3 hours ago
1 min read

Miqat di Bir Ali, Ini yang Dilakukan Jemaah

Jemaah haji siap berangkat ke Makkah usah miqat dan niat ihram di Bir Ali. (Foto: Chairul Akhmad)

MADINAH — Proses miqat jemaah haji Indonesia di Bir Ali tak sekadar teknis pemberangkatan menuju Makkah. Di titik inilah dimensi ibadah dimulai secara penuh, dengan penekanan utama pada niat ihram sebagai syarat sah umrah.

Petugas Bimbingan Ibadah (Bimbad) Sektor Bir Ali, Agususanto, menegaskan bahwa praktik ibadah di lokasi miqat harus dipahami secara benar oleh seluruh jemaah.

“Jemaah haji di Bir Ali konsentrasinya adalah melaksanakan shalat sunnah ihram. Hukumnya memang sunnah, tapi di sinilah menjadi awal daripada perjalanan ibadah umrah mereka yang wajib di sini adalah melafalkan niat atau berniat ihram mereka,” jelas Agus di Bir Ali, Kamis (30/4/2026).

Menurut Agus, memastikan seluruh jemaah berniat ihram sebelum melanjutkan perjalanan menjadi prioritas utama petugas di lapangan.

“Pertama, kami di sini memastikan seluruh jemaah betul-betul tiba di Bir Ali. Kemudian mereka betul-betul berniat. Jadi, tidak ada yang melintas ke Makkah tanpa berniat di Bir Ali,” tegasnya.

Selain niat, edukasi terkait larangan selama ihram juga terus ditekankan. Petugas mengingatkan jemaah agar memahami batasan-batasan yang berlaku setelah berniat.

“Kemudian, barulah yang kedua, kami memastikan bahwa mereka betul-betul paham akan larangan-larangan itu sendiri. Mulai dari tidak menggunakan pakaian berjahit untuk laki-laki ataupun menutup kepala ataupun menutup mata kaki. Ibu-ibu tidak lagi membuka aurat,” pesan Agus.

Tak hanya aspek lahiriah, jemaah juga diingatkan menjaga perilaku selama dalam kondisi ihram.

“Begitu juga kami mengingatkan ketika mereka sudah mendapatkan niat, maka mereka harus menjaga perkataannya. Tidak rafas (berkata kotor), tidak fusuq (maksiat), tidak jidal (berbantahan), tidak berkata-kata yang kurang pantas seperti itu,” papar Agus.

Penggunaan wewangian hingga aktivitas seperti memotong kuku pun masuk dalam daftar larangan yang terus disosialisasikan kepada jemaah sejak dari Tanah Air.

“Kemudian mereka tidak lagi menggunakan wangi-wangian sejak mereka sudah berniat. Tidak mencabut atau memotong kuku. Dan ini sudah kita edukasi berkali-kali sejak dari Indonesia diedukasi melalui perlindungan ibadah,” jelasnya.

Di tengah kepadatan pergerakan, pendekatan khusus diterapkan bagi jemaah lansia dan disabilitas. Mereka tidak diwajibkan turun dari bus untuk menjalani miqat di dalam masjid.

“Untuk jamaah haji lansia dan disabilitas, kita memang meminta kerja sama dan kelapangan dada mereka untuk tetap di bis, tidak turun. Mengingat kondisi yang begitu crowded, dan jauhnya jarak mereka dari parkiran dis menuju masjid,” kata Agus.

Sebagai solusi, niat ihram tetap dipandu langsung oleh petugas meski dilakukan dari dalam bus. Agus menegaskan, secara syariat, pelaksanaan niat ihram tidak harus dilakukan di dalam masjid, sehingga pembimbingan di bus tetap sah.

Dengan pendekatan ini, petugas berupaya memastikan seluruh jemaah—tanpa terkecuali—dapat menjalani miqat dengan benar, sekaligus tetap menjaga keselamatan dan kenyamanan di tengah padatnya arus pergerakan menuju Makkah.*

Komentar

Your email address will not be published.

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Go toTop

Jangan Lewatkan

Ribuan Jemaah Mulai Bergerak ke Makkah, Gelombang I Jalani Umrah Wajib

MADINAH — Pergerakan jemaah haji Indonesia menuju Makkah resmi dimulai. Pada

SOP Pendorongan Jemaah ke Makkah Diperketat, Ini Tahapannya

MADINAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah menerapkan
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88