti dengan Anies atau Ahok kalau maju, harus dilihat dari berapa elektabilitasnya. Ukur aja elektabilitas, keterpilihannya itu. Dari semua kandidat yang maju, baik dari Hadimuljono, Erick Thohir, Anies maupun Ahok. Di situ diukurnya,” sambungnya.

Ujang menilai ukuran dari kemenangan dan kekalahan seseorang di Pilkada Jakarta 2024 lekat hubungannya dengan tinggi atau rendahnya elektabilitas mereka.

“Itu yang paling penting dan mendasar kalau ingin bersaing dengan kandidat mana pun, dengan siapa pun begitu, harus memiliki elektabilitas yang tinggi,” tandasnya.* (Bayu Muhammad)

Baca juga:

‘Ahok Nggak Laku, Anies Rumit’

Ahok Maju Lagi di Pilkada Jakarta 2024

Pengamat: Ridwan Kamil Belum Pasti, Anies Perlu Rebutan Tiket

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Hukum Adalah Fondasi untuk Membangun Bangsa

JAKARTA – Pengamat Politik, Ujang Komarudin, menyatakan Indonesia mengalami krisis

Anies Tak Jadi Berlayar Jika KIM Plus Terbentuk 

JAKARTA – Akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, memprediksi
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88