2 years ago
4 mins read

Dari “Sindroma Dunia Kejam” ke “Sindroma Dunia Sempurna”

Ilustrasi. (Foto: Interrogatingjustice)

JAKARTA – Ada yang menarik dari proposisi yang diajukan Rutger Bregman (2019) dalam bukunya “Humankind: A Hopeful History”. Proposisinya sangat mendasar, mempersoalkan moralitas manusia. “Manusia itu mahluk jahat” atau “Manusia adalah mahluk baik” dalam menjalani hidupnya?

Namun bukan jawaban akhir yang jadi daya tarik terpenting karya sejarawan muda Belanda kelahiran tahun 1988 ini. Melainkan caranya memperoleh konstruksi jawaban tunggal. Seluruhnya dilakukan dengan metode yang ketat dan ketekunan yang mengagumkan.

Rutger Bregman bahkan menelusuri informasi, yang sumbernya hampir musnah. Ia juga memanfaatkan sumber alternatif, yang ditelusuri dari arsip-arsip digital. Karenanya, kemampuan menentukan kata kunci yang tepat jadi bagian yang memosisikannya sebagai sejarawan yang tak gegabah.

Tak hanya berpijak pada sumber informasi yang mendukung kecenderungan proposisi favoritnya: manusia adalah mahluk yang baik. Bregman bahkan memanfaatkan sumber-sumber data yang menentang. Seluruhnya digunakan untuk menguji kesahihan kesimpulan.

Sehingga pembaca sepenuhnya diajak menikmati perjalanan “hampir-batal”. Dari prosisisi yang hampir tersusun, namun batal, akibat adanya temuan baru. Demikian berulang-ulang tersaji. Sehingga ketika proposisinya terkonstruksi, tak ada yang meragukannya.

Dari seluruh tulisannnya—walaupun bukan argumen utama—ada bagian yang sangat menarik. Ini relevan dengan dunia digital hari ini. Dan digunakan Bregman, sebagai pendukung argumentasi terkait realitas yang dihayati manusia. Bagian itu mengemukakan: realitas yang dialami manusia merupakan realitas yang berjarak.

Realitas yang makin jauh dari keadaan obyektifnya. Ini lantaran manusia menyerap realitas, lewat berita-berita yang dikonsumsinya dari media. Berita yang alih-alih mampu menyajikan keadaan senyatanya, justru melempar khalayak pada realitas dunia yang kejam.

Konsep dunia kejam di atas, merujuk mean world syndrome sebagaimana konsep George Gerbner. Konsep yang diajukannya, saat meneliti dampak media pada budaya manusia. Gerbner beserta kolega-kolega akademisnya di tahun 60-70-an, mengembangkan Cultivation Theory.

Teori yang diformulasikannya ini menyebut, akibat relasinya yang intensif dengan televisi khalayak tertanami realitas yang dibentuk media. Dipanen khalayak sebagai realitas yang dihayatinya. Realitas yang sebangun, dengan realitas bentukan televisi.

Dalam teknis penyajian program televisi, khalayak lebih memberi perhatian penyajian dunia dari sudut pandang yang kejam. Kejahatan yang tinggi, perseteruan yang lazim dan perang adalah hiburan. Ini dibanding dunia yang disajikan baik-baik saja. Dunia baik-baik saja, bukan untuk ditonton. Karenanya televisi memilih sudut pandang, berdasar pilihan khalayak itu.

Terjadi relasi sirkularnya: televisi menyajikan realitas, realitas disusun berdasar titik perhatian khalayak, khalayak memanen realitas sajian televisi. Berputar bak sirkuit balap mobil. Dunia yang dihayati dalam keadaan kejam, sesungguhnya merupakan modus penyajian yang dipilih khalayak itu sendiri. Ini kemudian diadaptasi sebagai tindakan, untuk menghindari kekejaman dunia. Lantaran takut menerima akibatnya.

Realitas dunia yang direpesentasikan dengan pendekatan ketakutan, membangun realitas ketakutan itu sendiri. Tapi mengapa khalayak terus menikmatinya? Ditegaskan Bregman, ada dorongan bias negativitas. Yaitu saat perhatian diberikan pada hal yang lebih buruk. Dari sekumpulan telur yang utuh, mata akan segera memberikan perhatian pada telur yang retak.

Itu juga yang terjadi, saat dunia disajikan dalam keadaan baik-baik saja. Tak ada yang memerhatikan. Dunia dari sisi negatifnya, yang akan membangkitkan perhatian. Sedangkan yang kedua, bias ketersediaan.

Manakala ketersediaan berita buruk melimpah, dengan penyajiannya yang terus diulang, pemahaman akan dipandu: yang buruk adalah yang lazim. Itulah yang diterima. Karenanya lewat media, dunia makin berjarak dari keadaan obyektifnya.

