2 months ago
10 mins read

Kisah Petugas Haji: Ketika Kamera Harus Diletakkan

Aditya Nugroho, anggota MCH 2026 Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

MADINAH – Ada satu doa yang hampir selalu Aditya Nugroho titipkan kepada siapa pun yang hendak berangkat ke Tanah Suci.

“Doakan saya ya, semoga suatu hari Allah mengizinkan saya menjadi petugas haji.”

Kalimat itu berulang kali ia sampaikan kepada rekan-rekannya di TV One yang mendapat kesempatan berhaji ataupun berumrah. Doa yang ia minta terdengar berbeda. Ia tidak meminta didoakan agar segera menjadi jemaah haji. Yang ia inginkan justru kesempatan menjadi petugas yang melayani jutaan tamu Allah.

Entah sejak kapan keinginan itu tumbuh. Namun baginya, menjadi tamu Allah memang sebuah ibadah. Sementara melayani tamu Allah adalah kemuliaan yang ingin ia perjuangkan.

Ia ingin berada di Tanah Suci bukan hanya untuk menjalankan ibadah, melainkan menjadi bagian dari orang-orang yang membantu jemaah menunaikan rukun Islam kelima dengan tenang.

Doa yang tak henti
Doa itu terus ia panjatkan. Setiap selesai shalat. Setiap kali membaca atau menyiapkan pemberitaan tentang musim haji. Setiap kali melepas rekan kerja yang berangkat ke Tanah Suci.

Harapan itu bahkan sempat terasa begitu dekat pada 2025. Namanya telah diajukan untuk menjadi petugas haji. Ia mulai membayangkan bagaimana rasanya mengenakan seragam petugas, berada di tengah jutaan jemaah, dan mengabdikan diri di Tanah Suci.

Namun, kesempatan itu tidak datang. Bukan karena ia gagal mengikuti seleksi kemampuan. Bukan pula karena pengalaman yang kurang. Harapan itu berhenti karena persoalan administrasi pada saat pendaftaran.

Ia mengaku kecewa. Namun, kekecewaan itu tidak membuatnya berhenti berharap. “Saat menerima kabar tersebut, rasa kecewa ada namun rasa ikhlas jauh lebih besar. Karena saya percaya, jika urusan haji merupakan urusan Allah,” ucapnya.

Doa yang sama tetap ia panjatkan. “Ya Allah, jika memang ini jalan terbaik, izinkan saya menjadi petugas haji yang melayani tamu-tamu-Mu di tahun depan.”

Jawaban atas doa itu datang setahun kemudian. Pada penyelenggaraan ibadah haji 2026, Aditya dipercaya menjadi petugas Media Center Haji Angkatan (MCH) pertama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia di Daerah Kerja Madinah selama 77 hari.

Ketika namanya diumumkan, ia mengaku hanya bisa terdiam. “Ternyata Allah bukan sekadar mengabulkan doa. Dia mengabulkannya dengan cara yang jauh lebih indah daripada yang pernah saya bayangkan.”

Selama ini masyarakat mengenalnya sebagai produser dan presenter TV One. Dunia yang akrab baginya adalah ruang redaksi. Ia terbiasa mengejar narasumber, menyusun naskah, mengatur jalannya produksi berita, hingga tampil di depan kamera menyampaikan informasi kepada jutaan pemirsa.

Di ruang redaksi, ritme kerja selalu sama. Cepat, tepat, akurat. Namun, 77 hari di Tanah Suci memperlihatkan kepadanya bahwa pekerjaan jurnalistik ternyata dapat memiliki makna yang berbeda.

Ia tetap membawa kamera, mikrofon, laptop, dan seluruh perlengkapan liputan. Ia tetap mewawancarai narasumber, menyusun berita televisi dan daring, mengedit video, serta melakukan siaran langsung kepada masyarakat Indonesia.

Tetapi perlahan ia menyadari bahwa Allah sedang mengajarkan sesuatu yang tidak pernah ia temukan di ruang redaksi.

“Profesi seorang jurnalis ternyata bisa menjadi jalan pengabdian. Berita bukan hanya tentang apa yang terjadi tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi mereka yang sedang menjalani peristiwa itu,” kata Oho, panggilan akrab Aditya. 

Sejak saat itu, hari-harinya tidak lagi hanya diisi dengan agenda liputan. Ia mengikuti langsung penyelenggaraan ibadah haji dari dekat. Hari dimulai bahkan sebelum matahari terbit.

Agenda demi agenda berlangsung tanpa banyak jeda. Liputan operasional hotel, pelayanan transportasi, pelayanan bandara, Masjid Nabawi, Masjidil Haram, hingga fase Armuzna silih berganti memenuhi jadwal.

Sering kali satu berita belum selesai dikirim, agenda berikutnya telah menunggu. Jam makan tidak menentu. Waktu tidur hanya beberapa jam. Telepon terus berdering. Laptop hampir tidak pernah benar-benar dimatikan.

Namun di tengah ritme yang padat itu, ada satu hal yang perlahan berubah. Semakin lama bertugas, Oho merasa dirinya tidak lagi hanya menjalankan profesi sebagai jurnalis. Ia juga mengenakan identitas lain. Identitas sebagai pelayan tamu Allah. 

Perubahan itu tidak datang ketika kamera sedang merekam. Justru ia hadir ketika kamera dimatikan. Begitu liputan selesai. Begitu berita berhasil dikirim. Begitu mikrofon dilepas. Ia kembali menjadi petugas haji.

“Yang ada hanyalah satu identitas yakni pelayan tamu Allah,” ujarnya.

Di Madinah, pelajaran itu datang melalui peristiwa-peristiwa sederhana. Ia beberapa kali menjumpai jemaah yang berdiri sendirian di tepi jalan atau di pelataran Masjid Nabawi karena terpisah dari rombongan dan tidak lagi mengenali arah menuju hotel.

Ia menghampiri mereka. Memeriksa identitas. Lalu bersama-sama mencari jalan hingga jemaah tersebut kembali bertemu rombongannya. Pada kesempatan lain, ia membantu seorang lansia pengguna kursi roda menuju toilet ketika hanya didampingi istrinya yang sudah paruh baya.

Tidak ada kamera. Tidak ada dokumentasi. Tidak ada liputan. Namun justru dari peristiwa-peristiwa sederhana itulah ia mulai memahami bahwa melayani tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar.

Kadang-kadang, melayani hanya berarti berhenti sejenak agar seseorang tidak berjalan sendirian. Di situlah ia mulai menyadari bahwa tantangan terberatnya selama berada di Tanah Suci bukan lagi mengejar berita.

Melainkan menentukan satu pilihan yang tidak pernah ia hadapi selama bekerja di ruang redaksi. Kapan ia harus tetap memegang kamera. Dan kapan ia harus meletakkannya.

Aditya Nugroho di Masjid Nabawi, Madinah. (Foto: MCH 2026)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88