2 years ago
1 min read

Iuran Pariwisata Tiket Penerbangan tidak Berkeadilan

Para pelawat banyak menggunakan moda transportasi pesawat untuk bepergian. (Foto: Thetimes)

JAKARTA – Masyarakat dihebohkan dengan beredarnya foto undangan rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi berencana  untuk membahas rencana pungutan iuran pariwisata melalui tiket pesawat pada Rabu (24/4).

Menurut kabar yang berhembus, ide pungutan iuran pariwisata melalui tiket penerbangan ini akan digunakan untuk mengumpulkan Dana Pariwisata atau Indonesia Tourism Fund.

Dana abadi pariwisata tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk tujuan promosi dalam mendukung keberlangsungan kegiatan (event) nasional yang berskala nasional dan internasional. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sendiri mengakui akan adanya rapat tersebut dan menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam kajian.

FPKS mengkritik keras wacana menambahkan iuran pariwisata terhadap harga tiket penerbangan karena berpotensi menaikkan harga tiket pesawat yang saat ini sudah tinggi.

FPKS berpendapat bahwa hal tersebut tentunya akan berdampak terhadap industri penerbangan dan industri pariwisata itu sendiri. Sebab, semakin tinggi harga tiket maka orang akan menjadi lebih selektif untuk melakukan perjalanan.

Akibatnya, malah dapat menurunkan tingkat okupansi pesawat dan juga berpotensi menurunkan keinginan masyarakat untuk berwisata menggunakan moda transportasi pesawat.

FPKS juga berpendapat bahwa rencana penerapan iuran pariwisata pada tiket penerbangan merupakan kebijakan yang tidak berkeadilan. Sebab, tidak semua penumpang pesawat menggunakan transportasi tersebut untuk keperluan pariwisata, sehingga penerapan iuran tersebut sangat tidak tepat sasaran.

Selain itu, penerapan iuran ini berpotensi melanggar UU No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan di mana penetapan tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi dihitung berdasarkan komponen tarif jarak, pajak, iuran wajib asuransi dan biaya tuslah/tambahan (surcharge).

Tuslah sendiri adalah biaya tambahan yang tidak termasuk dalam perhitungan penetapan tarif jarak. Sebagai contoh, yang termasuk tuslah adalah biaya fluktuasi harga bahan bakar (fuel surcharge) atau biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan angkutan udara pada saat hari raya, karena pada momen tersebut biasanya ada pesawat yang berangkat atau pulang tanpa penumpang.

FPKS meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar lebih kreatif dalam mencari dana pariwisata. Iuran pariwisata seharusnya dapat dikumpulkan melalui kegiatan-kegiatan yang berhubungan langsung dengan kegiatan pariwisata.

Selain itu, FPKS juga meminta kepada Kementerian Perhubungan agar dalam  penetapan tarif tiket pesawat juga harus memperhatikan kemampuan daya beli masyarakat sebagaimana diatur UU Penerbangan. Jangan bebani masyarakat dengan iuran yang tidak perlu.*

Suryadi Jaya Purnama, Anggota Komisi VI DPR RI/Anggota Fraksi PKS.

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Pemerintah Evaluasi Keamanan Bandara di Papua Usai Penembakan Pesawat

JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan

Memaknai Ekonomi Kreatif sebagai Sub Urusan dari Urusan Pariwisata

JAKARTA – Dalam tata kelola dan nomenklatur pemerintahan di Indonesia,
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88