2 years ago
3 mins read

Kelahiran Masyumi hingga Digocek Saat Pemilu 1955

Kampanye Partai Masyumi. (Foto: Web)

Pemilu 1955 menjadi salah satu momen di mana Masyumi mengencangkan dan menguji tangan-tangan politiknya, khususnya dalam konteks berkampanye memenangkan suara rakyat di kontestasi elektoral.

Menghadapi pemilu tersebut, Masyumi menggunakan banyak taktik. Mulai dari pertemuan-pertemuan raksasa, reli-reli, hingga menyebarkan souvenir-souvenir berhiaskan atribut partai kepada pemilih seperti halnya yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Semua dilakukan.

Secara ideologis, Masyumi berusaha meyakinkan para Muslim bahwa memilih mereka adalah bagian dari kewajiban agama.

Tapi pada saat yang bersamaan, mereka mengurangi penggunaan rujukan-rujukan agama dalam kampanyenya. Salah satu alasannya adalah untuk meyakinkan publik kalau mereka moderat dalam menyikapi berbagai isu, termasuk hak asasi manusia (HAM), kebebasan beragama, dan hak-hak perempuan.

Kata ‘negara Islam’ betul-betul dihindari. Dan Masyumi tidak berbicara dengan detail mengenai cara-caranya melakukan Islamisasi terhadap lembaga-lembaga negara.

Seperti dalam majalah Hikmah, Masyumi berjanji akan memastikan setiap bagian undang-undang akan sesuai dengan tuntutan komunitas Muslim Indonesia. Tapi, Masyumi tidak menjelaskan dengan pasti apa-apa saja tuntutan yang dimaksud.

Tiba hari pemilihan, beserta penghitungan suara yang datang setelahnya. Lebih dari 38 juta rakyat Indonesia pergi mencoblos di bilik. Dan Masyumi hanya memperoleh 20,9 persen suara. Kalah dengan lawannya, Partai Nasional Indonesia (PNI) yang berhasil meraup 22,3 persen suara.

Kendati segala usahanya ketika berkampanye, Masyumi hanya mendapatkan posisi kedua. Meskipun perolehan kursinya di parlemen sama dengan PNI, yaitu 57 kursi. Ini merupakan hal yang mengejutkan bagi Masyumi.

Seorang petinggi Masyumi, Jusuf Wibisono, mengkritik rekan-rekan separtainya. Jusuf menilai Masyumi tidak memiliki strategi kampanye yang jelas. Hal itu disebabkan oleh perasaan ‘besar kepala’ Masyumi yang meyakini mereka merupakan organisasi politik terbesar di Indonesia kala itu.

Hal itu terlihat dalam kasus Isa Anshary yang memimpin Masyumi di Jawa Barat. Selama kampanye, ia berhasil menarik kerumunan. Pertemuan-pertemuan Masyumi di wilayah kewenangannya ramai.

Tapi itu hanya mengelabui jajaran pimpinan Masyumi untuk berpikir pengaruhnya di masyarakat besar.

Padahal, tidak sedikit orang-orang yang datang ke acara-acara Masyumi karena mencari hiburan. Penduduk-penduduk desa ikut karena rasa penasaran. Dan mereka mencari orator-orator yang bisa menghibur malam mereka.

Fenomena tersebut menciptakan jurang antara harapan dan realita di alam pikir dan perasaan pemimpin-pemimpin Masyumi. Hingga mereka bisa kecolongan dalam Pemilu 1955. Atau mungkin bukan kecolongan, tetapi memang mereka mematok target yang terlalu besar.

Walaupun demikian, Masyumi akan tetap menjadi partai besar yang berpengaruh ke depannya. Pemimpin-pemimpin dan kader-kadernya mulai dari Natsir hingga Roem, semua akan mewarnai kehidupan politik masa-masa awal republik.

Sampai akhirnya dibubarkan setelah anggota-anggotanya dituding terlibat pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada 1960.* (Bayu Muhammad)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

NU, Kekuasaan, dan Politik yang Tak Pernah Benar-Benar Berjarak

JOMBANG – Ada alasan mengapa Nahdlatul Ulama (NU) hampir selalu

Menakar Ide Koalisi Permanen

JAKARTA – Pada pertemuan dengan Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88