2 months ago
10 mins read

Kisah Petugas Haji: Ketika Kamera Harus Diletakkan

Aditya Nugroho, anggota MCH 2026 Daker Madinah. (Foto: MCH 2026)

Namun dari pertemuan singkat itulah ia merasa memperoleh pelajaran yang selama ini tidak pernah ia temukan dalam pekerjaannya sebagai jurnalis.

“Pelayanan bukan diukur dari seberapa besar pekerjaan yang dilakukan. Melainkan seberapa tulus hati ketika melakukannya,” kata Oho.

Kalimat itu menjadi cara dia memaknai seluruh penugasannya sebagai petugas haji Selama bertahun-tahun bekerja di ruang redaksi, ia terbiasa mengukur keberhasilan dari berita yang berhasil ditayangkan, siaran langsung yang berjalan lancar, atau laporan yang sampai kepada masyarakat tepat waktu.

Di Tanah Suci, ukuran itu berubah. Ia mulai memahami bahwa tidak semua hal yang paling penting akan terekam kamera. Tidak semua peristiwa yang paling berharga akan menjadi berita. Dan tidak semua bentuk pelayanan membutuhkan sorotan.

Sejak hari itu, ia semakin memahami satu hal. “Allah tidak pernah mempertemukan kita dengan seseorang tanpa alasan.”

Ia bahkan merasa, mungkin dua lansia yang ditemuinya siang itu bukan sedang membutuhkan dirinya. “Justru sayalah yang sedang membutuhkan mereka.”

Karena melalui pertemuan itulah, menurut Oho, Allah memperlihatkan arti melayani yang selama ini ia cari. Bertahun-tahun ia memanjatkan doa agar diberi kesempatan menjadi petugas haji. Doa itu akhirnya dikabulkan.

Namun jawaban yang ia peroleh ternyata tidak berhenti pada kesempatan mengenakan seragam petugas atau bekerja di Tanah Suci. Jawaban itu hadir melalui pengalaman-pengalaman yang tidak pernah direncanakan. Melalui jemaah yang tersesat. Melalui lansia yang membutuhkan bantuan. Dan melalui dua orang yang hanya ingin menemukan jalan pulang dari Mina menuju Makkah.

Sejak saat itu, ia tidak lagi memandang kamera sebagai satu-satunya alat untuk menjalankan amanah. Karena ia menyadari, ada saat ketika berita memang harus dikirim kepada masyarakat. Tetapi ada pula saat ketika kamera perlu diletakkan agar seorang tamu Allah tidak berjalan sendirian.

Pelajaran itulah yang kemudian ia bawa hingga hari-hari terakhir penugasannya di Tanah Suci. 

Jawaban atas sebuah doa
Sebelum berangkat ke Tanah Suci, Oho memiliki satu doa yang terus ia panjatkan. Ia berharap Allah memudahkan seluruh urusannya selama menjalankan amanah sebagai petugas haji. Menurutnya, jawaban atas doa itu hadir dengan cara yang tidak pernah ia bayangkan.

Selama bertugas, ia mendapat kesempatan berdoa di Multazam hingga dapat merapatkan seluruh tubuh ke dinding Ka’bah. Ia dimudahkan mencium Hajar Aswad. Ia memperoleh kelancaran menjalani seluruh fase Armuzna. 

Ia beberapa kali dapat masuk ke Raudah untuk memanjatkan doa, serta tetap memiliki kesempatan beribadah di Masjid Nabawi di sela-sela padatnya tugas sebagai petugas haji.

Semua pengalaman itu, menurut Oho, membuatnya semakin yakin bahwa Allah memuliakan orang-orang yang datang untuk melayani tamu-tamu-Nya.

“Semakin saya berusaha membantu orang lain, semakin banyak pertolongan Allah yang saya rasakan,” tuturnya.

Keyakinan itu tidak lahir hanya dari pengalaman pribadinya beribadah. Ia juga menyaksikannya setiap hari selama 77 hari bertugas di Madinah.

