2 months ago
4 mins read

Kisah Petugas Haji: Di Antara Kamera dan Pengabdian

Bagus Supriadi, anggota MCH 2026 Daker Bandara. (Foto: MCH 2026)

MADINAH – “Tolong bantu ibu ya, Nak. Ibu sendirian berangkat hajinya.”

Kalimat itu masih melekat dalam ingatan Bagus Supriadi. Ucapan tersebut datang dari seorang jemaah perempuan berusia sekitar 60 tahun yang ditemuinya di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Selasa, 23 Juni 2026. 

Perempuan itu bersiap kembali ke Indonesia setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji. Namun, barang bawaannya harus dibongkar karena melebihi batas berat bagasi. 

Bagus kemudian membantu merapikan isi koper jemaah itu, lalu menyusunnya kembali agar sesuai dengan ketentuan penerbangan.

“Terima kasih ya, Nak. Semoga sehat selalu,” ujar jemaah tersebut sebelum melangkah menuju pemeriksaan paspor.

Bagi Bagus, bantuan itu mungkin terlihat sederhana. Namun, peristiwa tersebut menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama menjalankan tugas sebagai petugas haji pada musim haji 2026.

Pengalaman seperti itu bukan hanya sekali ia alami. Selama bertugas di Daerah Kerja Bandara, hampir setiap hari selalu ada jemaah yang membutuhkan bantuan.

Ada yang meminta didorong menggunakan kursi roda. Ada yang kesulitan membawa koper. Ada yang kebingungan mencari rombongannya. Ada pula yang sekadar menanyakan letak toilet.

Kesempatan membantu para jemaah itulah yang paling diingat Bagus dari seluruh rangkaian penugasannya di Tanah Suci.

Mimpi yang lama disimpan
Menjadi petugas haji merupakan impian yang telah lama disimpan Bagus. Kesempatan itu akhirnya datang pada 2026, bertepatan dengan transformasi tata kelola penyelenggaraan ibadah haji Indonesia dari Kementerian Agama kepada Kementerian Haji dan Umrah.

Ketika namanya dinyatakan lolos sebagai petugas haji, ia mengaku merasakan haru yang sulit dijelaskan.

Sebagai jurnalis, selama ini ia terbiasa merekam peristiwa dan menuliskan kisah orang lain. Pada musim haji 2026, ia tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga ikut terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Sebelum berangkat ke Arab Saudi, Bagus mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Petugas Haji selama satu bulan. Menurutnya, proses tersebut menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga. Di sana ia memahami bahwa penyelenggaraan ibadah haji bukan hanya berkaitan dengan manasik. 

Menjadi petugas juga membutuhkan kesiapan fisik untuk berjalan dalam jarak yang jauh, menghadapi suhu yang bisa mencapai lebih dari 45 derajat Celsius, melayani jemaah tanpa mengenal waktu, dan tetap menjalankan tugas ketika tubuh mulai kelelahan.

Bekal itulah yang kemudian dibawanya saat memulai penugasan di Daerah Kerja Bandara. Di tempat itu, ia tidak hanya menjalankan tugas sebagai jurnalis Media Center Haji, tetapi juga mendapat kesempatan melayani para jemaah Indonesia yang datang dan pulang melalui Bandara Madinah.

Melayani dalam hal-hal sederhana
Penugasan pertama Bagus dimulai di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah. Di sanalah ia menyambut kedatangan kelompok terbang pertama dari Indonesia yang tiba di Kota Nabi.

Sebagai anggota Media Center Haji, ia tetap menjalankan tugas peliputan. Namun, kesehariannya tidak hanya diisi dengan merekam dan menuliskan peristiwa. Di sela-sela penugasan, ia juga membantu berbagai kebutuhan jemaah.

Ada yang meminta bantuan mengaktifkan paket roaming internasional di telepon genggamnya. Ada yang membutuhkan petunjuk arah menuju paviliun. Ada yang kesulitan membawa barang bawaan. Ada pula jemaah lanjut usia yang harus didorong menggunakan kursi roda.

Permintaan bantuan seperti itu hampir setiap hari ditemuinya selama bertugas di Daerah Kerja Bandara. Menurut Bagus, apa yang dilakukannya bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan.

“Saya merasa apa yang saya lakukan bukan sekadar pekerjaan. Saya sedang melayani tamu Allah. Dan bagi saya, tidak ada tamu yang lebih mulia daripada mereka yang datang memenuhi panggilan-Nya.”

Karena itu, jurnalis Halopos.id ini mengaku tidak pernah menganggap bantuan-bantuan tersebut sebagai sesuatu yang kecil. 

Membantu mengangkat koper, menunjukkan arah, mendorong kursi roda, atau mengaktifkan paket roaming internasional menjadi bagian dari pelayanan yang dijalaninya setiap hari.

Bahkan, ketika pada suatu kesempatan ia tidak sempat membantu jemaah, muncul perasaan bersalah dalam dirinya.

“Seolah ada sesuatu yang kurang dari tugas yang sedang saya jalani. Karena sesungguhnya, motivasi terbesar saya bukanlah penilaian manusia. Saya hanya berharap ridha Allah SWT,” ujarnya.

Pengalaman melayani para jemaah itu kemudian terus berlanjut ketika penugasannya berpindaah dari bandara menuju puncak penyelenggaraan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Komentar

Your email address will not be published.

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global
Go toTop

Jangan Lewatkan

Wamenhaj Sapu Bersih Penyimpangan di Kemenhaj

JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak

Kepuasan Jemaah Haji 2026 Tembus 91,45 Persen

JAKARTA — Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2026 mencapai 91,45
toto slot situs togel situs togel
toto slot
slot88