Dari uraian soal realitas di atas, Bregman selanjutnya mengajukan pertanyaan. Juga mendasar. Yang formulasinya kurang lebih, apakah dunia hari ini—yang makin dipengaruhi media digital—lebih baik atau lebih buruk keadaannya?

Untuk pertanyaan di atas dapat dikemukakan: berdasar demonstrasi aneka data berbagai kemajuan telah dialami manusia. Bidang kesehatan, berhasil mengendalikan aneka penyakit infeksi lewat temuan vaksinnya. Kecelakaan pesawat terbang maupun kecelakan kendaraan lainnya, makin jarang terjadi. Ini akibat sistem keselamatan yang terus disempurnakan.

Sementara teknologi deteksi dini, mampu mengenali rencana kejahatan dan terorisme. Seluruhnya menurunkan peluang kejahatan maupun terorisme. Manusia ada dalam dunia, yang lebih baik.

Namun jadi paradoks, saat dunia yang dihayat lewat media digital. Terasa makin kejam. Dengan meminjam pendekatan Cultivation Theory, argumentasinya: pembelajaran yang diperoleh dari teknik penyajian konten berita makin mampu mengeksploitasi emosi manusia.

Seluruhnya dipelajari, agar khalayak terus bertahan pada media digital di hadapannya. Konten berita disunting: ada pemilihan judul, sisi pemberitaan, sudut penggambilan gambar, hingga tata suara. Ini disesuaikan agar menghasilkan perhatian manusia.

Dengan makin mendominasinya media digital ~artinya algoritma makin berperan~ cara penyajian berita yang menyerap perhatian, makin jitu. Di masa sebelumnya, walaupun dengan mengeksploitasi emosi khalayak, berita disajikan untuk semua segmen. Tak peduli dengan keragaman titik perhatiannya.

Hari ini para produsen dan kreator konten, mengenali khalayaknya lewat algoritma. Juga ketika pembacaannya ditunjang oleh artificial inteligence (AI). Sehingga sindroma dunia yang kejam—memanfaatkan titik-titik ketakutan—disesuaikan dengan masing-masing khalayaknya.

Bahkan lebih luas mediumnya. Disajikan bukan hanya jadi tema televisi, yang kemudian beralih ke media digital. Namun buku, judul film, dan berbagai medium informasi lainnya, juga menggunakan pendekatan dunia yang kejam ini. Hasilnya, dunia tampil dalam wajahnya yang menakutkan.

Pertanyaan lebih lanjut soal sindroma dunia kejam ini: apa bedanya sindroma ini saat ditularkan televisi, juga media konvensional lainnya, dibanding yang ditularkan media digital? Pernyataan Gerbner yang dikutip dari tulisan Laura Grace Weldon, 2010, berjudul, “Do You Suffer from Mean World Syndrome?”, dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan di atas.

Gerbner kurang lebih menyatakan: tumbuh besar sejak bayi dengan pola kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya, punya tiga konsekuens. Ini jika digabungkan akan memunculkan “sindroma dunia yang kejam”.

Komentar

Your email address will not be published.

