JAKARTA – Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penyerangan yang menimpa aktivis Kontras, Andrie Yunus.
Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap siapa pun tidak sejalan dengan nilai demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
“Peristiwa ini sama sekali tidak kita kehendaki bersama. Dalam kehidupan demokrasi, setiap warga negara berhak atas rasa aman dan perlindungan hukum,” kata Budi Arie dalam pernyataannya di Jakarta.
Budi Arie juga mengapresiasi langkah cepat Prabowo Subianto yang memberikan arahan tegas kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
Menurutnya, pemerintah juga terus memberikan perhatian terhadap kondisi korban dengan memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.
Lebih jauh, Projo menyatakan dukungannya terhadap langkah aparat penegak hukum dalam mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut secara menyeluruh.
Organisasi relawan itu menilai penegakan hukum yang transparan penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan ruang demokrasi tetap terpelihara.
“Demokrasi harus dijaga dengan menjunjung tinggi hukum, saling menghormati, dan menolak segala bentuk kekerasan,” tegas Budi Arie.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak berspekulasi mengenai peristiwa tersebut. Menurutnya, proses hukum harus sepenuhnya dipercayakan kepada aparat yang berwenang agar penanganan kasus berjalan objektif dan adil.*
