JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan perempuan dapat jadi aktor penggerak kemajuan digitalisasi.
Di tengah semakin terbuka luasnya sektor teknologi digital bagi perempuan, mereka dapat meningkatkan peran mereka, terutama dalam mengembangkan Artificial Intelligence (AI).
“Kaum perempuan mampu menghadirkan perspektif keberagaman dalam pemanfaatan dan pengembangan AI melalui pengaturan algoritma yang tidak bias gender,” katanya dalam video yang diedarkan di masyarakat.
Menurut Budi, pemanfaatan AI oleh perempuan bisa diarahkan untuk mencegah terjadinya kejahatan terhadap kelompok-kelompok rentan.
“Pemanfaatan AI juga dapat digunakan untuk pencegahan kekerasan di lingkungan kerja dan khususnya juga keluarga dan anak-anak,” sambung Budi.
Di saat yang bersamaan, Budi juga memperingatkan bahaya AI yang perlu dimitigasi oleh masyarakat ketika menggunakannya.
“Bias dan diskriminasi gender menjadi isu yang dapat melanggengkan stereotip negatif terhadap perempuan dan menghambat partisipasi perempuan dalam pengembangan AI,” ujarnya.
Tapi secara keseluruhan, Budi mendorong kelompok perempuan agar optimistis dan meningkatkan keterampilan mereka menggunakan AI supaya bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Hal itu diupayakan Kominfo dengan mengadakan Digital Talent Scholarship (DTS) dan Digital Leadership Academy(DLA). Kedua program itu menawarkan pelatihan AI dan Big Data Analytics.
“Oleh karena itu, saya berharap kaum perempuan Indonesia terus menampakkan optimisme, memiliki semangat, keingintahuan dan mengikuti perkembangan di era digital sehingga dapat membantu dan melindungi keluarga serta anak-anak,” kata Budi.* (Bayu Muhammad)
