2 months ago
6 mins read

Kisah Petugas Haji: Kembali Menjadi Tamu, Kali Ini untuk Melayani

Hari Setiawan, anggota MCH 2026 Daker Makkah. (Foto: MCH 2026)

MAKKAH — Hari Setiawan berhenti sejenak ketika memasuki Masjidil Haram. Bukan karena itu kali pertama ia melihat Ka’bah. Justru sebaliknya. Setahun sebelumnya, pada musim haji 2025, ia pernah berdiri di tempat yang sama sebagai seorang jemaah.

Kini ia kembali. Bukan membawa identitas sebagai jemaah, melainkan mengenakan seragam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia.

Perjalanan yang hanya berjarak satu musim haji itu menjadi momen yang paling membekas baginya selama bertugas sebagai anggota Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja Makkah.

“Bukan karena pertama melihat Ka’bah. Tetapi tidak menyangka Allah begitu cepat memanggil dan mengundang saya kembali setelah tahun kemarin saya hadir sebagai jemaah haji. Tahun ini datang kembali dalam rangka menjadi petugas haji Indonesia,” tuturnya.

Di hadapan Ka’bah, Hari merasa kembali diingatkan tentang satu hal yang sejak lama diyakininya. Bahwa tidak ada seorang pun yang dapat datang ke Tanah Suci semata-mata karena keinginannya sendiri.

“Kalau Allah berkehendak menghadirkan seseorang menjadi tamu-Nya, itu bisa terjadi. Sebaliknya, kalau Allah belum berkehendak, sekuat apa pun ikhtiar kita tentu tidak akan terjadi,” ujarnya.

Keyakinan itu kembali menguat sepanjang menjalankan tugas di Arab Saudi. Bukan hanya ketika pertama kali memasuki Masjidil Haram. Tetapi juga ketika berada di Arafah.

Di Padang Arafah, Hari mengaku menghabiskan banyak waktu untuk berdoa. Ia mendoakan istri, anak-anak, kedua orang tuanya, bahkan keturunan yang saat itu belum dimilikinya.

Setiap orang yang menitipkan doa kepadanya pun ikut disebut satu per satu dalam munajatnya.

“Yang saya pahami, sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Hari itu saya berada di Padang Arafah. Maka di situlah saya sebanyak-banyaknya berdoa.”

Begitu pula setiap selesai melaksanakan tawaf. Sebelum melanjutkan sa’i, Hari memilih berhenti lebih lama untuk berdoa. Momen-momen itu membuatnya berkali-kali merenungkan kembali perjalanan yang membawanya kembali ke Tanah Suci hanya dalam selang satu tahun.

Padahal, jika mengingat kembali beberapa bulan sebelumnya, ia bahkan tidak pernah benar-benar merencanakan menjadi petugas haji. Keinginannya justru mengarah ke jalan yang berbeda.

Sebelum berangkat ke Arab Saudi, Hari sebenarnya tidak pernah memasukkan diri sebagai calon petugas haji. Rencananya saat itu justru mengikuti sertifikasi pembimbing ibadah haji di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Jadwalnya hampir bersamaan dengan proses seleksi petugas haji. Karena itu, ia sama sekali tidak terpikir untuk mendaftar. 

Keinginan itu baru muncul setelah rangkaian webinar tentang seleksi petugas haji yang diselenggarakannya berakhir. Sebagai jurnalis Kabarbaitullah.com, Hari memang cukup lama mengikuti isu penyelenggaraan haji. Medianya bahkan menggelar bimbingan manasik haji secara daring yang diikuti puluhan calon jemaah dari berbagai daerah, disusul webinar khusus mengenai seleksi petugas haji.

Ironisnya, orang yang menjadi narasumber tentang seleksi petugas itu justru belum berniat mengikutinya.