berita.txt
Pola Terbaru Mahjong Ways Modern Membuka Sudut Pandang Baru tentang Dinamika Strategi Permainan
Mahjong Modern Kian Disorot setelah Analisis Probabilitas dan Sistem Adaptif Ramai Dibahas Komunitas
Pemanfaatan Machine Learning Membantu Membaca Waktu Bermain secara Lebih Terukur di Ekosistem Game Online Mahjong Ways
Alasan Mahjong Ways Online Kini Jadi Pilihan Anak Muda untuk Hiburan Ringan dan Relaksasi Harian
Game Mahjong Ways Interaktif Semakin Diminati sebagai Pilihan Baru Pengguna Digital Sepanjang Tahun Ini
Navigasi Pola Game Modern Berbasis Data Membantu Pemain Membaca Mekanik Algoritma yang Kian Terbuka
Kajian Sistem Gaming Real Time Berbasis Data Mengubah Cara Pengguna Modern Beraktivitas di Platform Digital
Jaringan Gaming Modern Terbaru Kian Diminati karena Menawarkan Stabilitas Bermain yang Lebih Responsif
Perkembangan Game Online Digital Kembali Jadi Sorotan dalam Memahami Sistem Modern yang Semakin Adaptif
Cara Mengoptimalkan Layanan CS untuk Menemukan Rekomendasi Game yang Lebih Sesuai dan Menarik
Fenomena Mahjong Ways dan Kontrol Modal Mulai Jadi Perhatian Baru Komunitas Digital
Fresh Insight Drop Mahjong Ways 2 Mengungkap Pola Interaksi Simbol dengan Hasil Lebih Dinamis
Dari Observasi Simbol hingga Big Data, Evolusi Strategi Mahjong Ways Makin Menarik Dicermati
Rasio Kemenangan Bersih Mahjong Ways 2 Mulai Dipelajari lewat Pendekatan Edukatif yang Lebih Jernih
Mahjong Ways Menghadirkan Sistem Analitik Modern dengan Interaksi Adaptif yang Semakin Menarik Dikaji
Fenomena Digital Modern Mahjong Ways 2 Berkaitan dengan Evolusi Sistem Interaktif yang Makin Banyak Dibahas
Market Shift 2026 Mengulas Strategi Manajemen Mahjong Digital dalam Kajian Psikologi Massa Sistem Modern
Computational Shift Alert Mahjong Wins 3 Jadi Sorotan dalam Analisis Distribusi Simbol Berbasis Sistem Modern
Data Observation Shift Mahjong Modern Jadi Fokus Pengamatan Pola dalam Tren Strategi Permainan Masa Kini
Teknik Manual Spin yang Jarang Diulas Dinilai Membantu Menjaga Konsistensi Ritme Mahjong Ways
Statistik Modern Kasino Online Mulai Membantu Membaca Pola Interaksi Pengguna Digital
Spekulasi dan Dinamika Sistem Kasino Online Mulai Disorot dalam Diskusi Pengguna Digital Modern
Simulasi Algoritma Digital Membawa Kasino Online Menuju Arah Baru yang Lebih Modern dan Dinamis
Ruang Analitik Digital Mulai Membaca Arah Kasino Daring melalui Distribusi Data yang Makin Terarah
Statistik Modern Kasino Online Kini Membantu Memetakan Pola Interaksi Pengguna Digital secara Lebih Terarah
Sistem RTP Modern Kini Mendorong Dinamika Baru dalam Aktivitas Gaming Digital yang Terus Bergerak
Evolusi Adaptive RTP dan Infrastruktur Server Digital Membentuk Tren Baru Analisis Game Online Modern
Pergeseran Tren Sistem RTP Visual Modern Mulai Dipakai untuk Mengamati Ritme dan Pola Permainan
Statistik Neural Adaptif Mulai Disorot karena Dinilai Mengubah Cara Sistem Membaca Pola RTP
Perbedaan Ritme Live RTP Spin Mulai Terbaca saat Pemain Membandingkan Tiap Sesi Putaran
Phoenix Rises Kembali Jadi Sorotan setelah Inovasi Simbolnya Dinilai Lebih Adaptif dan Bertahap
Aztec Gems Makin Menarik Dikaji lewat Perbandingan Teori Peluang dan Efektivitas RTP
Sistem Analisis Scatter Fortune Oz Modern Mulai Memakai Pembacaan Pola Interaktif yang Lebih Terarah
Analisis Visual Olympus dan Stabilitas Teknis Sistem Game Digital Terlihat dalam Karakter Sesi
Weekly Report Gates of Olympus Masih Memimpin Tren Game Online Sepanjang Pekan Ini
Volatilitas Perilaku Gaming Interaktif Kembali Disorot dalam Studi Modern yang Terus Berkembang
Perubahan Pola Permainan Digital Menciptakan Cara Baru Pengguna Memahami Sistem Gaming Masa Kini
Gameplay Dinamis Jadi Fokus Baru dalam Kajian Perilaku Pengguna di Platform Digital Modern
Komunitas Gaming Indonesia Kian Aktif Mengulas Sistem Permainan Digital Modern yang Terus Berkembang
Kajian Pola Digital Modern Membantu Pengguna Membaca Ritme Aktivitas Gaming Online secara Lebih Terarah
PG Soft Kian Menarik Dikaji karena Teknologi Gaming Modernnya Dinilai Membawa Dampak Besar pada Stabilitas
Sistem Evaluasi Digital PG Soft Makin Menguat dengan Dukungan Big Data Adaptif yang Lebih Modern
