MAKKAH — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah berakhir dengan lancar. Seluruh jemaah haji Indonesia kini telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum memasuki fase pemulangan ke Tanah Air.
Kepala Biro Humas Kemenhaj Hasan Afandi mengatakan seluruh proses mobilisasi jemaah selama fase Armuzna berjalan aman, tertib, dan terkendali.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian puncak ibadah haji telah berjalan dengan baik. Per 30 Mei 2026 pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, kawasan Mina telah dinyatakan clear dari jemaah haji Indonesia. Seluruh proses pendorongan jemaah dari Mina menuju hotel di Makkah selesai dengan aman, tertib, dan terkendali,” ujar Hasan di Makkah, Minggu (31/5/2026).
Menurut Hasan, seluruh jemaah yang mengambil skema Nafar Awal maupun Nafar Tsani telah kembali ke pemondokan masing-masing. Keberhasilan menyelesaikan fase Mina, kata dia, menjadi salah satu indikator penting kelancaran operasional haji Indonesia pada musim haji tahun ini.
“Capaian ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara jemaah, petugas haji Indonesia, syarikah, serta otoritas Arab Saudi dalam memastikan mobilisasi jemaah berlangsung aman dan lancar,” katanya.
Kepatuhan dam tinggi
Kemenhaj juga mencatat tingginya kepatuhan jemaah dalam menunaikan kewajiban dam. Hingga akhir fase Armuzna, sebanyak 195.326 jemaah haji Indonesia telah menyelesaikan pembayaran dam.
Dari jumlah tersebut, 135.367 jemaah menunaikan dam melalui program Adahi, 53.506 jemaah melalui lembaga resmi Indonesia, dan 6.453 jemaah melalui puasa. Selain itu, terdapat 4.084 jemaah yang menjalankan skema Haji Ifrad.
“Capaian ini menunjukkan tingginya kepatuhan jemaah dalam memenuhi ketentuan ibadah, sekaligus mendukung tata kelola pelaksanaan dam yang tertib, aman, dan akuntabel,” jelas Hasan.
Fokus jaga kesehatan
Meski fase puncak haji telah berakhir, Kemenhaj mengingatkan jemaah agar tetap menjaga kondisi kesehatan selama berada di Makkah. Cuaca panas yang masih melanda kawasan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kondisi fisik jemaah, terutama kelompok rentan.
Hasan mengimbau jemaah memperbanyak konsumsi air putih, mengatur pola makan, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala saat beraktivitas di luar hotel. Ia juga meminta jemaah tidak memaksakan diri menjalankan ibadah tambahan jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.
“Kami mengajak ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, serta sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada jemaah yang membutuhkan,” ujarnya.
Bersiap masuk fase pemulangan
Kemenhaj juga mengumumkan bahwa layanan Bus Shalawat kembali beroperasi mulai Ahad, 31 Mei 2026 pukul 13.00 waktu Arab Saudi untuk mendukung mobilitas jemaah dari hotel menuju Masjidilharam dan sebaliknya.
“Kami mengimbau jemaah memperhatikan informasi ini dan menyesuaikan rencana perjalanan menuju Masjidil Haram sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Hasan.
Mulai 1 Juni 2026, jemaah haji Indonesia gelombang pertama akan memasuki fase pemulangan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Karena itu, jemaah diminta mulai mempersiapkan barang bawaan dan memperhatikan ketentuan penerbangan.
Hasan secara khusus mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper kabin maupun bagasi karena distribusi air zamzam akan dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
“Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, serta barang-barang penting lainnya tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau saat proses kepulangan,” tutur Hasan.
Menutup keterangannya, Hasan mengajak seluruh jemaah menjaga kebersamaan hingga seluruh proses ibadah dan pemulangan selesai.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah para jemaah haji Indonesia, memberikan kesehatan dan kekuatan dalam menyelesaikan rangkaian ibadah yang tersisa, serta mengantarkan seluruh jemaah kembali ke Indonesia dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur dan hajjah yang mabruroh,” pungkasnya.*