“Justru baru mendapatkan hidayah untuk mengikuti seleksi itu setelah webinar ketiga tentang seleksi petugas haji yang saya gelar. Baru terpikir, kenapa enggak saya coba?”

Keputusan itu tidak lahir dari keinginan mencari pengalaman baru. Hari mengaku hanya membawa satu niat ketika akhirnya mendaftarkan diri: syukur.

Ia merasa telah mendapatkan nikmat yang begitu besar ketika Allah memanggilnya berhaji pada 2025. Menurutnya, nikmat itu tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk lain.

“Saya ingin menjadi petugas haji dalam rangka bersyukur atas nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kami karena telah mengundang kami berhaji di usia muda dengan kondisi yang baik.”

Cara bersyukur yang dipilihnya sederhana: melayani tamu-tamu Allah. Sejak awal itulah doa yang terus dipanjatkannya.

“Ya Rabb, saya ingin menjadi petugas haji dalam rangka bersyukur. Salah satu cara kami bersyukur kepada-Mu adalah kami ingin melayani tamu-tamu-Mu,” ucapnya.

Baginya, menjadi petugas bukanlah tujuan akhir. Jika Allah berkenan menerima niat itu, ia percaya jalan akan dibukakan. “Barang siapa bersyukur kepada Allah, maka Allah akan menambah nikmatnya.”

Doa itu kemudian dijawab dengan cara yang tidak pernah ia duga. Ia dinyatakan lolos sebagai anggota Media Center Haji Daerah Kerja Makkah dan kembali menginjakkan kaki di Tanah Suci, hanya berselang satu musim haji sejak keberangkatannya sebagai jemaah.

Namun sesampainya di Makkah, Hari segera menyadari bahwa datang sebagai petugas berarti menjalani perjalanan yang sama sekali berbeda.

Ketika berhaji sebagai jemaah pada 2025, pikirannya hampir sepenuhnya tertuju pada ibadah. Turun dari bus, ia bisa langsung menuju Masjidil Haram, mencari tempat terbaik untuk beribadah, lalu memanfaatkan setiap waktu untuk tawaf, sa’i, ataupun shalat.

Semua berubah ketika ia mengenakan seragam petugas. Begitu turun dari bus, matanya tidak lagi lebih dulu mencari Ka’bah. Yang ia cari justru jemaah yang mungkin membutuhkan bantuan.

“Begitu turun dari bus di kawasan terminal Syib Amir, saya harus menyapa berbagai sudut. Adakah jemaah yang membutuhkan bantuan? Dan sering kali, sebelum sempat menawarkan bantuan, permintaan itu sudah datang bergantian seperti tiada henti.”

Dari situ Hari memahami mengapa kehadiran petugas begitu berarti bagi jemaah. Menurutnya, jemaah merasa lebih tenang ketika melihat petugas berseragam berada di sekitar mereka.

Saat itulah ia merasakan bahwa doa yang dipanjatkannya sebelum berangkat perlahan menemukan jawabannya. Ia tidak hanya kembali menjadi tamu Allah. Ia kembali untuk melayani tamu-tamu Allah.

Hari mengaku, menjadi petugas haji mengubah cara pandangnya terhadap ibadah. Saat datang sebagai jemaah pada musim haji sebelumnya, ia bisa sepenuhnya memusatkan perhatian pada rangkaian ibadah. Hampir seluruh waktunya digunakan untuk berdoa, tawaf, sa’i, dan memperbanyak amalan.

Sebaliknya, ketika kembali sebagai petugas, sebagian besar waktunya justru dihabiskan untuk memastikan jemaah memperoleh pelayanan yang dibutuhkan. Perubahan peran itu, menurutnya, menghadirkan pelajaran yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

“Perjalanan haji, baik sebagai jemaah maupun sekarang sebagai petugas, bagi saya adalah bagian dari madrasah iman. Bagaimana Allah mendidik kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Hari Setiawan di Masjidil Haram, Makkah. (Foto: MCH 2026)

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88