Arsitektur Digital PG Soft Berbasis AI Mendukung Pengalaman Pengguna yang Lebih Adaptif dan Dinamis
Tren Tabungan Digital dan E-Wallet Membantu Pemain PG Soft Lebih Disiplin Menentukan Batas Kemenangan
AI dan Big Data Kini Menjadi Pilar Utama dalam Evolusi Platform Gaming Interaktif PG Soft Masa Kini
Event Spesial Kini Lebih Mudah Diikuti melalui Pola Ringan yang Membantu Pemain Tetap Fokus dan Terarah
Kecepatan Respons Sistem Kini Dianggap Faktor Penting untuk Menjaga Loyalitas Pemain Modern
Perspektif Digital Modern Makin Dipahami Pengguna lewat Pendekatan Sistem Live yang Lebih Interaktif
Panduan Ramah Pemula untuk Memulai Permainan Digital Favorit dengan Cara yang Lebih Mudah Dipahami
Tren Digital Indonesia Kian Ramai Dibahas di Media Sosial dengan Pola Interaksi yang Cepat Berubah
Momentum Digital Modern Semakin Diperkuat oleh Algoritma Adaptif di Berbagai Platform Interaktif Masa Kini
Teknologi Monitoring Dinamis Membantu Menjaga Stabilitas Ekosistem Platform Digital Generasi Baru
Perbedaan Ritme Spin Mulai Terbaca saat Pemain Membandingkan Setiap Sesi Putaran
Momentum Digital Kian Berperan Penting dalam Strategi Membaca Aktivitas Gaming Modern
Analitik Dinamis Kini Banyak Digunakan untuk Menjawab Tantangan Stabilitas Platform Interaktif Modern
AI Interaktif Kini Mendorong Sistem Gaming Lebih Adaptif dan Kompetitif dalam Industri Game Modern
Infrastruktur Gaming Digital Mulai Berfokus pada Stabilitas Sistem dan Analitik Data Modern AI yang Lebih Terukur
Sistem Data Modern AI dan Monitoring Real Time Mendukung Optimalisasi Aktivitas di Platform Gaming Masa Kini
Cara Menemukan Game AI yang Sedang Ramai lewat Bantuan CS, Komunitas Aktif, dan Tren Pengguna
Teknologi Monitoring Digital Modern AI Membantu Membaca Perubahan Sistem Gaming secara Lebih Akurat dan Responsif
Navigasi Game Modern Berbasis Data Kini Banyak Digunakan untuk Membantu Pemain Memahami Mekanik Sistem
Cara Menemukan Game yang Sedang Ramai Diminati lewat Bantuan CS dan Komunitas Aktif secara Terarah
Update Sistem Gaming Modern dan Cashback Besar Kembali Jadi Bahasan Ramai di Komunitas Digital
Akurasi Pemantauan Data Real Time Semakin Meningkat lewat Evaluasi Sistem Digital yang Optimal dan Responsif
Dari Pemula hingga Terbiasa, Perubahan Pola Menjadi Tahapan Penting dalam Memahami Ritme Permainan Digital
Auto Spin Modern Mulai Dikaitkan dengan Ritme Aktivitas Harian dalam Membaca Pola Permainan Digital
Statistik Real Time Membentuk Dasar Baru bagi Pengembangan Gaming Digital Interaktif yang Lebih Modern
Statistik Real Time Kini Jadi Fondasi Penting dalam Pengembangan Gaming Digital Interaktif yang Lebih Modern
Evolusi Adaptive RTP dan Infrastruktur Server Digital Membentuk Arah Baru Analisis Game Online Modern
Dari Pemula sampai Terbiasa, Pergeseran Pola Menjadi Proses Utama dalam Membaca Ritme Permainan Digital
Sistem Evaluasi Digital PG Soft Semakin Kuat Berkat Dukungan Big Data Adaptif yang Lebih Modern
PG Soft Kembali Ramai di Forum setelah Topik Kuliner dan Hiburan Digital Dibahas Bersamaan
Mahjong Ways Membuktikan Game Klasik Bisa Beradaptasi dengan Teknologi dan Membawa Pengalaman Digital Baru
Pola Distribusi Simbol PG Soft Mahjong Ways Kian Menarik Dicermati lewat Observasi Struktur Visual Modern
Strategi Gerak Cepat Pemain Mahjong Ways 2 saat Mengubah Tarikan Jari ketika Scatter Mulai Aktif
Mahjong Modern Makin Disorot setelah Analisis Probabilitas dan Sistem Adaptif Ramai Dibahas Komunitas
Mahjong Wins 3 2026 Kembali Disorot setelah Tren Terbaru Mengungkap Strategi yang Banyak Dicoba Pemain
Mahjong Wins 3 Semakin Menarik Dikaji melalui Transformasi Sistem RTP di Kasino Online Modern
Mahjong Ways Kembali Jadi Perbincangan Komunitas Online, Ini Alasan Fenomena Digitalnya Banyak Dibahas
Infrastruktur Statistik Modern Dinilai Membuat Mahjongways Kasino Online Lebih Adaptif terhadap Perkembangan Game
Go toTop

Jangan Lewatkan

Interaksi Media Sosial dan yang Tersembunyi Di Baliknya   

JAKARTA – Orang bijaksana berkata: bergaullah dengan orang baik, niscaya

Keartifisialan yang Makin Merasuki Kehidupan Nyata

JAKARTA – Hidup manusia hari ini, diwarnai pertanyaan besar: yang
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88