Di balik penyelenggaraan ibadah haji yang dilihat masyarakat melalui berbagai laporan resmi, ia melihat ribuan petugas menjalankan pekerjaan yang sering kali tidak diketahui publik.

Ada petugas yang tetap tersenyum meski waktu tidurnya sangat terbatas. Ada petugas yang tetap memastikan jemaah memperoleh pelayanan meskipun dirinya sendiri sedang kurang sehat.

Ada petugas yang memastikan makanan tersedia tepat waktu, hotel siap menerima kedatangan jemaah, transportasi berjalan sesuai jadwal, dan berbagai pelayanan lainnya tetap berlangsung sebagaimana mestinya.

Bagi Oho, semua itu memperlihatkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya bertumpu pada sistem.

“Saya belajar bahwa penyelenggaraan haji bukan hanya soal sistem yang baik. Namun tentang ribuan orang yang bekerja dengan hati dan saya bersyukur menjadi salah satunya,” katanya.

Hari-hari itu kemudian berjalan hingga kloter terakhir meninggalkan Madinah. Suasana yang selama berminggu-minggu dipenuhi aktivitas perlahan berubah.

Menurut Oho, tidak ada lagi koper yang memenuhi lobi hotel. Tidak ada lagi rombongan jemaah yang berjalan menuju Masjid Nabawi. Bus-bus yang sebelumnya hilir mudik mengantar jemaah juga tidak lagi terlihat. Yang tersisa baginya adalah rasa syukur.

Ia datang ke Tanah Suci membawa identitas sebagai seorang jurnalis. Ia membawa kamera, mikrofon, laptop, dan seluruh pengalaman yang selama bertahun-tahun menemaninya bekerja di ruang redaksi.

Ketika penugasan berakhir, semua perlengkapan itu tetap ia bawa pulang. Namun, ada sesuatu yang menurutnya jauh lebih berharga. Ia pulang dengan cara pandang yang berbeda terhadap profesi yang selama ini dijalaninya.

“Profesi ini bukan hanya tentang menyampaikan informasi. Tetapi tentang menghadirkan manfaat.”

Kalimat itu menjadi simpul dari seluruh perjalanan yang ia lalui selama 77 hari. Bertahun-tahun ia memanjatkan doa agar diberi kesempatan menjadi petugas haji. Doa itu akhirnya dikabulkan Allah.

Namun, jawaban yang ia terima ternyata jauh melampaui keinginannya ketika pertama kali mengucapkan doa tersebut.

Ia memang memperoleh kesempatan mengenakan seragam petugas. Ia memang menjalankan tugas sebagai bagian dari Media Center Haji. Ia memang tetap menjalankan profesinya sebagai jurnalis.

Tetapi yang paling membekas justru bukan seluruh liputan yang berhasil ia kirimkan kepada masyarakat Indonesia, tetapi kesempatan. Kesempatan ketika ia dapat menghampiri jemaah yang tersesat, mendampingi mereka yang kelelahan, atau memilih meletakkan kamera agar dapat lebih dahulu menjadi pelayan bagi tamu Allah.

Dari sanalah ia memahami bahwa doa yang bertahun-tahun dipanjatkannya telah dijawab dengan cara yang paling indah. Ia berangkat dengan harapan dapat menjadi petugas haji.

Ia pulang dengan keyakinan bahwa melayani tamu Allah bukan sekadar tugas yang dijalankan selama musim haji, melainkan ibadah yang Allah ajarkan melalui setiap perjumpaan, setiap langkah, dan setiap pertolongan yang diberikan kepada sesama.

Dan ketika mengingat kembali doa yang dahulu selalu ia titipkan kepada setiap orang yang berangkat ke Tanah Suci, Aditya Nugroho kini tahu bahwa Allah bukan hanya mengabulkannya. Allah juga memperlihatkan mengapa doa itu layak diperjuangkan selama bertahun-tahun.*

Komentar

Your email address will not be published.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam
Go toTop

Jangan Lewatkan

Kemenhaj Siapkan Satu Haji Berbasis AI

BOGOR – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong integrasi data

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88